Menu

Mode Gelap
Auditor KONI Klarifikasi Polemik Dana Hibah, Tegaskan Pengelolaan Sesuai Aturan Perkuat Sinergi dan Transformasi Digital, Bapenda Makassar Matangkan Strategi Optimalisasi PAD Lewat Rapat Koordinasi Sinergi Dukung Program Wali Kota, DWP Kota Makassar Gelorakan Gerakan Peduli Lingkungan di DWP Unit Dinas Tata Ruang Fatma Wahyuddin Soroti Ribuan Siswa Tak Terakomodir, Desak Disdik Sulsel Transparan Soal Kuota SPMB Bapenda Makassar Pacu Transformasi Digital, Perkuat TP2DD untuk Tingkatkan PAD dan Wujudkan Layanan Publik Modern Bapenda Makassar Hadirkan Layanan Pajak Terintegrasi, Pamungkas Masuk Ekosistem Lontara Plus

BERANDA

Jumat Bersih di Makassar: Dari Kanal Kumuh Menuju Kota Sehat dan Peduli Lingkungan

badge-check


					Jumat Bersih di Makassar: Dari Kanal Kumuh Menuju Kota Sehat dan Peduli Lingkungan Perbesar

MAKASSAR, CAHAYASULSEL.COM – Menyambut peringatan HUT RI ke-80, Pemerintah Kota Makassar kembali menggelar giat Jumat Bersih, Jumat (15/8/2025). Aksi kali ini dipusatkan di Kanal Sinrijala, Kelurahan Baraya Timur, Kecamatan Makassar, yang selama ini tampak kumuh, berbau tak sedap, dan dipenuhi sampah.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, turun langsung memimpin jalannya kegiatan bersama jajaran SKPD dan Satgas Kecamatan. Di momen itu, ia menyampaikan pesan kemerdekaan dengan cara yang berbeda.

“Merdeka itu juga berarti merdeka dari sampah. Menjelang 17 Agustus ini, mari kita maknai kemerdekaan dengan membebaskan lingkungan kita dari kotoran dan saluran mampet,” tegasnya.

Munafri menekankan, kebersihan bukan hanya tugas pemerintah, Satgas, Dinas PU, maupun DLH, tetapi tanggung jawab bersama seluruh masyarakat. Ia bahkan menginstruksikan agar setiap laporan kanal tersumbat segera ditangani, termasuk melibatkan alat berat jika diperlukan.

“Jangan hanya angkat sampah di permukaan, tapi pastikan alurnya lancar. Minggu depan saya minta Pak Camat dan Pak Lurah pastikan alat berat turun,” tegasnya.

Selain membersihkan kanal, Wali Kota juga memperkenalkan konsep biopori untuk mengolah sampah daun menjadi pupuk sekaligus mencegah banjir. Setiap petugas kebersihan nantinya akan diberi tanggung jawab menjaga titik biopori di wilayahnya.

Munafri juga mengajak warga mengubah cara pandang terhadap sampah. Menurutnya, sampah bukan sekadar masalah, tetapi bisa menjadi sumber manfaat ekonomi.

“Hari ini kita bersihkan kanal, hari-hari berikutnya harus tetap bersih. Target kita 2–3 tahun ke depan, sampah bukan lagi masalah, tapi jadi berkah,” ujarnya.

Ia mencontohkan, harga sampah plastik yang diolah bisa mencapai Rp4.500–Rp11.000 per kilogram. Setiap RT/RW pun diimbau memiliki sistem pengelolaan sampah organik, mulai dari komposter, maggot, biopori, hingga ekoenzim.

Wali Kota yang akrab disapa Appi itu juga menekankan konsep urban farming. Salah satunya melalui budidaya maggot, yang terbukti mampu mengurangi volume sampah sekaligus menghasilkan keuntungan.

“Kalau maggot dipelihara, satu kilo maggot bisa makan lima kilo sampah. Selain mengurangi timbunan, hasilnya bisa menjadi sumber penghasilan ekonomis,” paparnya.

Dengan semangat kemerdekaan, Munafri mengajak seluruh warga untuk bersama-sama menjaga kebersihan dan mengubah sampah menjadi peluang.

Baca Lainnya

Auditor KONI Klarifikasi Polemik Dana Hibah, Tegaskan Pengelolaan Sesuai Aturan

19 Juli 2026 - 21:52 WITA

Perkuat Sinergi dan Transformasi Digital, Bapenda Makassar Matangkan Strategi Optimalisasi PAD Lewat Rapat Koordinasi

15 Juli 2026 - 14:12 WITA

Sinergi Dukung Program Wali Kota, DWP Kota Makassar Gelorakan Gerakan Peduli Lingkungan di DWP Unit Dinas Tata Ruang

15 Juli 2026 - 11:03 WITA

Fatma Wahyuddin Soroti Ribuan Siswa Tak Terakomodir, Desak Disdik Sulsel Transparan Soal Kuota SPMB

15 Juli 2026 - 08:09 WITA

Bapenda Makassar Pacu Transformasi Digital, Perkuat TP2DD untuk Tingkatkan PAD dan Wujudkan Layanan Publik Modern

13 Juli 2026 - 17:19 WITA

Trending di BERANDA