Menu

Mode Gelap
Menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Fatma Wahyuddin Sampaikan Pesan Silaturahmi dan Kebersamaan Inspiratif! Ketua RW 05 Mangasa Rela Nol Gaji Demi Warga, Fasilitas Gratis Jadi Bukti Nyata DPC APPI Kecamatan Makassar: Penertiban PK5 oleh Camat Jadi Contoh Pendekatan Beradab Aksi Sosial Ramadhan, Perindo Makassar Gandeng UMKM Bagikan Takjil Gratis untuk Warga Jelang Idulfitri, Camat Tallo Pimpin Patroli Gabungan Sikat Potensi Gangguan Kamtibmas Kecamatan Tallo Siapkan Gerakan Pangan Murah, Langkah Nyata Jaga Harga Sembako Jelang Hari Raya

BERANDA

DPRD Desak Penambahan Kuota Rombel SMP Negeri di Makassar

badge-check


					DPRD Desak Penambahan Kuota Rombel SMP Negeri di Makassar Perbesar

MAKASSAR, CAHAYASULSEL.COM – Ketua Komisi D DPRD Kota Makassar, Ari Ashari Ilham, mendesak Dinas Pendidikan (Disdik) agar segera mengajukan permohonan penambahan kuota rombongan belajar (rombel) ke Kementerian Pendidikan. (20/06/25)

Langkah ini dinilainya mendesak untuk menutup kesenjangan daya tampung SMP negeri yang jauh dari jumlah lulusan SD setiap tahunnya. Dari sekitar 25 ribu lulusan SD negeri, SMP negeri di Makassar hanya mampu menampung sekitar 13 ribu siswa. Artinya, sedikitnya 12 ribu anak berisiko tidak mendapat kursi di sekolah negeri.

“Masalah ini serius. Disdik harus bergerak cepat agar tidak ada anak yang terabaikan dalam sistem pendidikan,” tegas Ari.

Ari menekankan, sekolah tidak bisa menambah rombel secara mandiri karena regulasi kementerian sangat ketat. Jika penambahan dilakukan tanpa persetujuan resmi, siswa tambahan tidak akan memperoleh Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) dan berpotensi tidak bisa menerima ijazah.
“Segala penambahan harus sesuai prosedur. Kalau tidak, yang rugi adalah siswa,” ujarnya.

Meski demikian, Ari optimistis jika pengajuan disertai data kebutuhan riil, Kementerian Pendidikan akan memberi lampu hijau. “Prinsipnya, tidak boleh ada anak yang tidak sekolah,” tambahnya.

Sebagai langkah darurat, Ari mengusulkan peningkatan jumlah siswa per kelas hingga 40 orang, selama ruang dan fasilitas mendukung serta mendapat izin kementerian.
“Kalau memungkinkan, mari kita maksimalkan kapasitas per kelas, tentu tetap sesuai aturan,” sarannya.

Ari menutup pernyataannya dengan mendesak Disdik agar lebih proaktif menjalin komunikasi ke pemerintah pusat. “Jangan hanya menunggu. Ini soal masa depan ribuan anak. Dinas harus turun langsung ke kementerian untuk memastikan penambahan kuota ini terealisasi tahun ini,” tandasnya.

Baca Lainnya

Menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Fatma Wahyuddin Sampaikan Pesan Silaturahmi dan Kebersamaan

20 Maret 2026 - 23:38 WITA

Inspiratif! Ketua RW 05 Mangasa Rela Nol Gaji Demi Warga, Fasilitas Gratis Jadi Bukti Nyata

17 Maret 2026 - 22:52 WITA

DPC APPI Kecamatan Makassar: Penertiban PK5 oleh Camat Jadi Contoh Pendekatan Beradab

17 Maret 2026 - 22:19 WITA

Aksi Sosial Ramadhan, Perindo Makassar Gandeng UMKM Bagikan Takjil Gratis untuk Warga

16 Maret 2026 - 19:11 WITA

Jelang Idulfitri, Camat Tallo Pimpin Patroli Gabungan Sikat Potensi Gangguan Kamtibmas

15 Maret 2026 - 02:11 WITA

Trending di BERANDA