GOWA, CAHAYASULSEL.COM — DPC Pandawa Gowa menyoroti serius dugaan tindak kekerasan yang dialami Muhammad Risya Rifai, driver ojek online (ojol) yang akrab disapa Echa, di salah satu resto kawasan Kompleks Kodam Katangka, Jl. Syech Yusuf, Kelurahan Gunung Sari, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, pada Kamis, 16 Oktober 2025, sekitar pukul 06.30 pagi.
Peristiwa itu bermula saat Echa menerima pesanan di resto tersebut. Ketika ia memberikan saran terkait kemasan pesanan agar lebih aman bagi pelanggan, pihak resto diduga tersinggung hingga terjadi percekcokan yang berujung pada aksi pemukulan terhadap Echa. Akibat kejadian itu, korban mengalami luka di bagian tangan.
Ironisnya, setelah kejadian, muncul pihak keluarga dari resto yang justru memberikan uang sebesar Rp150 ribu dengan dalih biaya pengobatan. Namun Echa menolak dengan tegas, menyatakan bahwa harga diri dan keadilan tidak bisa dibeli dengan uang.
Kasus ini kemudian dilaporkan ke pihak kepolisian. Namun hingga kini, Pandawa Gowa menilai penanganan kasus masih terkesan lambat. Polisi disebut belum segera melakukan langkah konkret untuk mengamankan bukti penting berupa rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian.
“Kami meminta kepolisian bergerak cepat memeriksa rekaman CCTV di lokasi sebelum bukti itu hilang. Jangan sampai keadilan untuk ojol terabaikan hanya karena kelalaian dalam penanganan awal,” tegas Bung Youri, Ketua DPC Pandawa Gowa.
Lebih lanjut, Bung Youri juga menyesalkan adanya tuduhan tidak berdasar yang menyebut Echa dalam keadaan mabuk saat kejadian. Ia menilai tudingan tersebut sebagai bentuk pelecehan terhadap profesi ojol dan upaya mengaburkan fakta.
“Menuduh driver ojol mabuk tanpa bukti adalah bentuk pelecehan terhadap profesi mereka. Kami tidak akan tinggal diam jika fitnah seperti ini dibiarkan,” ujarnya menegaskan.
Pandawa Gowa memastikan akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas dan mendesak aparat penegak hukum bertindak profesional tanpa pandang bulu.
“Kami tidak ingin kasus ini dianggap sepele. Ini tentang keadilan dan perlindungan terhadap para pekerja lapangan yang setiap hari berjuang di jalan,” tutup Bung Youri.**(Bars)














