Menu

Mode Gelap
Fatma Wahyuddin, Ketua Fraksi Demokrat Sulsel, Lantang Desak Kadisdik Sulsel Cari Solusi Akses SMA di Wilayah Tanpa Sekolah Negeri Sekda Makassar Tekankan Penguatan Karakter Lewat Pendidikan Antikorupsi Pemkot Makassar Dapat Restu Kemendagri, Seleksi Direksi PDAM Dilanjutkan Tanpa Ulang Tahapan Makassar Menuju Pusat Peradaban Budaya: Dinas Kebudayaan Matangkan Konsep Taman Budaya Lewat FGD Strategis Seleksi Ketat di GOR Sudiang, Sulsel Kirim Sinyal Kuat ke Timnas U17 Wujudkan Kota Inklusif, Sekda Makassar Dorong Penanganan ODGJ Terpadu

BERANDA

Munafri Gaungkan Semangat Moderasi Beragama di Hadapan Menteri Agama: “Makassar Rumah bagi Semua”

badge-check


					Munafri Gaungkan Semangat Moderasi Beragama di Hadapan Menteri Agama: “Makassar Rumah bagi Semua” Perbesar

MAKASSAR, CAHAYASULSEL.COM — Di hadapan Menteri Agama RI Prof. Dr. Nasaruddin Umar, para tokoh lintas agama, dan pimpinan keuskupan, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan komitmennya menjadikan Makassar sebagai kota yang hidup dalam kerukunan, toleransi, dan moderasi beragama.

Dalam sambutannya pada Peresmian Gereja Katedral Keuskupan Agung Makassar di Jalan Kajaolalido, Kamis (30/10/2025), Munafri menyebut, moderasi beragama adalah ruh kehidupan masyarakat Makassar — kota yang tumbuh dan besar dari keberagaman budaya, etnis, dan keyakinan.

“Momentum ini bukan sekadar peresmian rumah ibadah yang bersejarah, tetapi juga simbol penguatan nilai-nilai keberagaman dan kebersamaan di Kota Makassar,” ujar Munafri.

Acara yang berlangsung khidmat itu turut dihadiri Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana, Forkopimda, para pendeta, jemaat, serta tokoh-tokoh lintas agama.

Munafri mengungkapkan, Kota Makassar merupakan miniatur Indonesia bagian timur, di mana keberagaman menjadi kekuatan, bukan perbedaan yang memisahkan.

“Makassar adalah kota yang toleran, tempat semua orang dapat hidup berdampingan tanpa memandang suku, agama, atau warna kulit. Ini warisan yang harus terus kita jaga,” tegasnya.

Ia pun menyampaikan apresiasi kepada umat Katolik atas kehadiran Gereja Katedral yang baru — bangunan yang tak hanya menjadi pusat kegiatan keagamaan, tetapi juga ruang sosial yang menyatukan masyarakat.

“Tempat ini bukan hanya rumah ibadah, tapi juga rumah kebersamaan — ruang untuk berbicara tentang kemanusiaan, sosial, dan menumbuhkan rasa saling menghargai di antara sesama,” kata Munafri.

Lebih jauh, ia mengingatkan pentingnya menjaga lingkungan sekitar gereja sebagai bagian dari nilai-nilai kasih dan kepedulian sosial.

“Kita tidak hanya menjaga apa yang ada di dalam Katedral, tetapi juga memperhatikan masyarakat di sekitarnya. Mari kita jadikan lingkungan ini sebagai contoh kehidupan majemuk yang rukun dan saling menguatkan,” ujarnya.

Menutup sambutannya dengan gaya khas yang hangat, Munafri menyelipkan sedikit humor tentang keramahan warga Makassar.

“Di Makassar ini ada dua larangan: pertama, dilarang diet karena semua makanan enak; kedua, dilarang cepat pulang, karena di sini tamu harus menikmati angin Mammiri dan indahnya sunset di Pantai Losari,” ucapnya disambut tawa hadirin.

Pesan kebersamaan itu menegaskan bahwa di bawah kepemimpinannya, Makassar terus tumbuh sebagai kota yang tak hanya cerdas dan maju, tetapi juga damai, terbuka, dan menjadi rumah yang nyaman bagi semua umat.

Baca Lainnya

Fatma Wahyuddin, Ketua Fraksi Demokrat Sulsel, Lantang Desak Kadisdik Sulsel Cari Solusi Akses SMA di Wilayah Tanpa Sekolah Negeri

12 Mei 2026 - 16:21 WITA

Sekda Makassar Tekankan Penguatan Karakter Lewat Pendidikan Antikorupsi

11 Mei 2026 - 21:17 WITA

Pemkot Makassar Dapat Restu Kemendagri, Seleksi Direksi PDAM Dilanjutkan Tanpa Ulang Tahapan

11 Mei 2026 - 19:30 WITA

Makassar Menuju Pusat Peradaban Budaya: Dinas Kebudayaan Matangkan Konsep Taman Budaya Lewat FGD Strategis

7 Mei 2026 - 20:24 WITA

Seleksi Ketat di GOR Sudiang, Sulsel Kirim Sinyal Kuat ke Timnas U17

6 Mei 2026 - 09:32 WITA

Trending di BERANDA