Menu

Mode Gelap
Fatma Wahyuddin, Ketua Fraksi Demokrat Sulsel, Lantang Desak Kadisdik Sulsel Cari Solusi Akses SMA di Wilayah Tanpa Sekolah Negeri Sekda Makassar Tekankan Penguatan Karakter Lewat Pendidikan Antikorupsi Pemkot Makassar Dapat Restu Kemendagri, Seleksi Direksi PDAM Dilanjutkan Tanpa Ulang Tahapan Makassar Menuju Pusat Peradaban Budaya: Dinas Kebudayaan Matangkan Konsep Taman Budaya Lewat FGD Strategis Seleksi Ketat di GOR Sudiang, Sulsel Kirim Sinyal Kuat ke Timnas U17 Wujudkan Kota Inklusif, Sekda Makassar Dorong Penanganan ODGJ Terpadu

BERANDA

Makassar Dorong Inovasi Pengelolaan Sampah, Panakkukang Jadi Contoh Responsif

badge-check


					Makassar Dorong Inovasi Pengelolaan Sampah, Panakkukang Jadi Contoh Responsif Perbesar

MAKASSAR, CAHAYASULSEL.COM – Kecamatan Panakkukang mendapat apresiasi khusus dari Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, atas respon cepat dan inovatif dalam pengelolaan sampah. Pujian itu disampaikan Munafri saat menghadiri Launching Program PESONA (Pendistribusian Sampah Organik untuk Maggot) di Kelurahan Paropo, Sabtu (27/9/2025).

Program PESONA hadir sebagai inisiatif masyarakat dengan memanfaatkan maggot atau larva Black Soldier Fly sebagai pengurai alami sampah organik. Hadir pula Ketua TP PKK Kota Makassar Melinda Aksa, Kadis DLH Helmy Budiman, Camat Panakkukang Ari Fadli, serta Lurah Paropo Achiruddin Achmad.

Munafri menegaskan bahwa pemilahan sampah dari rumah tangga adalah langkah sederhana namun berdampak besar. “Cukup siapkan dua ember kecil, satu untuk organik dan satu untuk plastik. Pekerjaannya mudah, tapi efeknya luar biasa bagi lingkungan,” ucapnya.

Ia juga menekankan bahwa sampah seharusnya dipandang sebagai potensi ekonomi. Plastik bisa diolah kembali atau dijual ke bank sampah, sedangkan sampah organik bisa dijadikan kompos maupun pakan maggot. “Sampah jangan dianggap musuh, tapi peluang. Bisa menambah uang belanja ibu-ibu di rumah,” tambahnya.

Selain itu, Munafri mendorong pemanfaatan biopori untuk mengurai sampah daun menjadi kompos, serta penggunaan ekoenzim sebagai pembersih alami dari limbah organik rumah tangga. Ia bahkan mencontohkan efektivitas maggot: “Satu kilo maggot bisa mengurai lima kilo sampah. Kalau punya 100 kilo maggot, artinya 500 kilo sampah bisa habis.”

Di luar isu sampah, Munafri mengajak warga menanam dan merawat pohon endemik Makassar seperti satulu dan bune. “Kalau 1,4 juta penduduk Makassar menanam pohon, kota ini akan jauh lebih hijau,” tegasnya.

Camat Panakkukang, Ari Fadli, menyambut arahan Wali Kota dengan komitmen nyata. Ia menilai launching PESONA di Paropo sebagai pemicu gerakan kolektif di seluruh kelurahan Panakkukang.

“Hari ini Paropo jadi pemantik. Launching ini bertujuan membangun kesadaran masyarakat untuk memilah sampah organik dan anorganik. Apalagi hal ini sudah menjadi perhatian khusus Bapak Wali Kota dan Ibu Ketua TP PKK,” ujarnya.

Menurut Ari, sampah yang dikelola dengan baik memiliki nilai ekonomi. “Plastik bisa kita distribusikan ke bank sampah, sementara organik dimanfaatkan sebagai pakan maggot,” jelasnya. Ia juga memastikan pihaknya akan menggerakkan RT/RW menanam tanaman endemik sesuai instruksi Wali Kota.

Sementara itu, Lurah Paropo, Achiruddin Achmad, memaparkan bahwa program PESONA lahir dari musyawarah warga sejak awal September bersama RT, RW, LPM, tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga penyuluh DLH.

“Sejak 7 September kami sudah menyepakati bersama, dan hari ini warga mulai menyerahkan sampah yang telah dipilah,” katanya.

Ia menambahkan, PESONA tidak hanya mendukung visi Makassar Bebas Sampah, tetapi juga membuka peluang usaha warga dari pengelolaan sampah rumah tangga. “Selain maggot, ada juga warga yang mengembangkan usaha lain untuk mengurangi volume sampah kota,” tambahnya.

Dengan hadirnya PESONA, Panakkukang diharapkan menjadi role model pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Makassar—menuju kota yang bersih, hijau, dan bernilai ekonomi.

Baca Lainnya

Fatma Wahyuddin, Ketua Fraksi Demokrat Sulsel, Lantang Desak Kadisdik Sulsel Cari Solusi Akses SMA di Wilayah Tanpa Sekolah Negeri

12 Mei 2026 - 16:21 WITA

Sekda Makassar Tekankan Penguatan Karakter Lewat Pendidikan Antikorupsi

11 Mei 2026 - 21:17 WITA

Pemkot Makassar Dapat Restu Kemendagri, Seleksi Direksi PDAM Dilanjutkan Tanpa Ulang Tahapan

11 Mei 2026 - 19:30 WITA

Makassar Menuju Pusat Peradaban Budaya: Dinas Kebudayaan Matangkan Konsep Taman Budaya Lewat FGD Strategis

7 Mei 2026 - 20:24 WITA

Seleksi Ketat di GOR Sudiang, Sulsel Kirim Sinyal Kuat ke Timnas U17

6 Mei 2026 - 09:32 WITA

Trending di BERANDA