MAKASSAR, CAHAYASULSEL.COM – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menerima kunjungan audiensi dari jajaran Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin (FKG Unhas) di Balai Kota Makassar, Selasa (29/7/2025). Audiensi ini membahas pelaksanaan dua agenda internasional: 2nd International Dental Summer Course 2025 dan National Dental Research Program (NDRP), yang akan digelar pada 17–28 Agustus mendatang.
Dipimpin langsung oleh drg. Ernie Marlina, M.Kes., Ph.D., selaku Wakil Dekan Bidang Kerja Sama Internasional, rombongan FKG Unhas menyampaikan bahwa tahun ini mereka kembali dipercaya menjadi tuan rumah agenda bergengsi berskala global.
“NDRP adalah program tahunan dari asosiasi mahasiswa kedokteran gigi dunia berbasis di Jenewa. Tahun ini, kami bangga dipercaya sebagai penyelenggara,” ujar Ernie.
Kegiatan ini akan melibatkan 20 mahasiswa dari 12 negara, termasuk Inggris, Rumania, dan beberapa negara di Asia Tenggara. Fokus utamanya adalah pada riset akademik di bidang kesehatan gigi dan mulut serta program pengabdian masyarakat di kawasan pesisir Kota Makassar.
“Program ini tidak hanya memperkuat kolaborasi akademik global, tapi juga memberi kontribusi nyata melalui penyuluhan kesehatan langsung ke masyarakat,” jelas Ernie.
Ia juga mengundang Wali Kota untuk hadir dan membuka kegiatan tersebut secara langsung, sebagai bentuk sinergi antara pemerintah daerah dan institusi pendidikan dalam mendukung peningkatan kesehatan masyarakat.
“Kami ingin menunjukkan kepada peserta internasional bahwa Makassar adalah kota yang aktif mendukung kegiatan edukatif, riset, dan aksi sosial,” tambahnya.
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, yang akrab disapa Appi, menyambut baik dan memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif FKG Unhas.
“Kami sangat mendukung penuh program ini. Pendekatan berbasis riset dan pengabdian seperti ini sangat relevan dengan misi kesehatan kota, terutama di wilayah pesisir,” ungkapnya.
Appi menegaskan bahwa Pemerintah Kota Makassar selalu terbuka untuk kolaborasi akademik, terutama yang membawa dampak langsung ke masyarakat.
“Ini bukan sekadar ajang akademik, tetapi bagian dari upaya menjadikan Makassar sebagai kota pembelajaran global. Kita butuh kolaborasi seperti ini,” pungkasnya.
Program ini menjadi bukti bahwa Makassar tidak hanya menjadi ruang bertumbuh bagi warganya, tapi juga panggung penting untuk pertukaran ilmu, budaya, dan solusi global terhadap tantangan kesehatan masyarakat.














