Menu ✖

Mode Gelap
Perkuat Riset Genetika, SPs Unhas Gandeng Pakar University of Antwerp Latih Peneliti Muda Dikawal 24 Ketua DPC, Appi Pertegas Langkah Menuju Kursi Ketua Demokrat Sulsel Dari TEBA hingga Budidaya Maggot, DWP Kota Makassar Gencarkan Gerakan Hijau di Kecamatan Tamalate Fatma Wahyuddin Dampingi Munafri Arifuddin Bergabung dengan Demokrat, Bawa Semangat Baru untuk Pengabdian Setahun Menjabat, Appi Siapkan Evaluasi dan Rotasi Lurah, Kinerja Jadi Penentu Semarak Final Street Football APPI Mariso, Sulyadi Abbas Dorong Pemuda Makassar Terus Bergerak

BERANDA

Dukung Maksimalkan Perda ASI, Kartini Minta Ruang Laktasi Diperbanyak

badge-check


					Anggota DPRD Kota Makassar, Hj. Kartini menggelar sosialisasi angkatan 13, peraturan daerah (perda) nomor 3 tahun 2016 tentang Pemberian Air Susu Ibu (ASI) Eksklusif di Hotel Karebosi Primer, Minggu (21/07/2024).(Ag) Perbesar

Anggota DPRD Kota Makassar, Hj. Kartini menggelar sosialisasi angkatan 13, peraturan daerah (perda) nomor 3 tahun 2016 tentang Pemberian Air Susu Ibu (ASI) Eksklusif di Hotel Karebosi Primer, Minggu (21/07/2024).(Ag)

MAKASSAR,CAHAYASULSEL.COM, – Anggota DPRD Kota Makassar, Hj. Kartini menggelar sosialisasi angkatan 13, peraturan daerah (perda) nomor 3 tahun 2016 tentang Pemberian Air Susu Ibu (ASI) Eksklusif di Hotel Karebosi Primer, Minggu (21/07/2024).

Kata Kartini, sosialisasi dengan tema membahas ASI Eksklusif pada anak dinilai penting. Sebab, tak sedikit orang tua memberikan susu formula ke bayi mereka padahal zat dalam ASI sangat baik.

“Ini pentingnya sosialisasi. ASI ini sangat bermanfaat ke anak. Kecerdasan anak terbentuk dari pemberian ASI,” ucap Hj. Kartini.

Politisi Perindo ini mengajak masyarakat ikut membantu pemerintah untuk menyebarluaskan regulasi ini. Ia menilai, warga belum sepenuhnya mengetahui terkait Perda tentang Pemberia Air Susu Ibu.

Banyak yang belum tau soal perda tentang ASI padahal mereka utamanya ibu-ibu wajib memberikan ASI ke anaknya,” paparnya.

Dia menjelaskan, kandungan dalam ASI ini memiliki zat-zat yang dibutuhkan bayi dan hal itu tidak ada di susu formula yakni colostrum. Zat ini bermanfaat untuk tumbuh kembang bayi dan menciptkan kekebalan imun.

“ASI diberikan hingga enam bulan secara eksklusif. Artinya, tidak ada campuran makanan lain selain ASI,” katanya.

Untuk memaksimalkan pemberian ASI ini, sambung  Anggota Komisi D DPRD Makassar ini, dirinya meminta baik kantor pemerintahan hingga swasta memperbanyak ruang laktasi. Apalagi, pekerja perempuan sangat dominan utamanya di perusahaan.

Ia berharap pemberian ASI bisa dilaksanakan sampai anak berusia 2 tahun. Sebab, kandungan ASI tidak ada tandingannya didunia ini. Apalagi, bisa mencegah dari penyakit baik ibu dan anak yang mendapat ASI Eksklusif.

“Semahal apapun susu formula, ASI lah yang paling tinggi zat gizi di dalamnya. Apalagi, ASI ini bisa disimpan dan awet. Beda dengan susu formula yang memiliki masa kadaluwarsa,” tukasnya. (*)

Baca Lainnya

Perkuat Riset Genetika, SPs Unhas Gandeng Pakar University of Antwerp Latih Peneliti Muda

20 Oktober 2026 - 09:30 WITA

Dikawal 24 Ketua DPC, Appi Pertegas Langkah Menuju Kursi Ketua Demokrat Sulsel

18 Oktober 2026 - 19:44 WITA

Dari TEBA hingga Budidaya Maggot, DWP Kota Makassar Gencarkan Gerakan Hijau di Kecamatan Tamalate

14 Oktober 2026 - 16:33 WITA

Fatma Wahyuddin Dampingi Munafri Arifuddin Bergabung dengan Demokrat, Bawa Semangat Baru untuk Pengabdian

8 Oktober 2026 - 17:10 WITA

Setahun Menjabat, Appi Siapkan Evaluasi dan Rotasi Lurah, Kinerja Jadi Penentu

5 Oktober 2026 - 21:21 WITA

Trending di BERANDA