BULUKUMBA.CAHAYASULSEL.COM – Anggota DPRD Kabupaten Bulukumba dari Fraksi NasDem, Kurdiansyah Anggoro, turut hadir dalam acara lepas sambut Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kabupaten Bulukumba yang digelar di Lapas setempat. Acara ini menandai pergantian jabatan Kepala Lapas, yang sebelumnya dijabat oleh Mut Zaini dan kini digantikan oleh Akbar Amnur. Sabtu (15/2/25)
Acara yang berlangsung di lingkungan Lapas Kelas IIA Bulukumba ini juga dihadiri oleh berbagai pejabat penting, termasuk Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sulawesi Selatan, Rudy Fernando Sianturi, serta unsur Forkopimda Bulukumba. Hadir pula Sekretaris Daerah Kabupaten Bulukumba dan sejumlah tamu undangan lainnya, yang turut menyaksikan momen bersejarah dalam pergantian kepemimpinan di Lapas tersebut.
Dalam acara tersebut, Kepala Lapas Kelas IIA Bulukumba yang lama, Mut Zaini, menyampaikan sambutan penuh haru. Ia mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam kepada pemerintah daerah, Forkopimda Bulukumba, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan selama dirinya menjabat sebagai Kalapas. Mut Zaini menyadari bahwa tugas sebagai Kepala Lapas tidaklah mudah, namun berkat kerja sama yang baik dari berbagai pihak, dirinya mampu menjalankan tugasnya dengan sebaik-baiknya.
“Alhamdulillah, selama menjabat sebagai Kepala Lapas Bulukumba, saya mendapat dukungan yang luar biasa dari semua pihak, baik dari pemerintah daerah, Forkopimda, maupun rekan-rekan sejawat di Lapas. Dukungan tersebut sangat membantu saya dalam menjalankan tugas. Saya ingin mengucapkan terima kasih atas segala support yang telah diberikan kepada kami. Tak lupa, saya juga memohon maaf jika selama menjabat ada tindakan atau ucapan saya yang kurang berkenan di hati,” ungkap Mut Zaini dengan penuh rasa terima kasih.
Mut Zaini juga menyampaikan harapannya agar kepemimpinan yang baru, di bawah Akbar Amnur, dapat membawa perubahan positif dan kemajuan yang lebih baik lagi bagi Lapas Kelas IIA Bulukumba. Ia percaya bahwa setiap pemimpin memiliki cara dan strategi yang berbeda dalam menjalankan tugasnya, dan dirinya yakin bahwa Akbar Amnur akan mampu melanjutkan apa yang telah ia mulai dan membawa Lapas ini menuju kesuksesan yang lebih besar.
Sementara itu, Akbar Amnur yang resmi dilantik sebagai Kepala Lapas Kelas IIA Bulukumba yang baru juga menyampaikan komitmennya untuk terus meningkatkan pelayanan dan reformasi di lembaga pemasyarakatan. Akbar berjanji untuk berfokus pada pembenahan sistem pengelolaan Lapas serta menjalin kerja sama yang lebih erat dengan masyarakat dan instansi terkait untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dan kondusif.
Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Sulawesi Selatan, Rudy Fernando Sianturi, dalam sambutannya mengapresiasi segala kerja keras yang telah dilakukan oleh Mut Zaini selama menjabat sebagai Kalapas Bulukumba. Rudy juga menyampaikan bahwa pergantian Kepala Lapas ini merupakan bagian dari dinamika organisasi yang bertujuan untuk terus memperbaiki dan meningkatkan kualitas pelayanan di bidang pemasyarakatan.
“Pergantian Kepala Lapas adalah hal yang biasa dalam sebuah organisasi, dan kami berharap di bawah kepemimpinan yang baru, Lapas Kelas IIA Bulukumba dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi positif dalam pembinaan narapidana serta pemasyarakatan secara umum. Kami juga berharap sinergi yang baik antara Lapas, pemerintah daerah, dan masyarakat dapat terus terjalin dengan erat,” ujar Rudy Fernando Sianturi.
Acara lepas sambut ini bukan hanya sekadar pergantian jabatan, namun juga sebagai momentum penting bagi Lapas Kelas IIA Bulukumba untuk melangkah lebih maju. Semua pihak berharap bahwa di bawah kepemimpinan Akbar Amnur, Lapas Kelas IIA Bulukumba dapat lebih baik dalam memberikan pembinaan kepada para narapidana serta meningkatkan kualitas layanan bagi masyarakat sekitar. Hal ini tentu membutuhkan dukungan dari semua pihak, terutama dari pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat.
Dengan semangat kerja sama yang kuat, diharapkan Lapas Bulukumba bisa menjadi lembaga pemasyarakatan yang lebih modern, humanis, dan efektif dalam menjalankan tugasnya sebagai tempat pembinaan dan rehabilitasi.














