MAKASSAR.CAHAYASULSEL.COM –Suasana mencekam terjadi di depan Kampus Universitas Negeri Makassar (UNM), Jalan AP Pettarani, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Aksi unjuk rasa bertajuk Indonesia Gelap yang dimulai sejak siang hari berujung ricuh, berubah menjadi bentrokan sengit antara mahasiswa dan warga sekitar.
Demonstrasi ini awalnya berfokus pada kritik terhadap kebijakan efisiensi anggaran Presiden Prabowo Subianto, yang memangkas 44 miliar dolar AS (sekitar Rp 750 triliun). Mahasiswa menilai kebijakan ini sebagai ancaman bagi sektor pendidikan dan kesehatan. Namun, situasi di lapangan justru semakin memanas ketika mahasiswa memblokade jalan utama, menyebabkan kemacetan parah yang membuat warga geram.
Mahasiswa membakar ban dan menyandera truk tronton sebagai mimbar orasi, memperburuk situasi di lokasi aksi. Warga yang terjebak dalam kemacetan mulai kehilangan kesabaran hingga terjadi aksi saling serang.
Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana, mengungkapkan bahwa ketidakterimaan warga terhadap aksi mahasiswa yang berlangsung hingga malam menjadi pemicu utama bentrokan.
“Demonya berlangsung lama dan bikin macet. Masyarakat tidak terima, akhirnya terjadi keributan dan saling serang,” ujarnya.
Ketegangan meningkat drastis saat warga yang frustrasi mulai melempari mahasiswa dengan batu. Mahasiswa yang tidak tinggal diam membalas serangan tersebut, menciptakan kepanikan di sekitar lokasi. Aksi saling lempar batu ini semakin tak terkendali, memaksa mahasiswa mundur ke dalam kampus. Namun, kemarahan warga tak terbendung. Massa yang marah menjebol pagar kampus UNM, berusaha menerobos masuk untuk menghadapi mahasiswa secara langsung.
Aparat kepolisian yang berjaga di lokasi berupaya meredam situasi dengan mengimbau warga untuk mundur. Namun, mahasiswa tetap bertahan di dalam kampus dan terus melancarkan serangan dengan melempar batu ke arah warga dan polisi. Situasi semakin panas, dengan ketegangan yang meningkat di sekitar area kampus.
Polisi akhirnya berhasil mengendalikan massa dan melakukan penyisiran di dalam kampus. Hasilnya, sejumlah orang yang diduga sebagai bagian dari kelompok Anarkis diamankan.

Sejumlah massa yang diduga kelompok anarkis ditangkap. Foto: dins
“Sejumlah massa Anarkis diamankan di kampus, ada sekitar belasan orang,keributan ini terjadi karena massa aksi disusupi oleh kelompok Anarkis.”ungkap arya
Sementara itu, pemerintah tetap menegaskan bahwa kebijakan efisiensi anggaran ini bertujuan untuk mengalokasikan dana pada program Makan Bergizi Gratis serta mendukung BPI Danantara guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Hingga kini, aparat keamanan masih berjaga ketat di sekitar kampus UNM untuk mencegah bentrokan lanjutan dan memastikan situasi tetap terkendali.**(Bars)














