MAKASSAR, CAHAYASULSEL.COM – Pemerintah Kota Makassar melalui Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Sistem Pengadaan Secara Elektronik bertema “Pemanfaatan E-Katalog Versi 6 dalam Belanja Barang dan Jasa Pemkot Makassar”, Selasa (29/7/2025), di Hotel Aston, Jalan Hasanuddin.
Kegiatan ini dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Makassar, Andi Zulkifly, yang menegaskan pentingnya percepatan pengadaan barang dan jasa sebagai kunci pelaksanaan berbagai program prioritas dalam visi misi Sapta MULIA.
“Sebagus apa pun visi kepala daerah, kalau pengadaan barang dan jasa tidak berjalan optimal, maka realisasi program pun akan terganggu,” tegas Zulkifly.
Ia menjelaskan bahwa efisiensi dan akuntabilitas dalam pengadaan sangat krusial, apalagi untuk program strategis seperti pembangunan stadion dan penyediaan pakaian gratis untuk siswa.
“Kita tidak hanya butuh sistem administrasi yang baik, tapi juga SDM yang kompeten dalam memahami regulasi terbaru, termasuk e-katalog versi 6,” ujarnya.
Menurutnya, perubahan regulasi menjadi salah satu penyebab rendahnya realisasi anggaran. Oleh karena itu, kegiatan bimtek ini penting sebagai sarana peningkatan kapasitas SDM, khususnya bagi Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).
“Harapan kita, dengan SDM yang mumpuni, realisasi anggaran meningkat dan program-program prioritas bisa berjalan lebih maksimal,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala BPBJ Setda Makassar, Sibly Muhammad atau akrab disapa Bobi, menjelaskan bahwa bimtek ini merupakan tindak lanjut dari Peraturan Presiden Nomor 46 Tahun 2025 tentang perubahan kedua atas Perpres 16 Tahun 2018.
“Perpres ini mewajibkan metode e-purchasing jika barang atau jasa sudah tersedia dalam e-katalog atau lokapasar. Karena itu, penting bagi para pejabat pengadaan untuk menguasai versi terbaru ini,” jelas Bobi.
Ia menambahkan, sesuai regulasi baru, KPA yang merangkap PPK minimal harus memenuhi salah satu dari empat syarat sertifikasi, termasuk keikutsertaan dalam bimtek atau sosialisasi terkait PBJ.
“Dengan bimtek ini, kami ingin memastikan para pejabat pengadaan benar-benar siap secara kompetensi. Tujuannya jelas: pengadaan barang dan jasa Pemkot Makassar harus semakin efisien, efektif, dan akuntabel,” tutup Bobi.














