Menu ✖

Mode Gelap
Perkuat Riset Genetika, SPs Unhas Gandeng Pakar University of Antwerp Latih Peneliti Muda Dikawal 24 Ketua DPC, Appi Pertegas Langkah Menuju Kursi Ketua Demokrat Sulsel Dari TEBA hingga Budidaya Maggot, DWP Kota Makassar Gencarkan Gerakan Hijau di Kecamatan Tamalate Fatma Wahyuddin Dampingi Munafri Arifuddin Bergabung dengan Demokrat, Bawa Semangat Baru untuk Pengabdian Setahun Menjabat, Appi Siapkan Evaluasi dan Rotasi Lurah, Kinerja Jadi Penentu Semarak Final Street Football APPI Mariso, Sulyadi Abbas Dorong Pemuda Makassar Terus Bergerak

BERANDA

Wali Kota Makassar Munafri Dorong Ruang Publik Kreatif dan Lingkungan Bersih di Bara-Baraya Utara

badge-check


					Wali Kota Makassar Munafri Dorong Ruang Publik Kreatif dan Lingkungan Bersih di Bara-Baraya Utara Perbesar

MAKASSAR, CAHAYASULSEL.COM – Usai melaksanakan salat subuh berjamaah di Masjid Haqqul Yaqin, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin melanjutkan agenda Coffee Morning bersama warga Kelurahan Bara-Baraya Utara, Kecamatan Makassar, Jumat (3/10/2025).

Dengan berjalan kaki dari masjid menuju Balla Passe’reanta, Munafri ditemani jajaran kepala SKPD dan warga sekitar. Sepanjang perjalanan, ia tak segan menyapa warga yang telah menunggu dengan penuh antusias. Suasana kebersamaan ini menggambarkan kedekatan antara pemimpin dan masyarakatnya.

Dalam kesempatan itu, Munafri mengapresiasi kreativitas warga Bara-Baraya Utara yang berhasil mengubah lahan kosong menjadi ruang interaksi publik sekaligus lahan urban farming. Ia menilai langkah ini sebagai contoh nyata pemanfaatan ruang terbengkalai untuk kegiatan produktif.

“Kreativitas seperti ini harus tumbuh di masyarakat. Kota dengan kepadatan tinggi seperti Makassar butuh ruang terbuka yang bisa menjadi tempat warga berkumpul, berinteraksi, dan berkreasi,” ujar Munafri.

Menurutnya, konsep tersebut sejalan dengan akupuntur arsitektur—menciptakan titik-titik kecil ruang publik di tengah kota padat. Kehadiran ruang ini diharapkan dapat menjadi pusat komunikasi, kolaborasi, sekaligus solusi bersama bagi permasalahan sosial masyarakat.

Tak berhenti di situ, Munafri juga menekankan pentingnya Jumat Bersih sebagai kegiatan berkelanjutan, bukan sekadar seremonial ketika ada kunjungan. Ia ingin kerja bakti menjadi ruang interaksi antarwarga dalam menjaga lingkungan tetap bersih, sehat, dan nyaman.

Lebih lanjut, ia mendorong kelurahan mengembangkan pengelolaan sampah berbasis komposter, maggot, biopori, hingga teba organik. Menurutnya, selain mengurangi sampah organik, langkah ini juga mampu membuka peluang nilai ekonomi baru bagi warga.

Dari sisi keamanan, Munafri meminta agar sistem siskamling kembali dimaksimalkan. Jika belum ada CCTV, masyarakat bisa mengoptimalkan jaga malam sebagai bentuk partisipasi kolektif.

Menutup pertemuan, Munafri menegaskan bahwa lurah dan perangkat kelurahan harus memposisikan diri sebagai bagian dari masyarakat. Dengan begitu, pembangunan akan lahir dari aspirasi warga, bukan sekadar program dari atas.

“Yang penting, warga bisa menjaga lingkungan masing-masing bersama-sama. Pertemuan seperti ini harus tetap hidup, bahkan tanpa kehadiran kami,” tutup Munafri.

Baca Lainnya

Perkuat Riset Genetika, SPs Unhas Gandeng Pakar University of Antwerp Latih Peneliti Muda

20 Oktober 2026 - 09:30 WITA

Dikawal 24 Ketua DPC, Appi Pertegas Langkah Menuju Kursi Ketua Demokrat Sulsel

18 Oktober 2026 - 19:44 WITA

Dari TEBA hingga Budidaya Maggot, DWP Kota Makassar Gencarkan Gerakan Hijau di Kecamatan Tamalate

14 Oktober 2026 - 16:33 WITA

Fatma Wahyuddin Dampingi Munafri Arifuddin Bergabung dengan Demokrat, Bawa Semangat Baru untuk Pengabdian

8 Oktober 2026 - 17:10 WITA

Setahun Menjabat, Appi Siapkan Evaluasi dan Rotasi Lurah, Kinerja Jadi Penentu

5 Oktober 2026 - 21:21 WITA

Trending di BERANDA