Menu ✖

Mode Gelap
Perkuat Riset Genetika, SPs Unhas Gandeng Pakar University of Antwerp Latih Peneliti Muda Dikawal 24 Ketua DPC, Appi Pertegas Langkah Menuju Kursi Ketua Demokrat Sulsel Dari TEBA hingga Budidaya Maggot, DWP Kota Makassar Gencarkan Gerakan Hijau di Kecamatan Tamalate Fatma Wahyuddin Dampingi Munafri Arifuddin Bergabung dengan Demokrat, Bawa Semangat Baru untuk Pengabdian Setahun Menjabat, Appi Siapkan Evaluasi dan Rotasi Lurah, Kinerja Jadi Penentu Semarak Final Street Football APPI Mariso, Sulyadi Abbas Dorong Pemuda Makassar Terus Bergerak

BERANDA

Fasrruddin Rusli Harap Seluruh Pihak Bertanggung Jawab Terhadap Pembinaan Anjal

badge-check


					Anggota DPRD Makassar, Fasruddin Rusly menggelar sosialisasi angkatan 3, Perda Pembinaan Anak Jalanan, Gelandangan, Pengemis dan Pengamen (Anjal Gepeng) di Hotel Royal Bay, Rabu (27/03/2024).(fj) Perbesar

Anggota DPRD Makassar, Fasruddin Rusly menggelar sosialisasi angkatan 3, Perda Pembinaan Anak Jalanan, Gelandangan, Pengemis dan Pengamen (Anjal Gepeng) di Hotel Royal Bay, Rabu (27/03/2024).(fj)

MAKASSAR,CAHAYASULSEL.COM, – Anggota DPRD Makassar, Fasruddin Rusly menggelar sosialisasi angkatan 3, Perda Pembinaan Anak Jalanan, Gelandangan, Pengemis dan Pengamen (Anjal Gepeng) di Hotel Royal Bay, Rabu (27/03/2024).

Fasruddin berharap semua pihak bisa ikut berperan dalam berkontribusi guna memberikan pembinaan terhadap para pengemis dan gelandangan yang ada di jalanan.

“Kita melihat dalam aturan perda ini banyak sekali membahas tentang pembinaan, saya berharap semua pihak ikut andil dalam menjaga dan mengantarkan saudara kita yang sering terlihat di jalanan bisa ke jalan yang benar,” ujarnya.

Saat ini memang, kata Fasrudddin, ada beberapa anak jalanan dan gelandangan yang bertransformasi di jalan raya mengenakan kostum badut dan sebagainya untuk mengais rezeki.

“Masalah itu merupakan tanggung jawab semua pihak untuk diberikan pembinaan kepada anak jalanan agar generasi kita kedepan bisa terjaga,” ungkapnya.

Menurut Legislator Partai PPP ini, ada beberapa faktor yang mengharuskan para anak jalanan turun mengemis dan menjadi gelandangan hingga pengamen.

“Bahkan faktor kesejahteraan keluarga hingga faktor ekonomi. Makanya, yang harus bertanggung jawab bagaimana bisa mereka diberikan pekerjaan dan pembinaan,” cetusnya.

Selain itu, Acil sapaan akarab Fasruddin Rusly juga menyampaikan anjal adalah mereka yang beraktivitas di jalanan. Sehingga, memang perlu pengawasan dan kontrol dari pemerintah.

“Gelandangan sesuai perda ini yakni seseorang hidup tidak layak dan tidak memiliki pekerjaan. Gelandangan dan pengemis ini pindah-pindah,” jelasnya.

Pembinaan anjal dan gepeng, ada tiga yakni pencegahan, pembinaan lanjutan dan rehabilitasi sosial.

“Sedangkan pengemis adalah mereka yang mengatasnamakan lembaga dan mencari penghasilan dengan meminta-minta dijalan atau ditempat umum,” sambungnya. (*)

Baca Lainnya

Perkuat Riset Genetika, SPs Unhas Gandeng Pakar University of Antwerp Latih Peneliti Muda

20 Oktober 2026 - 09:30 WITA

Dikawal 24 Ketua DPC, Appi Pertegas Langkah Menuju Kursi Ketua Demokrat Sulsel

18 Oktober 2026 - 19:44 WITA

Dari TEBA hingga Budidaya Maggot, DWP Kota Makassar Gencarkan Gerakan Hijau di Kecamatan Tamalate

14 Oktober 2026 - 16:33 WITA

Fatma Wahyuddin Dampingi Munafri Arifuddin Bergabung dengan Demokrat, Bawa Semangat Baru untuk Pengabdian

8 Oktober 2026 - 17:10 WITA

Setahun Menjabat, Appi Siapkan Evaluasi dan Rotasi Lurah, Kinerja Jadi Penentu

5 Oktober 2026 - 21:21 WITA

Trending di BERANDA