Menu

Mode Gelap
Menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Fatma Wahyuddin Sampaikan Pesan Silaturahmi dan Kebersamaan Inspiratif! Ketua RW 05 Mangasa Rela Nol Gaji Demi Warga, Fasilitas Gratis Jadi Bukti Nyata DPC APPI Kecamatan Makassar: Penertiban PK5 oleh Camat Jadi Contoh Pendekatan Beradab Aksi Sosial Ramadhan, Perindo Makassar Gandeng UMKM Bagikan Takjil Gratis untuk Warga Jelang Idulfitri, Camat Tallo Pimpin Patroli Gabungan Sikat Potensi Gangguan Kamtibmas Kecamatan Tallo Siapkan Gerakan Pangan Murah, Langkah Nyata Jaga Harga Sembako Jelang Hari Raya

PEMERINTAHAN

Wabup Bantaeng Tegaskan Komitmen Tekan Stunting: Prevalensi Turun, Kolaborasi Diperkuat

badge-check


					Wakil Bupati Bantaeng, H. Sahabuddin, memimpin langsung pertemuan tersebut. Perbesar

Wakil Bupati Bantaeng, H. Sahabuddin, memimpin langsung pertemuan tersebut.

BANTAENG, CAHAYASULSEL.COM –  Pemerintah Kabupaten Bantaeng kembali menunjukkan komitmennya dalam menekan angka stunting. Bertempat di Ruang Rapat Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Selasa (27/5).

Bantaeng mengikuti Penilaian Kinerja Pelaksanaan Aksi Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten/Kota Lokus 2024 Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2025. Kegiatan ini berlangsung secara hybrid dan melibatkan Tim Percepatan Penanggulangan Stunting (TPPS) Sulsel.

Wakil Bupati Bantaeng, H. Sahabuddin, memimpin langsung pertemuan tersebut. Ia didampingi oleh Sekretaris Dinas Kesehatan H. Iwan Setiawan, Kepala DPMPTSP Yohanes PHR Romuti, serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Dalam pemaparannya, Wabup Sahabuddin menekankan bahwa isu stunting adalah persoalan serius yang harus menjadi prioritas bersama, mengingat dampaknya yang besar terhadap kualitas tumbuh kembang anak, sebagai generasi penerus bangsa.

“Stunting bukan sekadar data, tapi tentang masa depan anak-anak kita. Maka dari itu, upaya percepatan penurunan stunting harus dilakukan secara kolaboratif dan berkelanjutan,” tegasnya.

Kabupaten Bantaeng mencatatkan tren positif dalam penanganan stunting. Berdasarkan data ePPGM, angka prevalensi stunting tahun 2023 berada di angka 5,84%, dan berhasil turun menjadi 5,20% pada tahun 2024. Sementara itu, jumlah desa/kelurahan yang menjadi lokus stunting juga mengalami peningkatan perhatian, dari 10 wilayah pada 2024 menjadi 14 wilayah pada rencana tahun 2025.

Lebih lanjut, Wabup Sahabuddin menyampaikan bahwa seluruh elemen Pemerintah Daerah Bantaeng telah bersinergi dalam menjalankan strategi percepatan penurunan stunting, yang sejalan dengan visi misi nasional, yakni Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia.

Dengan semangat kolaborasi lintas sektor, Pemkab Bantaeng optimistis dapat terus menurunkan angka stunting secara signifikan, dan menciptakan generasi Bantaeng yang sehat, cerdas, dan unggul.**(Bars)

Baca Lainnya

Menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Fatma Wahyuddin Sampaikan Pesan Silaturahmi dan Kebersamaan

20 Maret 2026 - 23:38 WITA

Inspiratif! Ketua RW 05 Mangasa Rela Nol Gaji Demi Warga, Fasilitas Gratis Jadi Bukti Nyata

17 Maret 2026 - 22:52 WITA

DPC APPI Kecamatan Makassar: Penertiban PK5 oleh Camat Jadi Contoh Pendekatan Beradab

17 Maret 2026 - 22:19 WITA

Aksi Sosial Ramadhan, Perindo Makassar Gandeng UMKM Bagikan Takjil Gratis untuk Warga

16 Maret 2026 - 19:11 WITA

Jelang Idulfitri, Camat Tallo Pimpin Patroli Gabungan Sikat Potensi Gangguan Kamtibmas

15 Maret 2026 - 02:11 WITA

Trending di BERANDA