Menu

Mode Gelap
Menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Fatma Wahyuddin Sampaikan Pesan Silaturahmi dan Kebersamaan Inspiratif! Ketua RW 05 Mangasa Rela Nol Gaji Demi Warga, Fasilitas Gratis Jadi Bukti Nyata DPC APPI Kecamatan Makassar: Penertiban PK5 oleh Camat Jadi Contoh Pendekatan Beradab Aksi Sosial Ramadhan, Perindo Makassar Gandeng UMKM Bagikan Takjil Gratis untuk Warga Jelang Idulfitri, Camat Tallo Pimpin Patroli Gabungan Sikat Potensi Gangguan Kamtibmas Kecamatan Tallo Siapkan Gerakan Pangan Murah, Langkah Nyata Jaga Harga Sembako Jelang Hari Raya

BERANDA

Bupati Andi Utta Pimpin Rakor Strategis: Sinkronisasi Program Ketahanan Pangan dan Penanganan Stunting di Bulukumba

badge-check


					Bupati Bulukumba pimpin Rakor (dok.ist) Perbesar

Bupati Bulukumba pimpin Rakor (dok.ist)

BULUKUMBA.CAHAYASULSEL.COM – Ratusan kepala desa dan ketua badan permusyawaratan desa (BPD) di Kabupaten Bulukumba menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) yang membahas sinkronisasi program Pemerintah Daerah (Pemda) Bulukumba dengan pemerintah desa, khususnya terkait sektor ketahanan pangan dan penanganan stunting. Acara yang digelar di Ruang Pola Kantor Bupati Bulukumba pada Rabu, 16 April 2025, ini dipimpin langsung oleh Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf.

Rakor ini juga dihadiri oleh sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, antara lain Kepala Dinas PMD Hj. Hamrina Andi Muri, Kepala Dinas PUTR Andi Zulkifli Indrajaya, Kepala Dinas Kesehatan, serta para camat dan lurah se-Kabupaten Bulukumba. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen bersama untuk mempercepat pelaksanaan program prioritas nasional yang sangat krusial, terutama dalam hal ketahanan pangan dan penanganan stunting yang menjadi fokus utama pemerintah pusat hingga daerah.

Sekretaris DPC Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Bulukumba, Arsul Sani, memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan rakor ini. Ia menegaskan bahwa diskusi mengenai ketahanan pangan dan stunting adalah hal yang sangat penting, terutama dalam memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai teknis pelaksanaannya di tingkat desa. “Ketahanan pangan dan penanganan stunting memang menjadi prioritas utama. Dengan rakor ini, kita bisa memetakan dan memahami bagaimana skema program yang akan diterapkan,” ujarnya dengan penuh semangat.

Dalam kesempatan ini, Kepala Desa Tamatto, Kecamatan Ujungloe, yang juga menjabat sebagai Ketua Apdesi Kabupaten Bulukumba, menegaskan bahwa pemerintah desa telah mengimplementasikan program ketahanan pangan sejak tahun sebelumnya. “Anggaran ketahanan pangan di desa minimal 20 persen, yang meliputi berbagai sektor seperti pertanian, peternakan, dan perikanan. Ini sudah berjalan baik dan akan terus ditingkatkan,” ungkap Arsul Sani.

Sementara itu, Hj. Hamrina Andi Muri, Kepala Dinas PMD Bulukumba, mengungkapkan adanya berbagai skema yang akan diterapkan untuk memaksimalkan program ketahanan pangan di desa-desa. Salah satunya adalah melalui alokasi anggaran yang bersumber dari berbagai pos, bukan hanya dari dana desa. “Kami akan terus memonitoring program ini di setiap desa dan melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memastikan keberlanjutannya,” jelas Hamrina.

Bupati Andi Muchtar Ali Yusuf, dalam sambutannya, mengungkapkan bahwa pada periode pertama kepemimpinannya, ia telah meletakkan dasar bagi program ketahanan pangan di Bulukumba, salah satunya melalui pembagian bibit unggul secara gratis. “Program ketahanan pangan ini semakin strategis setelah pelantikan Presiden Prabowo. Ketahanan pangan tidak hanya menjadi program daerah, tetapi kini juga menjadi program nasional,” jelas Andi Utta, sapaan akrab Bupati Bulukumba.

Menurut Bupati, ketahanan pangan bukan hanya sekadar untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, tetapi juga sebagai solusi menghadapi potensi krisis ekonomi global. “Dengan ketahanan pangan yang kuat, sektor ekonomi masyarakat akan tumbuh dengan baik, yang pada gilirannya akan memperbaiki sektor kesehatan dan pendidikan,” ujarnya.

Andi Utta menekankan pentingnya memanfaatkan potensi alam Kabupaten Bulukumba, seperti pertanian, kelautan, dan perikanan, untuk mencapai kemandirian daerah. “Kita harus mampu memaksimalkan sumber daya alam yang ada. Tidak selamanya kita bergantung pada anggaran pusat. Mari kita menjadi daerah yang mandiri dengan memanfaatkan potensi yang ada,” tantangnya dengan penuh semangat di hadapan camat dan kepala desa.

Rakor ini tidak hanya menjadi ajang koordinasi, tetapi juga sebagai momentum untuk mempererat kerjasama antara pemerintah daerah dan desa dalam membangun ketahanan pangan yang berkelanjutan serta menyelesaikan masalah stunting di Bulukumba. Pemerintah Kabupaten Bulukumba berkomitmen untuk terus mendukung dan memfasilitasi program-program yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya dalam bidang pangan dan kesehatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Fatma Wahyuddin Sampaikan Pesan Silaturahmi dan Kebersamaan

20 Maret 2026 - 23:38 WITA

Inspiratif! Ketua RW 05 Mangasa Rela Nol Gaji Demi Warga, Fasilitas Gratis Jadi Bukti Nyata

17 Maret 2026 - 22:52 WITA

DPC APPI Kecamatan Makassar: Penertiban PK5 oleh Camat Jadi Contoh Pendekatan Beradab

17 Maret 2026 - 22:19 WITA

Aksi Sosial Ramadhan, Perindo Makassar Gandeng UMKM Bagikan Takjil Gratis untuk Warga

16 Maret 2026 - 19:11 WITA

Jelang Idulfitri, Camat Tallo Pimpin Patroli Gabungan Sikat Potensi Gangguan Kamtibmas

15 Maret 2026 - 02:11 WITA

Trending di BERANDA