
Foto narasumber dan moderator.(Dok. Bars)

Foto pemberian penghargaan kepada dua orang ibu hebat. (Dok.Bars)
Tak lama setelah itu, suasana semakin emosional saat pemberian penghargaan kepada dua ibu luar biasa. Ibu Siti, seorang tukang jahit berusia 60 tahun, dan Ibu Sarah, seorang ojek online berusia 54 tahun, menerima penghargaan atas ketabahan dan dedikasi mereka dalam menjalani profesi yang penuh tantangan. Momen tersebut menyentuh hati seluruh peserta, membuktikan bahwa ketabahan seorang ibu mampu menaklukkan segala rintangan, apa pun bentuknya.
Acara dilanjutkan dengan Sharing Session yang dipandu Moderator Andi Mutiah Anwar dengan menampilkan dua pembicara Prof. Dr. Herlina Subair Imran, MSI dan ibu Ratih Sanggarwati
Dalam Sharingnya Ibu herlina yg seorang akademisi yang juga Ketua Makassar Cancer Care Community. Prof. Nurlina membagikan kisah pribadinya yang menginspirasi, tentang bagaimana ia berhasil bertahan melawan kanker payudara pada tahun 2012 awal diagnosa , bersamaan dengan berakhirnya studi S3-nya.
“Pada 2012, saya menghadapi dua ujian besar—selesai studi S3, namun bersamaan dengan itu saya didiagnosa kanker payudara. Dan kemudian diagnosa kembali ditahun tahun 2022, Namun, semangat seorang ibu tak pernah padam. Saya belajar bahwa kekuatan yang kita miliki sebagai ibu melebihi apa yang kita kira,” ungkap Prof. Nurlina dengan mata berbinar. Kisahnya memberi pesan kuat kepada semua ibu yang hadir bahwa tidak ada yang lebih tangguh dari keteguhan hati seorang ibu.
Ketua Umum KICI, Ratih Sanggarwati, turut menggetarkan suasana dengan sambutannya yang menggugah. Selain mengajak para ibu untuk terus berperan aktif dalam mendidik generasi masa depan, Ibu Ratih juga membacakan puisi yang ia tulis pada 21 Agustus 2004, berjudul “Bila Ibu Boleh Memilih”. Puisi ini penuh dengan harapan dan cinta seorang ibu kepada anak-anaknya, yang mampu menggugah air mata peserta.
“Puisi ini adalah harapan setiap ibu, semoga kita bisa terus mengasuh dan membimbing anak-anak kita dengan penuh cinta,” ujar Ratih, suaranya bergetar, membiarkan perasaan tulusnya mengalir ke setiap pendengar.
Setelah itu, sesi tanya jawab dibuka, memberikan kesempatan bagi tiga peserta untuk bertanya langsung kepada narasumber. Sesi ini menjadi ajang bagi para ibu untuk berbagi pengalaman dan mendapatkan wawasan lebih dalam mengenai perjuangan hidup dan semangat juang yang tak kenal lelah.
Sebagai penutup, moderator Andi Mutiah Anwar menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam acara ini. “Semoga semangat hari ini terus mengalir dalam diri kita, sebagai ibu yang kuat, tabah, dan penuh cinta,” tutup Andi Mutiah, mengakhiri acara dengan suasana penuh kebersamaan. Acara ini tidak hanya memberi inspirasi, tetapi juga menyegarkan semangat ibu-ibu untuk terus berjuang, tidak peduli apapun tantangan yang ada di depan mata. (AA)














