JENEPONTO, CAHAYASULSEL.COM – Serentak di berbagai daerah, dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Indonesia menghidangkan nasi goreng dan telur ceplok bagi peserta didik pada Jumat (17/10/2025). Menu ini disajikan sebagai bentuk perayaan hari ulang tahun Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, semangat itu turut terasa di sejumlah dapur SPPG. Sebagian besar dapur memilih menyajikan nasi goreng sesuai arahan nasional, meski ada pula yang menyesuaikan menu berdasarkan kondisi teknis masing-masing.
Koordinator Wilayah SPPG Jeneponto, Nur Ikhsan, menjelaskan bahwa dari total 32 dapur SPPG di daerahnya, mayoritas tetap menghidangkan nasi goreng. Namun, bagi dapur yang melayani porsi besar, diberikan kelonggaran agar distribusi makanan tetap lancar.
“Dapur yang melayani lebih dari 3.000 porsi kami beri ruang untuk menyesuaikan menu. Tapi untuk dapur dengan penerima di bawah 3.000 porsi, wajib nasi goreng,” ujar Ikhsan melalui sambungan telepon.
Ia mengungkapkan, proses pengolahan nasi goreng membutuhkan waktu dan perhatian ekstra karena harus dimasak dua kali—nasi putih kemudian digoreng kembali. Dengan jumlah porsi besar, risiko nasi menjadi lembek atau cepat basi juga meningkat jika tidak segera didistribusikan.
“Kami tetap koordinasi dengan pihak provinsi supaya semua dapur siap, terutama yang melayani banyak penerima,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala SPPG Binamu Pabiringa 1, Dewi Sartika, mengaku memilih tidak menyajikan nasi goreng pada momentum kali ini. Dapurnya yang baru beroperasi sekitar satu bulan dua minggu masih dalam tahap penyesuaian.
“Hari ini kami sajikan soto Lamongan lengkap dengan toge, kentang, ayam suwir, bihun, tahu, dan buah naga. Kami baru jalan, jadi belum berani ambil risiko masak nasi goreng dalam jumlah besar,” ungkap Dewi.
Menurutnya, keputusan itu juga telah disetujui oleh koordinator wilayah karena mempertimbangkan kesiapan dan kapasitas dapur.
“Beberapa dapur memang melaporkan nasi goreng mudah basi kalau distribusinya terlambat, jadi kami pilih menu yang lebih aman,” jelasnya.
Meski ada perbedaan menu, semangat kebersamaan dan rasa syukur di momen perayaan ulang tahun Presiden tetap menjadi benang merah kegiatan seluruh dapur SPPG di Jeneponto.














