MAKASSAR, CAHAYASULSEL.COM – Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin bersama Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham mendampingi Menteri Ketenagakerjaan RI, Prof. Dr. Yassierli, dalam kunjungan kerja di Makassar, Sabtu (26/7/2025).
Kunjungan ini dalam rangka Monitoring dan Evaluasi (Monev) Penyaluran Bantuan Subsidi Upah (BSU) Tahun 2025 yang dilaksanakan PT Pos Indonesia di Kantor Cabang Utama Makassar, Jalan Slamet Riyadi.
Munafri menegaskan, program BSU bukan sekadar bantuan sesaat, melainkan upaya pemerintah menjaga daya beli masyarakat, khususnya pekerja berpenghasilan rendah.
“Ini instrumen penting untuk mengurangi tekanan ekonomi para pekerja dan menjaga stabilitas sosial. Kami pastikan distribusi BSU berjalan lancar, tepat sasaran, dan transparan,” ujar Munafri.
Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menyebut penyaluran BSU di Makassar telah mencapai realisasi lebih dari 90 persen. Menurutnya, angka tersebut mencerminkan keseriusan pemerintah dalam memastikan hak-hak pekerja tersalurkan dengan baik.
“90,30 persen bukan sekadar data, tapi bukti kerja keras bersama agar hak-hak pekerja bisa diterima tepat waktu,” ungkap Aliyah. Ia menambahkan, Pemkot Makassar akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat dan PT Pos Indonesia agar bantuan benar-benar dirasakan oleh masyarakat.
Menteri Ketenagakerjaan RI, Prof. Dr. Yassierli, menegaskan kunjungan ini merupakan bagian dari monitoring nasional untuk memastikan program berjalan sesuai target.
“Ini adalah kebijakan Presiden Prabowo untuk mendorong daya beli masyarakat di kuartal kedua. Kami hadir untuk memastikan BSU sampai ke tangan penerima dengan tepat,” jelasnya.
Ia menerangkan, BSU 2025 disalurkan kepada pekerja yang terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan. Penyaluran dilakukan melalui bank pemerintah bagi penerima yang memiliki rekening, sementara sisanya melalui PT Pos Indonesia. Proses ini sudah berjalan selama empat tahun terakhir.
“Data penerima diverifikasi secara ketat. Secara nasional, program ini menyasar hampir 16 juta pekerja,” ujar Yassierli.
Ia juga menekankan bahwa BSU 2025 diberikan untuk periode dua bulan (Juni–Juli) dengan nilai Rp600.000 per penerima. Pemerintah berharap dana tersebut dimanfaatkan untuk kebutuhan prioritas keluarga.
“Kami pastikan penyaluran berjalan cepat, tepat, dan memberi manfaat maksimal,” tutupnya.














