Menu

Mode Gelap
Fatma Wahyuddin, Ketua Fraksi Demokrat Sulsel, Lantang Desak Kadisdik Sulsel Cari Solusi Akses SMA di Wilayah Tanpa Sekolah Negeri Sekda Makassar Tekankan Penguatan Karakter Lewat Pendidikan Antikorupsi Pemkot Makassar Dapat Restu Kemendagri, Seleksi Direksi PDAM Dilanjutkan Tanpa Ulang Tahapan Makassar Menuju Pusat Peradaban Budaya: Dinas Kebudayaan Matangkan Konsep Taman Budaya Lewat FGD Strategis Seleksi Ketat di GOR Sudiang, Sulsel Kirim Sinyal Kuat ke Timnas U17 Wujudkan Kota Inklusif, Sekda Makassar Dorong Penanganan ODGJ Terpadu

BERANDA

DPRD Kota Makassar Sampaikan Apresiasi pada Peringatan Hari Buruh 2025: “Setiap Profesi Layak Dihargai”

badge-check


					DPRD Kota Makassar Sampaikan Apresiasi pada Peringatan Hari Buruh 2025: “Setiap Profesi Layak Dihargai” Perbesar

MAKASSAR, CAHAYASULSEL.COM – Dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) yang jatuh pada Kamis, 1 Mei 2025, DPRD Kota Makassar menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi kepada seluruh pekerja yang menjadi garda penting pembangunan kota.

Melalui akun resmi media sosialnya, DPRD Makassar menulis pesan penuh makna:

“Setiap profesi memiliki ceritanya masing-masing, namun satu hal yang pasti: semua layak untuk dihargai.”

Pimpinan beserta anggota DPRD Kota Makassar juga menyampaikan penghargaan atas dedikasi kaum buruh:

“Selamat Hari Buruh 2025 untuk para pejuang yang terus melangkah meski diterpa kerasnya kehidupan. Setiap hak kalian layak untuk diperjuangkan.”

Hari Buruh yang diperingati setiap 1 Mei memiliki sejarah panjang sebagai simbol perjuangan kelas pekerja untuk mendapatkan hak-hak industrial dan kondisi kerja yang lebih baik. Di banyak negara, termasuk Indonesia, tanggal ini ditetapkan sebagai hari libur nasional sebagai wujud penghormatan atas kontribusi buruh dalam pembangunan sosial dan ekonomi.

Perjuangan tersebut berawal dari kondisi kerja yang buruk pada awal abad ke-19, ketika jam kerja pekerja di Eropa Barat dan Amerika Serikat bisa mencapai 19 hingga 20 jam per hari dengan upah rendah dan lingkungan kerja tidak layak.

Salah satu tonggak sejarah penting terjadi pada 1806 ketika pekerja Cordwainers di Amerika Serikat menggelar aksi mogok menuntut pembatasan jam kerja. Meski para penggerak aksi menghadapi proses hukum, peristiwa tersebut menjadi awal kesadaran kolektif untuk menuntut jam kerja yang manusiawi.

Sejak saat itu, gerakan buruh di seluruh dunia terus menggemakan tuntutan atas keadilan, kesejahteraan, dan hak-hak pekerja—sebuah perjuangan yang hingga kini menjadi fondasi peringatan Hari Buruh Internasional.

Dengan semangat tersebut, DPRD Kota Makassar mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menghargai dan mendukung kontribusi para pekerja yang menjadi pilar kemajuan kota.

Baca Lainnya

Fatma Wahyuddin, Ketua Fraksi Demokrat Sulsel, Lantang Desak Kadisdik Sulsel Cari Solusi Akses SMA di Wilayah Tanpa Sekolah Negeri

12 Mei 2026 - 16:21 WITA

Sekda Makassar Tekankan Penguatan Karakter Lewat Pendidikan Antikorupsi

11 Mei 2026 - 21:17 WITA

Pemkot Makassar Dapat Restu Kemendagri, Seleksi Direksi PDAM Dilanjutkan Tanpa Ulang Tahapan

11 Mei 2026 - 19:30 WITA

Makassar Menuju Pusat Peradaban Budaya: Dinas Kebudayaan Matangkan Konsep Taman Budaya Lewat FGD Strategis

7 Mei 2026 - 20:24 WITA

Seleksi Ketat di GOR Sudiang, Sulsel Kirim Sinyal Kuat ke Timnas U17

6 Mei 2026 - 09:32 WITA

Trending di BERANDA