Menu

Mode Gelap
Fatma Wahyuddin, Ketua Fraksi Demokrat Sulsel, Lantang Desak Kadisdik Sulsel Cari Solusi Akses SMA di Wilayah Tanpa Sekolah Negeri Sekda Makassar Tekankan Penguatan Karakter Lewat Pendidikan Antikorupsi Pemkot Makassar Dapat Restu Kemendagri, Seleksi Direksi PDAM Dilanjutkan Tanpa Ulang Tahapan Makassar Menuju Pusat Peradaban Budaya: Dinas Kebudayaan Matangkan Konsep Taman Budaya Lewat FGD Strategis Seleksi Ketat di GOR Sudiang, Sulsel Kirim Sinyal Kuat ke Timnas U17 Wujudkan Kota Inklusif, Sekda Makassar Dorong Penanganan ODGJ Terpadu

BERANDA

Makassar Mantapkan Koperasi Merah Putih: Dari Kelurahan hingga Visi “Living Room” Indonesia Timur

badge-check


					Makassar Mantapkan Koperasi Merah Putih: Dari Kelurahan hingga Visi “Living Room” Indonesia Timur Perbesar

MAKASSAR, CAHAYASULSEL.COM – Penguatan ekonomi kerakyatan lewat koperasi di Kota Makassar kian terasa nyata. Program Koperasi Merah Putih yang dicanangkan pemerintah pusat kini telah berdiri di seluruh 153 kelurahan, lengkap dengan akta notaris dan status hukum resmi.

Keseriusan ini ditegaskan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin (Appi), saat mendampingi Sekretaris Kementerian UMKM RI, Arif Rahman Hakim, dalam Rapat Koordinasi Regional Operasionalisasi dan Pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kantor Pertamina, Jl. Garuda, Selasa (23/9/2025).

“Progres perjalanan Koperasi Merah Putih di Kota Makassar Alhamdulillah berjalan sangat baik, bahkan mendapat apresiasi tinggi dari masyarakat,” ujar Munafri. Ia menegaskan, program ini sudah rampung hingga ke wilayah kepulauan, sesuai arahan Astacita Presiden Prabowo.

Lebih jauh, Appi menyebut koperasi ini bukan sekadar wadah ekonomi, tapi juga jawaban atas tantangan lapangan kerja sekaligus memperkuat budaya gotong royong. “Kami sangat berharap Kementerian Koperasi dan UKM terus mendampingi agar koperasi ini benar-benar memberi warna pada perekonomian Makassar,” pintanya.

Tak hanya bicara soal koperasi, Munafri juga mengangkat visi besar Makassar sebagai pusat perdagangan dan jasa di Kawasan Timur Indonesia. Dengan populasi 1,4 juta jiwa, Makassar disebutnya tak sekadar pintu gerbang, melainkan harus jadi “living room” Indonesia Timur.

“Kami bercita-cita orang datang ke Makassar bukan hanya transit, tapi tinggal lebih lama, menikmati kota ini,” tegasnya. Untuk itu, Pemkot terus memperkuat infrastruktur pendidikan, kesehatan, dan layanan publik, agar Makassar tumbuh sebagai service city yang melayani wilayah Papua, Maluku, Sulawesi, hingga Nusa Tenggara tanpa harus bergantung ke Jakarta.

Di akhir sambutannya, Appi tak lupa mempromosikan daya tarik khas Makassar: kuliner. Dengan gaya humor, ia berkata, “Di sini tempatnya dilarang diet, dari pagi sampai pagi selalu ada makanan enak.” Ucapannya sontak disambut tawa meriah para peserta.

Baca Lainnya

Fatma Wahyuddin, Ketua Fraksi Demokrat Sulsel, Lantang Desak Kadisdik Sulsel Cari Solusi Akses SMA di Wilayah Tanpa Sekolah Negeri

12 Mei 2026 - 16:21 WITA

Sekda Makassar Tekankan Penguatan Karakter Lewat Pendidikan Antikorupsi

11 Mei 2026 - 21:17 WITA

Pemkot Makassar Dapat Restu Kemendagri, Seleksi Direksi PDAM Dilanjutkan Tanpa Ulang Tahapan

11 Mei 2026 - 19:30 WITA

Makassar Menuju Pusat Peradaban Budaya: Dinas Kebudayaan Matangkan Konsep Taman Budaya Lewat FGD Strategis

7 Mei 2026 - 20:24 WITA

Seleksi Ketat di GOR Sudiang, Sulsel Kirim Sinyal Kuat ke Timnas U17

6 Mei 2026 - 09:32 WITA

Trending di BERANDA