Menu ✖

Mode Gelap
Perkuat Riset Genetika, SPs Unhas Gandeng Pakar University of Antwerp Latih Peneliti Muda Dikawal 24 Ketua DPC, Appi Pertegas Langkah Menuju Kursi Ketua Demokrat Sulsel Dari TEBA hingga Budidaya Maggot, DWP Kota Makassar Gencarkan Gerakan Hijau di Kecamatan Tamalate Fatma Wahyuddin Dampingi Munafri Arifuddin Bergabung dengan Demokrat, Bawa Semangat Baru untuk Pengabdian Setahun Menjabat, Appi Siapkan Evaluasi dan Rotasi Lurah, Kinerja Jadi Penentu Semarak Final Street Football APPI Mariso, Sulyadi Abbas Dorong Pemuda Makassar Terus Bergerak

BERANDA

Melinda Aksa Apresiasi Inovasi Budidaya Maggot: Sampah Bukan Masalah, Tapi Sumber Daya

badge-check


					Melinda Aksa Apresiasi Inovasi Budidaya Maggot: Sampah Bukan Masalah, Tapi Sumber Daya Perbesar

MAKASSAR, CAHAYASULSEL.COM — Ketua Tim Penggerak PKK Kota Makassar, Melinda Aksa Mahmud, menghadiri peluncuran program Urban Farming yang digelar Pemerintah Kota Makassar di Kelompok Wanita Tani (KWT) Talas, Jalan Sunu, Minggu (3/8/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Melinda meninjau langsung praktik budidaya maggot atau larva Black Soldier Fly (BSF), yang menjadi salah satu elemen penting dalam sistem pertanian terpadu berbasis rumah tangga dan ramah lingkungan.

Melinda menyampaikan apresiasinya kepada para penggiat maggot, khususnya dari kalangan pemuda, yang aktif menciptakan solusi konkret terhadap persoalan sampah dan ketahanan pangan.

“Saya sangat mengapresiasi anak-anak muda yang terjun langsung untuk lingkungan lewat budidaya maggot. Ini inovasi yang nyata, sederhana, dan bisa diterapkan di banyak tempat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, maggot memiliki keunggulan sebagai pengurai sampah organik yang cepat dan efisien, sekaligus menghasilkan pakan ternak alami berkualitas tinggi. Larva yang dihasilkan bisa langsung dimanfaatkan untuk memberi makan ayam, ikan, dan unggas lainnya dalam ekosistem urban farming.

“Ini konsep yang saling terhubung: sampah rumah tangga diolah jadi maggot, maggot jadi pakan, lalu hasilnya kembali ke warga. Ekosistem mandiri yang dimulai dari rumah,” jelas Melinda.

TP PKK Kota Makassar, lanjutnya, akan terus mendorong edukasi pemanfaatan maggot sebagai solusi pengelolaan sampah berbasis rumah tangga yang tidak hanya ramah lingkungan, tapi juga bernilai ekonomi.

“Maggot bisa jadi pintu masuk edukasi pengelolaan sampah paling mudah. Hasilnya langsung terlihat — sampah berkurang, manfaat bertambah,” tegasnya.

Melinda berharap, gerakan ini tidak berhenti sebagai proyek jangka pendek, tapi menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat kota.

“Kami ingin gerakan ini menyebar. Dimulai dari rumah, dikenalkan di sekolah-sekolah, lalu meluas ke komunitas. Budaya baru ini akan membawa Makassar menjadi kota yang lebih sehat, hijau, dan mandiri,” pungkasnya.

TP PKK Kota Makassar berkomitmen untuk terus hadir dalam proses transformasi ini — menjadikan sampah bukan sebagai beban, tapi sebagai sumber daya yang mampu menggerakkan ekonomi dan memperkuat kemandirian pangan masyarakat.

Baca Lainnya

Perkuat Riset Genetika, SPs Unhas Gandeng Pakar University of Antwerp Latih Peneliti Muda

20 Oktober 2026 - 09:30 WITA

Dikawal 24 Ketua DPC, Appi Pertegas Langkah Menuju Kursi Ketua Demokrat Sulsel

18 Oktober 2026 - 19:44 WITA

Dari TEBA hingga Budidaya Maggot, DWP Kota Makassar Gencarkan Gerakan Hijau di Kecamatan Tamalate

14 Oktober 2026 - 16:33 WITA

Fatma Wahyuddin Dampingi Munafri Arifuddin Bergabung dengan Demokrat, Bawa Semangat Baru untuk Pengabdian

8 Oktober 2026 - 17:10 WITA

Setahun Menjabat, Appi Siapkan Evaluasi dan Rotasi Lurah, Kinerja Jadi Penentu

5 Oktober 2026 - 21:21 WITA

Trending di BERANDA