MAKASSAR, CAHAYASULSEL.COM — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan komitmennya bahwa penataan kawasan publik di Makassar tidak akan mengorbankan para pelaku usaha kecil. Hal itu disampaikan usai menerima langsung perwakilan pedagang Pantai Losari yang datang menyampaikan aspirasi mereka di Balai Kota Makassar.
Dalam pertemuan tersebut, Munafri memastikan pemerintah kota telah menyiapkan dua lokasi alternatif bagi para pedagang agar aktivitas ekonomi rakyat tetap berjalan. Sebanyak 70 pedagang akan difasilitasi berjualan di area Car Free Day (CFD) Panakkukang, sementara 30 pedagang lainnya akan ditempatkan di CFD Jalan Jenderal Sudirman.
“Kedua lokasi ini kami sediakan tanpa pungutan, sebagai bentuk perhatian pemerintah agar para pedagang tetap dapat beraktivitas dengan layak,” ujar Munafri.
Selain lokasi alternatif tersebut, Pemkot Makassar juga tengah menyiapkan konsep Sunday Market sebagai ruang kuliner rakyat yang lebih nyaman dan tertata. Pasar mingguan ini dirancang untuk menampung kreativitas dan aktivitas ekonomi masyarakat kecil dalam suasana santai, bersih, dan tertib.
Tak hanya itu, pemerintah kota juga mulai mengkaji potensi kawasan MNEK Center Point of Indonesia (CPI) bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan untuk dijadikan area UMKM mingguan yang terintegrasi dengan kegiatan wisata dan ruang publik.
Menurut Munafri, seluruh langkah ini merupakan bagian dari upaya besar untuk menciptakan keseimbangan antara penataan kota dan keberlangsungan ekonomi masyarakat. “Kita ingin menata tanpa menyingkirkan. Pedagang tetap punya ruang untuk mencari nafkah, sambil bersama-sama menjaga keindahan dan keteraturan kota Makassar,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa Pemkot akan terus membuka ruang dialog dan kolaborasi dengan masyarakat dalam setiap proses kebijakan yang menyangkut kepentingan publik, termasuk para pelaku usaha mikro di ruang terbuka. “Penataan bukan berarti menutup rezeki orang, tapi justru mengatur agar semua bisa berjalan dengan baik dan tertib,” pungkasnya.














