GOWA.CAHAYASULSEL.COM – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Pandawa Pattingalloang Kabupaten Gowa kembali menegaskan perannya sebagai garda terdepan dalam memperjuangkan hak-hak rakyat. Bertempat di sekretariat DPC, rapat koordinasi digelar untuk membahas secara mendalam rencana aksi damai yang akan dilaksanakan di kantor PLN Gowa. Sabtu (19/04/2025).
Rapat koordinasi kali ini juga melibatkan gabungan antara DPC Pandawa Pattingalloang Kabupaten Gowa, Dewan Pimpinan Pusat (DPP), serta DPC Makassar, bersama para Ketua PAC se-Kota Makassar dan se-Kabupaten Gowa. Pertemuan ini bertujuan untuk merumuskan strategi bersama dalam melaksanakan aksi damai yang tidak hanya mencerminkan aspirasi masyarakat Gowa, namun juga aspirasi warga Makassar. Semua pihak yang terlibat sepakat untuk memperjuangkan layanan publik yang lebih baik dan berkeadilan, khususnya di sektor kelistrikan.
Aksi ini bukan sekadar bentuk protes atau pelampiasan emosi, tetapi merupakan manifestasi dari semangat pengabdian dan keberpihakan terhadap masyarakat yang selama ini merasakan langsung dampak ketidakberpihakan layanan publik, khususnya di sektor kelistrikan.
Dipimpin langsung oleh Ketua DPC Pandawa Pattingalloang Kabupaten Gowa, Sahar Tawang, rapat tersebut berlangsung dinamis dan penuh semangat. Dalam arahannya, Sahar menegaskan bahwa gerakan ini bukan gerakan kosong, melainkan lahir dari nurani kolektif yang menyatu dalam tubuh Pandawa Pattingalloang — sebuah organisasi masyarakat yang lahir dari rahim rakyat dan tumbuh bersama denyut nadi penderitaan masyarakat kecil.
“Rapat ini menjadi pijakan penting bagi kita. Kita tidak turun ke jalan karena ingin dilihat, tapi karena ada yang harus didengar. Suara rakyat selama ini seperti bisikan di padang sunyi, dan kita hadir untuk menyuarakannya. Kali ini, kita bergerak untuk kepentingan rakyat. Ini adalah nilai plus yang menjadi marwah Pandawa Pattingalloang, bahwa kita tidak tinggal diam saat ketidakadilan terjadi di depan mata,” ujar Sahar dengan tegas.
Lebih lanjut, Sahar menjelaskan bahwa aksi damai ini akan mengusung semangat kebersamaan, ketertiban, dan keberadaban. Pandawa Pattingalloang ingin membuktikan bahwa perjuangan bisa dilakukan dengan kepala dingin, namun tetap menggigit dalam substansi.

Rakor Pandawa Pattingalloang Kabupaten Gowa Menjelang Aksi. (dok.ist)
Filosofi gerakan Pandawa Pattingalloang selalu menempatkan rakyat sebagai titik sentral. Dalam setiap langkahnya, ormas ini membawa semangat ksatria – pantang mundur dalam membela yang lemah, dan tidak pernah tunduk pada tekanan yang menjauhkan keadilan dari rakyat.
“Kami tidak ingin rakyat terus menjadi korban. Jika listrik adalah hak, maka pelayanan harus adil. Tidak boleh ada diskriminasi, tidak boleh ada pembiaran atas keluhan warga. Kami hadir bukan untuk membuat gaduh, tapi untuk membuka mata dan hati bahwa ada yang harus diperbaiki,” lanjut Sahar.
Aksi damai yang akan digelar pada Senin, 21 April 2025, ini dipastikan melibatkan elemen-elemen masyarakat dan akan berlangsung dengan tertib sesuai koridor hukum. DPC Pandawa Pattingalloang Kabupaten Gowa menegaskan bahwa perjuangan mereka murni untuk kepentingan rakyat, tanpa tendensi politik maupun kepentingan tersembunyi.
Dengan semangat “bersama rakyat, untuk rakyat”, Pandawa Pattingalloang terus meneguhkan jati dirinya sebagai benteng aspirasi masyarakat. Dan dari tanah Gowa, suara perubahan kembali disuarakan.**(Bars)














