MAKASSAR, CAHAYASULSEL.COM – Program Koperasi Merah Putih yang digulirkan pemerintah pusat menuai sorotan dari DPRD Kota Makassar. Anggota Komisi B, Hartono (Fraksi PKS), menilai pembentukan koperasi di tingkat kelurahan berjalan terlalu cepat dan minim perencanaan. (2/06/25)
“Banyak koperasi dibentuk hanya demi mengejar target administratif, tanpa arah usaha dan struktur organisasi yang jelas,” ujar Hartono. Ia menambahkan, sejumlah pengurus bahkan ditunjuk tanpa pelatihan dan belum memahami bidang usaha yang akan dijalankan.
Menurutnya, tenggat waktu yang sempit membuat lurah terdesak sehingga mengambil langkah instan. “Jika pola ini dibiarkan, koperasi bisa berubah menjadi beban baru dan rawan masalah di kemudian hari,” tegasnya.
Saat ini tercatat 149 Koperasi Merah Putih telah berdiri di Makassar. Hartono pun mendesak Dinas Koperasi untuk melakukan pengawasan ketat dan pembinaan serius, termasuk konsolidasi agar visi dan tujuan koperasi seragam.
Senada, Arifin Majid (Fraksi Golkar) mendukung semangat program namun mengingatkan bahwa koperasi bukan proyek jangka pendek. “Kalau hanya kejar jumlah, hasilnya nol. Dinas harus aktif turun ke lapangan dan membimbing pengurus agar mampu mengelola koperasi secara profesional,” katanya.Pakar ekonomi lokal menilai pentingnya pelatihan manajemen dan akses permodalan agar koperasi benar-benar berperan sebagai penggerak ekonomi masyarakat. Tanpa penguatan sumber daya manusia, koperasi dikhawatirkan hanya menjadi wadah tanpa aktivitas produktif yang berkelanjutan.
Sementara itu, Dinas Koperasi Kota Makassar menyatakan akan menyiapkan program pendampingan berkelanjutan. Langkah ini meliputi bimbingan teknis, monitoring berkala, serta fasilitasi kemitraan dengan sektor swasta untuk memperkuat usaha koperasi.
Sejumlah warga menilai Koperasi Merah Putih bisa menjadi peluang meningkatkan perekonomian keluarga jika dikelola serius. Mereka berharap kehadiran koperasi tidak sekadar formalitas, melainkan mampu menghadirkan manfaat nyata, seperti penyediaan modal usaha mikro dan program pemasaran hasil produksi lokal.














