Menu ✖

Mode Gelap
Perkuat Riset Genetika, SPs Unhas Gandeng Pakar University of Antwerp Latih Peneliti Muda Dikawal 24 Ketua DPC, Appi Pertegas Langkah Menuju Kursi Ketua Demokrat Sulsel Dari TEBA hingga Budidaya Maggot, DWP Kota Makassar Gencarkan Gerakan Hijau di Kecamatan Tamalate Fatma Wahyuddin Dampingi Munafri Arifuddin Bergabung dengan Demokrat, Bawa Semangat Baru untuk Pengabdian Setahun Menjabat, Appi Siapkan Evaluasi dan Rotasi Lurah, Kinerja Jadi Penentu Semarak Final Street Football APPI Mariso, Sulyadi Abbas Dorong Pemuda Makassar Terus Bergerak

BERANDA

DPRD Minta Pemkot Matangkan Rencana Pengalihan Kendaraan Dinas ke Listrik

badge-check


					DPRD Minta Pemkot Matangkan Rencana Pengalihan Kendaraan Dinas ke Listrik Perbesar

MAKASSAR, CAHAYASULSEL.COM – DPRD Kota Makassar menyoroti rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar yang akan mengalihkan seluruh kendaraan dinas pejabat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menjadi kendaraan listrik mulai 2026. Meski mendukung upaya efisiensi dan transformasi energi ramah lingkungan, DPRD menilai kebijakan tersebut perlu perencanaan anggaran dan infrastruktur yang lebih matang.

Ketua Fraksi Gerindra DPRD Makassar, Kasrudi, menegaskan hingga kini belum ada pembahasan resmi mengenai alokasi dana untuk pengadaan mobil listrik, baik dalam APBD Perubahan 2025 maupun pembahasan awal APBD Pokok 2026.

“Kalau kita sewa atau beli kendaraan listrik tapi belum ada Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), itu tidak akan maksimal. Harus dibarengi penyediaan tempat pengisian daya,” ujar Kasrudi, Senin (27/08/2025).

Ia menambahkan, DPRD tidak hanya bertugas menyetujui anggaran, tetapi juga memastikan kebijakan strategis Pemkot dapat berjalan efektif dan tidak menimbulkan masalah teknis.

“Kami siap mendukung, tetapi semua harus melalui pembahasan. Jangan sampai pengadaan ini hanya jadi proyek simbolis tanpa manfaat nyata bagi pelayanan publik dan lingkungan,” tegasnya.

Sebelumnya, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menjelaskan bahwa Pemkot berencana menyewa mobil listrik untuk pejabat OPD selama empat tahun, dengan biaya perawatan ditanggung penyedia jasa. Langkah ini diharapkan menjadi bagian dari upaya menuju kota rendah emisi sekaligus efisiensi belanja daerah.

Selain kendaraan dinas, Pemkot juga merancang penambahan puluhan bus listrik untuk transportasi umum. Namun, hingga kini roadmap program dan rencana pengembangan infrastruktur pendukung, termasuk SPKLU, belum dipaparkan secara rinci.

Kasrudi menegaskan bahwa Pemkot perlu menyusun perencanaan menyeluruh agar program kendaraan listrik tidak sekadar wacana.

“Kami di DPRD mendukung penuh transformasi energi bersih, tapi persiapan teknis dan anggaran harus jelas. Tanpa itu, kebijakan bisa menghambat kinerja dinas,” pungkasnya.

Baca Lainnya

Perkuat Riset Genetika, SPs Unhas Gandeng Pakar University of Antwerp Latih Peneliti Muda

20 Oktober 2026 - 09:30 WITA

Dikawal 24 Ketua DPC, Appi Pertegas Langkah Menuju Kursi Ketua Demokrat Sulsel

18 Oktober 2026 - 19:44 WITA

Dari TEBA hingga Budidaya Maggot, DWP Kota Makassar Gencarkan Gerakan Hijau di Kecamatan Tamalate

14 Oktober 2026 - 16:33 WITA

Fatma Wahyuddin Dampingi Munafri Arifuddin Bergabung dengan Demokrat, Bawa Semangat Baru untuk Pengabdian

8 Oktober 2026 - 17:10 WITA

Setahun Menjabat, Appi Siapkan Evaluasi dan Rotasi Lurah, Kinerja Jadi Penentu

5 Oktober 2026 - 21:21 WITA

Trending di BERANDA