Menu ✖

Mode Gelap
Perkuat Riset Genetika, SPs Unhas Gandeng Pakar University of Antwerp Latih Peneliti Muda Dikawal 24 Ketua DPC, Appi Pertegas Langkah Menuju Kursi Ketua Demokrat Sulsel Dari TEBA hingga Budidaya Maggot, DWP Kota Makassar Gencarkan Gerakan Hijau di Kecamatan Tamalate Fatma Wahyuddin Dampingi Munafri Arifuddin Bergabung dengan Demokrat, Bawa Semangat Baru untuk Pengabdian Setahun Menjabat, Appi Siapkan Evaluasi dan Rotasi Lurah, Kinerja Jadi Penentu Semarak Final Street Football APPI Mariso, Sulyadi Abbas Dorong Pemuda Makassar Terus Bergerak

BERANDA

Sosper Pengolahan Limbah Domestik, Fasruddin Rusli Sebut Upaya Meningkatkan Pemahaman Masyarakat

badge-check


					Anggota DPRD Makassar Fasruddin Rusli saat membawakan materi dalam Sosialisasi angkatan 7, Peraturan Daerah (Sosper) Nomor 1 Tahun 2016 tentang Pengelolaan Air Limbah Domestik di Hotel Royal Bay, Minggu (07/04/2024).(Fj) Perbesar

Anggota DPRD Makassar Fasruddin Rusli saat membawakan materi dalam Sosialisasi angkatan 7, Peraturan Daerah (Sosper) Nomor 1 Tahun 2016 tentang Pengelolaan Air Limbah Domestik di Hotel Royal Bay, Minggu (07/04/2024).(Fj)

MAKASSAR,CAHAYASULSEL.COM, – Pengelolaan air domestik telah difokuskan untuk menjadi tanggung jawab semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat.

Demikian disampaikan seorang Anggota DPRD Makassar Fasruddin Rusli saat membawakan materi dalam Sosialisasi angkatan 7, Peraturan Daerah (Sosper) Nomor 1 Tahun 2016 tentang Pengelolaan Air Limbah Domestik di Hotel Royal Bay, Minggu (07/04/2024

Sosialisasi angkatan 7, Peraturan Daerah (Sosper) Nomor 1 Tahun 2016 tentang Pengelolaan Air Limbah Domestik di Hotel Royal Bay, Minggu (07/04/2024).

Lebih lanjut dikatakan, tujuan sosialisasi perda, kata Fasruddin, sebagai upaya meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat, tentang pengelolaan air limbah domestik.

“Air limbah domestik merupakan limbah cair hasil buangan dari rumah tangga, bangunan perdagangan, perkantoran dan sarana sejenis. Limbah cair seperti air deterjen sisa cucian, air sabun, dan air tinja,” ujarnya.

Dengan perda, lanjutnya, pemerintah dan masyarakat harus sama-sama memahami tanggung jawab mereka. Bukan hanya warga yang harus menjalankan kewajiban, pemerintah kota juga memiliki peran penting dalam pengelolaan air limbah domestik.

Sementara pemateri lainnya, Alimuddin Hamdja, mengungkapkan, pengelolaan air limbah domestik di Kota Makassar kedepannya diolah dinamai Instalasi pengolahan air limbah (IPAL) Losari menjadi air layak minum.

“Kehadiran IPAL Losari bertujuan untuk menjaga kualitas air tanah dan air baku, menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat,” ujarnya.(Sat)

Baca Lainnya

Perkuat Riset Genetika, SPs Unhas Gandeng Pakar University of Antwerp Latih Peneliti Muda

20 Oktober 2026 - 09:30 WITA

Dikawal 24 Ketua DPC, Appi Pertegas Langkah Menuju Kursi Ketua Demokrat Sulsel

18 Oktober 2026 - 19:44 WITA

Dari TEBA hingga Budidaya Maggot, DWP Kota Makassar Gencarkan Gerakan Hijau di Kecamatan Tamalate

14 Oktober 2026 - 16:33 WITA

Fatma Wahyuddin Dampingi Munafri Arifuddin Bergabung dengan Demokrat, Bawa Semangat Baru untuk Pengabdian

8 Oktober 2026 - 17:10 WITA

Setahun Menjabat, Appi Siapkan Evaluasi dan Rotasi Lurah, Kinerja Jadi Penentu

5 Oktober 2026 - 21:21 WITA

Trending di BERANDA