Menu

Mode Gelap
Dinas Kebudayaan Kota Makassar Hadiri Festival Sao Raja Tana Daeng, Hidupkan Semangat Pelestarian Budaya Tebar Berkah Iduladha, Fraksi Demokrat DPRD Sulsel Sembelih Dua Ekor Hewan Qurban Fatma Wahyuddin Resmi Pimpin IKA SMADA 98, Dilantik Langsung Ketua Umum pada Agenda TSN II Fatma Wahyuddin, Ketua Fraksi Demokrat Sulsel, Lantang Desak Kadisdik Sulsel Cari Solusi Akses SMA di Wilayah Tanpa Sekolah Negeri Sekda Makassar Tekankan Penguatan Karakter Lewat Pendidikan Antikorupsi Pemkot Makassar Dapat Restu Kemendagri, Seleksi Direksi PDAM Dilanjutkan Tanpa Ulang Tahapan

PEMERINTAHAN

Wabup Bantaeng Tegaskan Komitmen Tekan Stunting: Prevalensi Turun, Kolaborasi Diperkuat

badge-check


					Wakil Bupati Bantaeng, H. Sahabuddin, memimpin langsung pertemuan tersebut. Perbesar

Wakil Bupati Bantaeng, H. Sahabuddin, memimpin langsung pertemuan tersebut.

BANTAENG, CAHAYASULSEL.COM –  Pemerintah Kabupaten Bantaeng kembali menunjukkan komitmennya dalam menekan angka stunting. Bertempat di Ruang Rapat Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Selasa (27/5).

Bantaeng mengikuti Penilaian Kinerja Pelaksanaan Aksi Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten/Kota Lokus 2024 Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2025. Kegiatan ini berlangsung secara hybrid dan melibatkan Tim Percepatan Penanggulangan Stunting (TPPS) Sulsel.

Wakil Bupati Bantaeng, H. Sahabuddin, memimpin langsung pertemuan tersebut. Ia didampingi oleh Sekretaris Dinas Kesehatan H. Iwan Setiawan, Kepala DPMPTSP Yohanes PHR Romuti, serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Dalam pemaparannya, Wabup Sahabuddin menekankan bahwa isu stunting adalah persoalan serius yang harus menjadi prioritas bersama, mengingat dampaknya yang besar terhadap kualitas tumbuh kembang anak, sebagai generasi penerus bangsa.

“Stunting bukan sekadar data, tapi tentang masa depan anak-anak kita. Maka dari itu, upaya percepatan penurunan stunting harus dilakukan secara kolaboratif dan berkelanjutan,” tegasnya.

Kabupaten Bantaeng mencatatkan tren positif dalam penanganan stunting. Berdasarkan data ePPGM, angka prevalensi stunting tahun 2023 berada di angka 5,84%, dan berhasil turun menjadi 5,20% pada tahun 2024. Sementara itu, jumlah desa/kelurahan yang menjadi lokus stunting juga mengalami peningkatan perhatian, dari 10 wilayah pada 2024 menjadi 14 wilayah pada rencana tahun 2025.

Lebih lanjut, Wabup Sahabuddin menyampaikan bahwa seluruh elemen Pemerintah Daerah Bantaeng telah bersinergi dalam menjalankan strategi percepatan penurunan stunting, yang sejalan dengan visi misi nasional, yakni Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia.

Dengan semangat kolaborasi lintas sektor, Pemkab Bantaeng optimistis dapat terus menurunkan angka stunting secara signifikan, dan menciptakan generasi Bantaeng yang sehat, cerdas, dan unggul.**(Bars)

Baca Lainnya

Dinas Kebudayaan Kota Makassar Hadiri Festival Sao Raja Tana Daeng, Hidupkan Semangat Pelestarian Budaya

6 Juni 2026 - 10:38 WITA

Tebar Berkah Iduladha, Fraksi Demokrat DPRD Sulsel Sembelih Dua Ekor Hewan Qurban

29 Mei 2026 - 16:28 WITA

Fatma Wahyuddin Resmi Pimpin IKA SMADA 98, Dilantik Langsung Ketua Umum pada Agenda TSN II

23 Mei 2026 - 15:51 WITA

Fatma Wahyuddin, Ketua Fraksi Demokrat Sulsel, Lantang Desak Kadisdik Sulsel Cari Solusi Akses SMA di Wilayah Tanpa Sekolah Negeri

12 Mei 2026 - 16:21 WITA

Sekda Makassar Tekankan Penguatan Karakter Lewat Pendidikan Antikorupsi

11 Mei 2026 - 21:17 WITA

Trending di BERANDA