MAKASSAR, CAHAYASULSEL.COM – Kepedulian terhadap pekerja seni jalanan kembali ditunjukkan Pemerintah Kota Makassar. Melalui langkah progresif, Wali Kota Munafri Arifuddin menghadirkan perlindungan Jaminan Hari Tua (JHT) bagi Kelompok Penyanyi Jalanan (KPJ) Makassar melalui program BPJS Ketenagakerjaan.
Langkah ini bukan hanya bentuk penghargaan, tetapi juga pengakuan atas profesi seni jalanan sebagai bagian penting dari wajah budaya kota.
“Pekerja seni adalah penjaga ruang ekspresi publik. Mereka layak mendapat perlindungan sosial, sebagaimana profesi lain,” tegas Munafri saat menerima audiensi KPJ di Balai Kota, Selasa (22/7/2025).
Appi sapaan akrab Wali Kota menegaskan keseriusan Pemkot dalam memperluas cakupan jaminan sosial bagi pekerja rentan, termasuk penyanyi jalanan yang kerap menjadi penghibur sekaligus penggerak atmosfer kota.
“Kami sudah mulai dengan koperasi, RT/RW, pengemudi ojek. Kini giliran musisi jalanan. Ini bagian dari misi Makassar sebagai kota inklusif dan berkeadilan,” tambahnya.
Saat ini, Pemkot Makassar menargetkan cakupan perlindungan sosial pekerja informal bisa meningkat hingga 62 persen di tahun 2025, dengan sekitar 45 ribu pekerja masuk dalam jangkauan manfaat tambahan BPJS Ketenagakerjaan.
Program ini menjadi bukti bahwa pembangunan tak hanya soal infrastruktur, tapi juga soal menjaga martabat dan masa depan setiap warga, apa pun profesinya.
Ketua KPJ Makassar, Bahar Karca, menyambut langkah ini dengan penuh apresiasi.
“Jaminan hari tua bukan hanya soal ekonomi, tapi bentuk penghormatan atas hidup kami sebagai musisi. Terima kasih atas kepedulian Pak Wali,” ujar Bahar.
Selama ini, mayoritas anggota KPJ belum memiliki akses perlindungan sosial, meski mereka bekerja setiap hari di ruang publik—menghibur, menginspirasi, sekaligus menyuarakan keresahan sosial melalui musik.
KPJ Makassar sendiri bukan sekadar komunitas lokal, melainkan jaringan musisi jalanan yang aktif, kreatif, dan berjejaring lintas provinsi. Mereka membawa semangat musik jalanan sebagai alat ekspresi, kritik, dan solidaritas rakyat.
Menjelang usia ke-19 tahun, KPJ tengah menyiapkan dua agenda besar:
Musyawarah Besar (Mubes)
Milad ke-19, yang akan digelar di Taman Hasanuddin.
Bahar berharap, Wali Kota Makassar bisa hadir dan melantik langsung pengurus baru KPJ, sekaligus memberikan semangat kepada para seniman jalanan yang selama ini konsisten menjaga semangat berkesenian di ruang publik.
“Pak Wali merespons sangat terbuka. Kami ingin pertemuan ini jadi awal sinergi baru antara seniman dan pemerintah,” ujarnya.
Agenda milad nanti akan dimeriahkan dengan panggung seni terbuka, pemutaran film dokumenter, diskusi budaya, hingga kolaborasi lintas komunitas, bahkan mengundang tamu dari luar Sulawesi Selatan.
“Kami percaya, Makassar adalah rumah yang ramah bagi para seniman. Semoga KPJ dan pemerintah bisa terus berjalan beriringan, saling menguatkan,” tutup Bahar Karca.














