BANTAENG, CAHAYASULSEL.COM – Suasana penuh haru dan kebanggaan menyelimuti Lapangan Pondok Pesantren Al-Mansur, Biangloe, Minggu (1/6/2025). Ribuan santri dan wali murid menghadiri momen penamatan siswa Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah Al-Mansur tahun ajaran 2024/2025.
Acara ini makin istimewa dengan kehadiran langsung Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzy Nurdin, yang akrab disapa Uji Nurdin. Ia datang didampingi ayahandanya, mantan Bupati Bantaeng dua periode sekaligus tokoh nasional, Prof. Nurdin Abdullah.
Tak hanya menyaksikan prosesi penamatan, Bupati Uji juga meresmikan Masjid Center Nur Al-Mansur Tamarunang Bantaeng, sebuah simbol baru kebangkitan pendidikan dan spiritualitas di kawasan ini.
Dalam sambutannya, Uji Nurdin menyampaikan pesan yang menyentuh hati kepada para siswa.
“Pulang dari sini, langsung cium tangan dan peluk orang tua kalian. Ucapkan terima kasih. Karena sejauh apapun kalian melangkah, itu semua berkat doa dan pengorbanan mereka,” ujarnya disambut tepuk tangan para hadirin.
Ia juga mengingatkan pentingnya menghargai jasa para guru: “Tanpa guru, kita tak akan mengerti arah.”
Sebagai bupati termuda di Sulawesi Selatan, Uji menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh kemajuan pendidikan di pesantren. Termasuk perbaikan infrastruktur akses ke Pondok Pesantren Al-Mansur.
“Soal jalan, segera selesaikan administrasinya. Insyaallah, secepatnya kita aspal,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Pendidikan Islam Al-Mansur, Syarifuddin, memberikan apresiasi mendalam kepada Prof. Nurdin Abdullah.
“Tahun 2023 lalu, beliau yang meletakkan batu pertama pembangunan masjid ini. Sekarang, anak beliau yang meresmikannya. Ini bukti nyata dukungan keluarga besar Nurdin untuk pendidikan Islam di Bantaeng,” ungkapnya.
Acara penamatan ini tak sekadar seremoni kelulusan, tapi juga menjadi momentum refleksi, syukur, dan semangat baru dalam membangun generasi muda yang berakhlak, cerdas, dan berdaya saing.**(Bars)














