Menu

Mode Gelap
Fatma Wahyuddin, Ketua Fraksi Demokrat Sulsel, Lantang Desak Kadisdik Sulsel Cari Solusi Akses SMA di Wilayah Tanpa Sekolah Negeri Sekda Makassar Tekankan Penguatan Karakter Lewat Pendidikan Antikorupsi Pemkot Makassar Dapat Restu Kemendagri, Seleksi Direksi PDAM Dilanjutkan Tanpa Ulang Tahapan Makassar Menuju Pusat Peradaban Budaya: Dinas Kebudayaan Matangkan Konsep Taman Budaya Lewat FGD Strategis Seleksi Ketat di GOR Sudiang, Sulsel Kirim Sinyal Kuat ke Timnas U17 Wujudkan Kota Inklusif, Sekda Makassar Dorong Penanganan ODGJ Terpadu

BERANDA

Wali Kota Makassar Munafri Dorong Ruang Publik Kreatif dan Lingkungan Bersih di Bara-Baraya Utara

badge-check


					Wali Kota Makassar Munafri Dorong Ruang Publik Kreatif dan Lingkungan Bersih di Bara-Baraya Utara Perbesar

MAKASSAR, CAHAYASULSEL.COM – Usai melaksanakan salat subuh berjamaah di Masjid Haqqul Yaqin, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin melanjutkan agenda Coffee Morning bersama warga Kelurahan Bara-Baraya Utara, Kecamatan Makassar, Jumat (3/10/2025).

Dengan berjalan kaki dari masjid menuju Balla Passe’reanta, Munafri ditemani jajaran kepala SKPD dan warga sekitar. Sepanjang perjalanan, ia tak segan menyapa warga yang telah menunggu dengan penuh antusias. Suasana kebersamaan ini menggambarkan kedekatan antara pemimpin dan masyarakatnya.

Dalam kesempatan itu, Munafri mengapresiasi kreativitas warga Bara-Baraya Utara yang berhasil mengubah lahan kosong menjadi ruang interaksi publik sekaligus lahan urban farming. Ia menilai langkah ini sebagai contoh nyata pemanfaatan ruang terbengkalai untuk kegiatan produktif.

“Kreativitas seperti ini harus tumbuh di masyarakat. Kota dengan kepadatan tinggi seperti Makassar butuh ruang terbuka yang bisa menjadi tempat warga berkumpul, berinteraksi, dan berkreasi,” ujar Munafri.

Menurutnya, konsep tersebut sejalan dengan akupuntur arsitektur—menciptakan titik-titik kecil ruang publik di tengah kota padat. Kehadiran ruang ini diharapkan dapat menjadi pusat komunikasi, kolaborasi, sekaligus solusi bersama bagi permasalahan sosial masyarakat.

Tak berhenti di situ, Munafri juga menekankan pentingnya Jumat Bersih sebagai kegiatan berkelanjutan, bukan sekadar seremonial ketika ada kunjungan. Ia ingin kerja bakti menjadi ruang interaksi antarwarga dalam menjaga lingkungan tetap bersih, sehat, dan nyaman.

Lebih lanjut, ia mendorong kelurahan mengembangkan pengelolaan sampah berbasis komposter, maggot, biopori, hingga teba organik. Menurutnya, selain mengurangi sampah organik, langkah ini juga mampu membuka peluang nilai ekonomi baru bagi warga.

Dari sisi keamanan, Munafri meminta agar sistem siskamling kembali dimaksimalkan. Jika belum ada CCTV, masyarakat bisa mengoptimalkan jaga malam sebagai bentuk partisipasi kolektif.

Menutup pertemuan, Munafri menegaskan bahwa lurah dan perangkat kelurahan harus memposisikan diri sebagai bagian dari masyarakat. Dengan begitu, pembangunan akan lahir dari aspirasi warga, bukan sekadar program dari atas.

“Yang penting, warga bisa menjaga lingkungan masing-masing bersama-sama. Pertemuan seperti ini harus tetap hidup, bahkan tanpa kehadiran kami,” tutup Munafri.

Baca Lainnya

Fatma Wahyuddin, Ketua Fraksi Demokrat Sulsel, Lantang Desak Kadisdik Sulsel Cari Solusi Akses SMA di Wilayah Tanpa Sekolah Negeri

12 Mei 2026 - 16:21 WITA

Sekda Makassar Tekankan Penguatan Karakter Lewat Pendidikan Antikorupsi

11 Mei 2026 - 21:17 WITA

Pemkot Makassar Dapat Restu Kemendagri, Seleksi Direksi PDAM Dilanjutkan Tanpa Ulang Tahapan

11 Mei 2026 - 19:30 WITA

Makassar Menuju Pusat Peradaban Budaya: Dinas Kebudayaan Matangkan Konsep Taman Budaya Lewat FGD Strategis

7 Mei 2026 - 20:24 WITA

Seleksi Ketat di GOR Sudiang, Sulsel Kirim Sinyal Kuat ke Timnas U17

6 Mei 2026 - 09:32 WITA

Trending di BERANDA