MAKASSAR, CAHAYASULSEL.COM — Komitmen terhadap lingkungan hidup kembali ditegaskan dalam Green Leadership Forum yang digelar di Hotel Sheraton Makassar, Selasa (29/7/2025). Acara ini dihadiri langsung oleh Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya Sugiarto, dan didampingi Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin.
Forum yang diikuti oleh para kepala daerah se-Sulawesi Selatan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menghadapi krisis iklim global serta mencapai target Nationally Determined Contribution (NDC).
Dalam sambutannya, Wamendagri Bima Arya menyoroti pentingnya keberlanjutan antara komitmen global dan implementasi nyata di tingkat lokal.
“Kita sering hadir di forum-forum internasional seperti COP, tapi kalau tidak diterjemahkan ke kebijakan nasional dan eksekusi di daerah, itu hanya jadi seremoni,” tegasnya.
Ia juga mengungkap sejumlah data mencemaskan. Indonesia kini menempati posisi ke-17 dunia untuk kualitas udara terburuk, serta terdapat 170 flora dan 189 fauna yang berada di ambang kepunahan.
“Ini bukan lagi isu masa depan, ini soal sekarang. Kalau kita diam, kita akan kehilangan banyak hal berharga,” lanjut Bima Arya.
Dua sektor yang dianggap paling krusial dan dekat dengan peran pemerintah daerah adalah transportasi dan pengelolaan limbah. Menurutnya, hampir semua kota memiliki permasalahan di dua sektor ini, namun belum ada solusi tuntas.
“Tidak semua kota punya industri, tapi semua kota punya kendaraan dan sampah. Sayangnya belum ada satu kota pun yang benar-benar mampu menangani sampah secara menyeluruh dari hulu ke hilir,” ujarnya.
Bima Arya mendorong para pemimpin daerah untuk membangun ekosistem perubahan yang tidak berhenti pada simbol dan seremonial, tapi menyentuh kebijakan, komunitas, hingga perilaku masyarakat.
“Green leadership itu soal konsistensi, kolaborasi, dan keberanian membuat perubahan nyata,” pungkasnya.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, yang akrab disapa Appi, menyambut hangat arahan Wamendagri dan menyatakan bahwa Pemkot Makassar telah lebih dulu mengambil sejumlah langkah konkret dalam menghadapi isu lingkungan.
“Kami sudah memperkuat edukasi lingkungan sejak dini, memperluas program bank sampah, dan mendorong penggunaan transportasi ramah lingkungan di kota,” jelasnya.
Appi menegaskan, bahwa pembangunan berkelanjutan bukan hanya tanggung jawab administratif, tapi merupakan warisan moral bagi generasi yang akan datang.
“Makassar siap menjadi kota percontohan dalam integrasi kebijakan lingkungan. Tapi tentu ini tidak bisa sendiri. Butuh kolaborasi lintas level, dari pusat sampai ke lorong-lorong kota,” tutup Appi.
Green Leadership Forum ini menjadi ruang refleksi sekaligus aksi, untuk memastikan bahwa setiap daerah mampu mengemban peran penting dalam menjaga bumi—mulai dari kebijakan hingga aksi nyata di lapangan.














