Menu

Mode Gelap
Menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Fatma Wahyuddin Sampaikan Pesan Silaturahmi dan Kebersamaan Inspiratif! Ketua RW 05 Mangasa Rela Nol Gaji Demi Warga, Fasilitas Gratis Jadi Bukti Nyata DPC APPI Kecamatan Makassar: Penertiban PK5 oleh Camat Jadi Contoh Pendekatan Beradab Aksi Sosial Ramadhan, Perindo Makassar Gandeng UMKM Bagikan Takjil Gratis untuk Warga Jelang Idulfitri, Camat Tallo Pimpin Patroli Gabungan Sikat Potensi Gangguan Kamtibmas Kecamatan Tallo Siapkan Gerakan Pangan Murah, Langkah Nyata Jaga Harga Sembako Jelang Hari Raya

Uncategorized

POLICY BRIEF

badge-check


					Dr. Hilda Harun, SKM., MPH. Perbesar

Dr. Hilda Harun, SKM., MPH.

REGULASI KEBIJAKAN TERKAIT PELAYANAN INOVASI BERBASIS DIGITAL (APLIKASI SELF MANAGEMENT HYPERTENSION) UNTUK MENINGKATKAN CAPAIAN SPM PADA PELAYANAN PEMERIKSAAN TEKANAN DARAH TINGGI DI KOTA MAKASSAR

Oleh: Hilda Harun, Ridwan Amiruddin, A.Arsunan Arsin, Abd Salam

Ringkasan Eksekutif

Angka capaian pelayanan kesehatan khususnya pasien hipertensi di Kota Makassar sebesar 49,5% tahun 2021, mengalami peningkatan tahun 2022 menjadi 67,58%, namun masih jauh dari standar pelayanan minimal (SPM) bidang kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah yaitu 100%. SPM wajib diterapkan dan dipenuhi oleh pemerintah daerah kabupaten/kota yang diatur dalam PMK No 4 tahun 2019 Tentang Standar Teknis Pemenuhan Mutu Pelayanan Dasar Pada Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan. Berdasarkan PMK No 71 Tahun 2015 tentang Penanggulangan PTM, bahwa penyakit tidak menular menjadi masalah kesehatan masyarakat yang menimbulkan kesakitan, kecacatan dan kematian yang tinggi, serta menimbulkan beban pembiayaan kesehatan sehingga perlu dilakukan penyelenggaraan penanggulangan melalui pencegahan, pengendalian dan penanganan yang komprehensif, efisien, efektif, dan berkelanjutan. Pengembangan aplikasi mHealth dapat menjadi solusi penyelenggaraan layanan kesehatan berbasis internet, dimana dapat menurunkan biaya pemberian perawatan kesehatan dan meningkatkan kualitas perawatan kesehatan serta mengubah perilaku untuk memperkuat pencegahan dan pengobatan kasus yang dilaporkan, yang semuanya dapat meningkatkan hasil kesehatan yang efisien dan efektif dalam jangka panjang. Salah satu tujuan utama penggunaan teknologi seluler di bidang kesehatan adalah untuk meningkatkan kualitas dan akses pelayanan kesehatan (Mohammed et al., 2017). Menurut Kuek Yu Chuang, statistik pengguna internet mobile meningkat di Makassar dari 34% (2011) naik 59% (2012). Peningkatan penggunaan internet di Kota Makassar memberi peluang untuk mengembangkan aplikasi yang dapat digunakan oleh masyarakat sebagai media edukasi dalam meningkatkan literasi kesehatan digital untuk meningkatkan pengetahuan dan manajemen diri dalam mengelola penyakit hipertensi secara mandiri di rumah dan diharapkan aplikasi SMH memberikan kontribusi terhadap peningkatan pelayanan pemeriksaan tekanan darah dan kontrol tekanan darah (TD) di Kota Makassar yang mengalami penurunan selama pandemi covid-19 dan pasca pandemi covid-19.

Pernyataan Masalah

Rendahnya persentase pelayanan pemeriksanaan tekanan darah tinggi atau hipertensi (HT) di beberapa Puskesmas Kota Makassar, sehingga menyebabkan kurangnya kontrol terhadap tekanan darah pada pasien khususnya lansia dan menyebabkan pasien lansia tidak banyak mendapatkan edukasi dari petugas kesehatan tentang penantalaksanaan penyakit mereka. Pengetahuan yang kurang berdampak terhadap rendahnya efikasi diri pada pasien dalam perawatan kesehatan lansia. Menurut Kim et al, (2020), bahwa pentingnya tindakan promosi kesehatan oleh petugas kesehatan dalam pengendalian hipertensi pada lansia. Pada penelitian ini, tingkat pengetahuan pasien lansia di semua kelompok cukup rendah tentang penyakit hipertensi seperti gejala, penyebab, dan dampak penyakit hipertensi, disebabkan karena kurangnya motivasi lansia untuk mengunjungi pelayanan kesehatan seperti posbindu dan puskesmas dan mencari tahu informasi terkait penyakit hipertensi. Pernyataan yang sama hasil penelitian Putri et al., (2021), mengatakan bahwa pasien hipertensi lansia tidak termotivasi untuk pergi ke puskesmas terpadu lansia untuk memeriksakan kondisinya.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran, kesehatan sebagai hak asasi manusia harus diwujudkan dalam bentuk pemberian berbagai upaya kesehatan kepada seluruh masyarakat melalui penyelenggaraan pembangunan kesehatan yang berkualitas dan terjangkau oleh masyarakat. Menurut WHO Teknologi digital, seperti teknologi nirkabel berpotensi untuk merevolusi bagaimana populasi berinteraksi dengan pelayanan kesehatan nasional. Kesehatan digital khususnya mHealth terbukti meningkatkan kualitas dan cakupan perawatan, meningkatkan akses ke informasi pelayanan kesehatan, dan keterampilan, serta mendorong perubahan positif dalam perilaku kesehatan untuk mencegah timbulnya penyakit akut dan kronis (WHO, 2019). Implementasi penggunaan teknologi pada sektor pelayanan kesehatan belum banyak, sementara pengguna internet mengalami peningkatan setiap tahunnya (lihat grafik 1). Pemerintah memiliki kewajiban untuk memberikan jaminan atas pelayanan kesehatan yang berkualitas dan dapat diakses bagi seluruh lapisan masyarakat baik secara offline maupun secara online.

Grafik 1 Jumlah Pengguna Internet di Indonesia

https://data.goodstats.id/statistic/1853-juta-pengguna-internet-tercatat-di-indonesia-pada-2024-JFNoa

 

Ukuran Masalah

Pelayanan hipertensi sudah dilaksanakan namun belum mencapai hasil yang maksimal. Sebagaimana ditunjukkan dari data capaian SPM di Kota Makassar selama tiga tahun terakhir. Hal ini dapat terlihat pada grafik di bawah ini:

Grafik 2. Persentase Pelayanan Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi) di Kota Makassar Tahun 2020-2022

Sumber: Bidang P2PL Dinas Kesehatan Kota Makassar, 2020-2022

Grafik 3. Persentase Pasien Hipertensi Mendapat Pelayanan Kesehatan di Puskesmas Kota Makassar Tahun 2021

Sumber: Profil Kesehatan (Dinkes Kota Makassar 2021)

Hasil Penelitian

Pengembangan prototype Aplikasi SMH yang kami kembangkan diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pasien hipertensi dalam mendapatkan pelayanan kesehatan dan membantu petugas kesehatan dalam memberikan edukasi kepada pasien yang tidak terjangkau. Banyak penelitian telah dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas intervensi self management berbasis teknologi digital seperti smartphone di berbagai pusat kesehatan masyarakat di seluruh dunia. Dalam systematic review oleh Mclean et al., (2016), mensintesa bukti penggunaan interactive digital interventions (IDIs) di berbagai dunia untuk mendukung manajemen diri pasien hipertensi dewasa dan melihat dampak pengendalian dan pengurangan tekanan darah (TD). Studi tersebut menemukan bukti bahwa intervensi digital interaktif dapat menurunkan tekanan darah sistolik (TDS) sebesar 3,74 mmHg dan tekanan darah diastolik (TDD) sebesar 2,37 mmHg secara signifikan. Li et al., (2019), juga menemukan bahwa intervensi manajemen diri berbasis mHealth merupakan program yang layak dan efisien untuk membantu pasien hipertensi paruh baya dan lansia di komunitas China untuk menurunkan tekanan darah dan meningkatkan manajemen diri mereka.

Bengtsson, menekankan bahwa pelayanan kesehatan profesional perlu memahami kebutuhan dan keadaan setiap pasien, untuk mendukung manajemen diri pasien, sehingga perlu pengembangan sistem manajemen dan pelaporan mandiri melalui telepon seluler (Bengtsson et al., 2014), begitupun dengan penelitian (Harmon Still et al., 2018) mengatakan ada kebutuhan untuk mengembangkan intervensi manajemen mandiri bagi pasien HT yang terintegrasi dengan teknologi, yang dapat membantu meningkatkan kualitas pengendalian tekanan darah (TD).

Hasil dari penelitian ini (Harun et al., 2024), adalah terbentuknya prototype aplikasi SMH berbasis android yang mempunyai konten layak, mudah digunakan, sangat bermanfaat, dan terpercaya sehingga meningkatkan niat lansia untuk menggunakan aplikasi SMH sebagai media edukasi dan manajemen diri. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pada pengetahuan sebelum dan sesudah perlakuan dikelompok intervensi maupun kelompok kontrol begitu juga dengan efikasi diri (p<0.05). Perubahan nilai pre ke post-test terlihat semua lansia (100%) mengalami peningkatan pengetahuan dan efikasi diri di kelompok intervensi, sedangkan di kelompok kontrol sebagian besar meningkat (98%) mengalami peningkatan pengetahuan dan efikasi diri. Perbedaan yang signifikan pada manajemen diri beserta indikatornya yaitu manajemen diet, manajemen pengobatan, manajemen penatalaksanaan penyakit, dan kepatuhan kontrol tekanan darah sebelum dan sesudah intervensi di kelompok intervensi maupun kelompok kontrol (p<0.05). N-Gain Score

dikelompok intervensi untuk variabel manajemen diri meliputi kepatuhan kontrol tekanan darah, manajemen diet, manajemen pengobatan berkisar 57,50% – 64,30% yang tergolong cukup efektif. Hasil uji statistik memperlihatkan perbedaan yang signifikan pada tekanan darah sistolik dan diastolik dari bulan pertama sampai bulan keempat, pada kelompok intervensi disemua pengukuran tekanan darah sistolik dan diastolik terlihat perbedaan yang bermakna terjadi penurunan TD setiap bulan (p<0.05). Setelah 4 bulan intervensi, ada perbedaan yang signifikan pada kualitas hidup lansia dari domain fisik dan psikologis, sebelum dan sesudah perlakuan di kelompok intervensi (<0.05). Gambar penurunan tekanan darah setiap bulan (lihat gambar 1). Kesimpulan: Aplikasi SMH terbukti efektif dapat meningkatkan pengetahuan tentang HT, efikasi diri, manajemen diri dan mengendalikan TD serta kualitas hidup lansia dengan HT.

Gambar 1. Perubahan tekanan darah dari waktu ke waktu (data primer)

Implikasi Penelitian

  1. Hasil penelitian ini dapat meningkatkan literasi kesehatan digital pasien hipertensi dan membantu pasien untuk meningkatkan manajemen diri dalam mengelola penyakit hipertensi secara mandiri di rumah
  2. Hasil penelitian ini memberikan kontribusi terhadap peningkatan pelayanan pemeriksaan tekanan darah tinggi atau hipertensi di Kota Makassar yang mengalami penurunan pasca pandemi covid-19.

Target Policy Brief

  1. Wali Kota Makassar
  2. Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar
  3. Puskesmas di Kota Makassar
  4. Camat di Kota Makassar
  5. Kader Kesehatan
  6. Masyarakat

Rekomendasi

  1. Untuk pasien dan keluarga
    a. Aplikasi SMH disarankan dapat digunakan secara berkelanjutan, sebagai salah satu media edukasi bagi pasien lansia dengan hipertensi. Aplikasi ini juga dapat digunakan dalam mengelola penyakit hipertensi secara mandiri di rumah
    b. Aplikasi SMH bisa dijadikan alat kontrol tekanan darah dan catatan pribadi pasien seperti mengatur jadwal minum obat, menyimpan hasil pemeriksaan TD, mengatur jadwal olahraga dan kunjungan ke puskesmas.
  2. Petugas Puskesmas
    a. Memfasilitasi keberlanjutan pelaksanaan dukungan manajemen diri dalam pengelolaan penyakit hipertensi berbasis aplikasi SMH pada pasien hipertensi
    b. Diharapkan kepada tenaga kesehatan khususnya pengelola posbindu PTM dan prolanis dalam memberikan edukasi kepada pasien hipertensi dapat mengkombinasikan edukasi kesehatan di puskesmas atau posbindu dengan edukasi berbasis Aplikasi SMH
    c. Perlu upaya peningkatan pengetahuan, keterampilan dan kemampuan para petugas kesehatan yang berada di puskesmas maupun posbindu dalam bentuk pelatihan penguasaan dan penggunaan aplikasi, sehingga aplikasi SMH dapat digunakan oleh para petugas untuk dapat mempermudah jangkauan pelayanan di wilayah kerja puskesmas
  3. Dinas Kesehatan Kota Makassar
    a. Sebagai bahan pertimbangan bagi Dinas Kesehatan Kota untuk membuat kebijakan dengan mengadopsi model pengembangan Aplikasi SMH sebagai media edukasi yang inovatif dalam pemberian pelayanan kesehatan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif secara komprehensif.
    b. Optimalisasi peran kader posbindu PTM dalam meningkatkan literasi bagi lansia dengan hipertensi untuk pengelolaan penyakit hipertensi
    c. Kebijakan ini diharapkan dapat mencegah lebih awal pasien hipertensi terkena risiko komplikasi yang lebih aparah seperti stroke dan jantung
  4. Untuk penelitian selanjutnya
    a. Peneliti selanjutnya dalam melaksanakan intervensi manajemen diri berbasis aplikasi sebaiknya usia sampel ≥18 tahun, yang sebagian besar menguasai teknologi agar lebih mudah dalam penerapannya.
    b. Peneliti selanjutnya bisa menyempurnakan pengembangkan aplikasi SMH dengan memberikan saran dan masukan pada pasien dari hasil asesmen diri yang memiliki nilai rendah atau berisiko terhadap kesehatan pasien dengan membalas pesan secara otomatis dalam hitungan detik yang merupakan program kecerdasan buatan (artificial intelegence).
    c. Penelitian berbasis teknologi untuk pasien hipertensi sebaiknya dilakukan di daerah yang sulit mendapatkan pelayanan kesehatan oleh petugas kesehatan, agar pasien bisa memperoleh edukasi kesehatan sehingga dapat meningkatkan pengetahuan pasien tentang pengelolaan penyakit hipertensi.

Daftar Pustaka

Bengtsson, U., Kasperowski, D., Ring, L., & Kjellgren, K. (2014). Developing an interactive mobile phone self-report system for self-management of hypertension. Part 1: Patient and professional perspectives. Blood Pressure, 23(5), 288–295. https://doi.org/10.31 09/08037051.2014.883203

Dinas Kesehatan Kota Makassar (2021) Profil Dinas Kesehatan Kota Makassar.

Harmon Still, C., Jones, L.M., Moss, K.O., Variath, M., & Wright, K.D. (2018). African American Older Adults’ Perceived Use of Technology for Hypertension Self-Management. Research in Gerontological Nursing, 11(5), 249–256. https://doi.org/10.3928/19404921- 20180809-02

Harun, H., Amiruddin, R., Arsin, AA., Salam, A.,Sudaryo, MK., Muh Syafar, H., Salmah, AU., Natsir, S (2024). The Effectiveness Of The Self Management Hypertension Application In Increasing Knowledge And Self Efficacy Of The Elderly With Hypertension In Makassar City. 19, 202.

https://doi.org/10.18011/2024.01(1).732-745

Harun, H., Amiruddin, R., Arsin, AA., Salam, A.,Sudaryo, MK., Muh Syafar, H., Salmah, AU., Natsir, S (2024). Development and Feasibility Test of the Self-Management Hypertension (SMH) Application for Elderly People with Hypertension in Makassar City. Pharmacognosy Journal, Vol 16, Issue 3, May-June, 2024

https://data.goodstats.id/statistic/1853-juta-pengguna-internet-tercatat-di-indonesia-pada-2024-JFNoa Kim, A. S., Jang, M. H., Park, K. H., & Min, J. Y. (2020). Effects of self-efficacy, depression, and anger

on health-promoting behaviors of Korean elderly women with hypertension. International Journal of Environmental Research and Public Health, 17(17), 1–14.

https://doi.org/10.3390/ijerph17176296

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2019 Tentang Standar Teknis Pemenuhan Mutu Pelayanan Dasar Pada Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 71 Tahun 2015 Tentang Penanggulangan Penyakit Tidak Menular

https://www.kominfo.go.id/content/detail/2465/statistik-pertumbuhan-internet-di-semarang-dan- makassar-melejit/0/sorotan_media

Li, X., Li, T., Chen, J., Xie, Y., An, X., Lv, Y., & Lin, A. (2019). A WeChat-Based Self-Management Intervention for Community Middle-Aged and Elderly Adults with Hypertension in Guangzhou, China: A Cluster- Randomized Controlled Trial. International Journal of Environmental Research and Public Health, 16(21). https://doi. org/10.3390/ijerph16214058

Mohammed, M.A., Bright, ASK, Apostolic, C., Ashigbe, F.D., & Somuah, C. (2017). Mobile-Based Medical Health Application Medi-Chat App. INTERNATIONAL JOURNAL OF SCIENTIFIC & TECHNOLOGY RESEARCH, 6, 5. www.ijstr.org

McLean, G., Band, R., Saunderson, K., Hanlon, P., Murray, E., Little, P., Mcmanus, R. J., Yardley, L., & Mair, F. S. (2016). Digital interventions to promote self-management in adults with

hypertension systematic review and meta-analysis. In Journal of Hypertension (Vol. 34, Issue 4, pp. 600–612). Lippincott Williams and Wilkins. https://doi.org/10.1097/HJH.0000000000000859

Putri, S. E., Rekawati, E., Nurviyandari, D., & Wati, K. (2021). Effectiveness of self management on adherence to self-care and on health status among elderly people with hypertension. In Journal of Public Health Research (Vol. 10, Issue s1).

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 71 Tahun 2015 Tentang Penanggulangan Penyakit Tidak Menular

Pemerintah Kota Makassar. Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Dinas Kesehatan Kota Makassar, Bidang P2PL Tahun 2022

Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004 Tentang Praktik Kedokteran,

World Health Organization Recommendations on digital interventions for health system strengthening Executive Summary. (2019). http://apps.who.int/bookorders

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Camat Rappocini Hadiri Peringatan HUT ke-26 DWP Kota Makassar

16 Desember 2025 - 16:23 WITA

Kecamatan Rappocini Gerak Cepat, RT/RW Jadi Motor Program Makassar Bebas Sampah

14 Desember 2025 - 20:28 WITA

Sekcam Rappocini Hadiri Rapat Formulir UKL-UPL Pembangunan Perumahan di Minasaupa

11 Desember 2025 - 21:25 WITA

Perkuat Tata Kelola, Sekcam Rappocini Ikuti Bimtek Manajemen Risiko Pemkot Makassar

11 Desember 2025 - 19:40 WITA

Wali Kota Makassar dan Bapenda Terima Audiensi PT. Indora Global Film, Bahas Penayangan Film “Badik”

14 Oktober 2025 - 20:06 WITA

Trending di Uncategorized