Menu

Mode Gelap
Menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Fatma Wahyuddin Sampaikan Pesan Silaturahmi dan Kebersamaan Inspiratif! Ketua RW 05 Mangasa Rela Nol Gaji Demi Warga, Fasilitas Gratis Jadi Bukti Nyata DPC APPI Kecamatan Makassar: Penertiban PK5 oleh Camat Jadi Contoh Pendekatan Beradab Aksi Sosial Ramadhan, Perindo Makassar Gandeng UMKM Bagikan Takjil Gratis untuk Warga Jelang Idulfitri, Camat Tallo Pimpin Patroli Gabungan Sikat Potensi Gangguan Kamtibmas Kecamatan Tallo Siapkan Gerakan Pangan Murah, Langkah Nyata Jaga Harga Sembako Jelang Hari Raya

BERANDA

Makassar Mantapkan Koperasi Merah Putih: Dari Kelurahan hingga Visi “Living Room” Indonesia Timur

badge-check


					Makassar Mantapkan Koperasi Merah Putih: Dari Kelurahan hingga Visi “Living Room” Indonesia Timur Perbesar

MAKASSAR, CAHAYASULSEL.COM – Penguatan ekonomi kerakyatan lewat koperasi di Kota Makassar kian terasa nyata. Program Koperasi Merah Putih yang dicanangkan pemerintah pusat kini telah berdiri di seluruh 153 kelurahan, lengkap dengan akta notaris dan status hukum resmi.

Keseriusan ini ditegaskan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin (Appi), saat mendampingi Sekretaris Kementerian UMKM RI, Arif Rahman Hakim, dalam Rapat Koordinasi Regional Operasionalisasi dan Pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kantor Pertamina, Jl. Garuda, Selasa (23/9/2025).

“Progres perjalanan Koperasi Merah Putih di Kota Makassar Alhamdulillah berjalan sangat baik, bahkan mendapat apresiasi tinggi dari masyarakat,” ujar Munafri. Ia menegaskan, program ini sudah rampung hingga ke wilayah kepulauan, sesuai arahan Astacita Presiden Prabowo.

Lebih jauh, Appi menyebut koperasi ini bukan sekadar wadah ekonomi, tapi juga jawaban atas tantangan lapangan kerja sekaligus memperkuat budaya gotong royong. “Kami sangat berharap Kementerian Koperasi dan UKM terus mendampingi agar koperasi ini benar-benar memberi warna pada perekonomian Makassar,” pintanya.

Tak hanya bicara soal koperasi, Munafri juga mengangkat visi besar Makassar sebagai pusat perdagangan dan jasa di Kawasan Timur Indonesia. Dengan populasi 1,4 juta jiwa, Makassar disebutnya tak sekadar pintu gerbang, melainkan harus jadi “living room” Indonesia Timur.

“Kami bercita-cita orang datang ke Makassar bukan hanya transit, tapi tinggal lebih lama, menikmati kota ini,” tegasnya. Untuk itu, Pemkot terus memperkuat infrastruktur pendidikan, kesehatan, dan layanan publik, agar Makassar tumbuh sebagai service city yang melayani wilayah Papua, Maluku, Sulawesi, hingga Nusa Tenggara tanpa harus bergantung ke Jakarta.

Di akhir sambutannya, Appi tak lupa mempromosikan daya tarik khas Makassar: kuliner. Dengan gaya humor, ia berkata, “Di sini tempatnya dilarang diet, dari pagi sampai pagi selalu ada makanan enak.” Ucapannya sontak disambut tawa meriah para peserta.

Baca Lainnya

Menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Fatma Wahyuddin Sampaikan Pesan Silaturahmi dan Kebersamaan

20 Maret 2026 - 23:38 WITA

Inspiratif! Ketua RW 05 Mangasa Rela Nol Gaji Demi Warga, Fasilitas Gratis Jadi Bukti Nyata

17 Maret 2026 - 22:52 WITA

DPC APPI Kecamatan Makassar: Penertiban PK5 oleh Camat Jadi Contoh Pendekatan Beradab

17 Maret 2026 - 22:19 WITA

Aksi Sosial Ramadhan, Perindo Makassar Gandeng UMKM Bagikan Takjil Gratis untuk Warga

16 Maret 2026 - 19:11 WITA

Jelang Idulfitri, Camat Tallo Pimpin Patroli Gabungan Sikat Potensi Gangguan Kamtibmas

15 Maret 2026 - 02:11 WITA

Trending di BERANDA