MAKASSAR, CAHAYASULSEL.COM – Kondisi memprihatinkan Lapangan Karebosi, ikon ruang terbuka hijau di pusat Kota Makassar, kini mendapat sorotan serius. DPRD Kota Makassar bersama Wali Kota Munafri Arifuddin menegaskan komitmen untuk melakukan pembenahan menyeluruh agar kawasan ini kembali menjadi kebanggaan warga.
Sekretaris Komisi D DPRD Makassar, Fahrizal Arrahman Husain, menyayangkan kerusakan fasilitas publik yang dulunya ramai dimanfaatkan masyarakat, terutama para lansia, untuk berolahraga dan bersosialisasi.
“Dulu jalur jogging di Karebosi masih nyaman digunakan, sekarang banyak yang rusak dan terbengkalai. Padahal, lapangan ini punya peran penting sebagai ruang publik yang sehat dan inklusif,” ujarnya, Senin (16/6/2025).
Fahrizal meminta agar revitalisasi Karebosi masuk prioritas pembahasan Badan Anggaran dan APBD Perubahan. Fokus awalnya adalah perbaikan lintasan jogging dan pemulihan fasilitas publik agar kembali optimal. Ia juga menyoroti proyek rehabilitasi sebelumnya yang gagal tuntas.
“Kontraktor tidak mampu melanjutkan pekerjaan karena modal tak cukup. Ke depan, proses lelang harus lebih ketat dan jaminan bank diverifikasi sungguh-sungguh, bukan sekadar formalitas,” tegasnya.
Sementara itu, Wali Kota Munafri Arifuddin (Appi) telah meninjau langsung kondisi Karebosi bersama Ketua KONI Makassar, H. Ismail, pada 9 Juni 2025. Ia mengaku prihatin melihat kerusakan dan ketidakteraturan kawasan.
“Sekarang kondisinya membingungkan, tidak bisa disebut taman, bukan pula hutan. Jelas butuh penanganan menyeluruh,” kata Munafri.
Pemkot berencana menata ulang Karebosi secara total, mulai dari desain hingga pelaksanaan fisik. Rencana ini meliputi perbaikan fasilitas olahraga, pembenahan trotoar, dan pengaturan pedestrian agar kawasan lebih aman dan ramah untuk semua kalangan.
“Tidak boleh sekadar tambal sulam. Kita desain ulang agar Karebosi kembali jadi ruang publik yang representatif,” tegasnya.
Munafri optimistis sinergi antara legislatif dan eksekutif akan mengembalikan Lapangan Karebosi sebagai pusat kegiatan olahraga, sosial, budaya, dan rekreasi masyarakat Makassar.














