MAKASSAR, CAHAYASULSEL.COM — Pemerintah Kota Makassar kian memantapkan langkah dalam mewujudkan sistem transportasi perkotaan yang terintegrasi dan berkelanjutan melalui penguatan kolaborasi lintas sektor. Komitmen ini tercermin dari kehadiran Kepala Sub Bidang Hiburan dan Pajak Penerangan Jalan (PPJ) Bapenda Makassar, Andi Mangga Barani, dalam Rapat Konsultasi Publik Laporan Pendahuluan Studi Sistem Transportasi Perkotaan Kota Makassar.
Kegiatan strategis yang diinisiasi oleh Bappeda Makassar bekerja sama dengan LPPM Universitas Hasanuddin tersebut digelar di Hotel Melia Makassar, dan menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari unsur pemerintah, akademisi, hingga praktisi transportasi.
Forum ini menjadi ruang penting untuk menghimpun gagasan, masukan, dan analisis komprehensif dalam merumuskan arah kebijakan serta strategi pengembangan transportasi kota yang efisien, aman, dan ramah lingkungan.
Dalam kesempatan tersebut, Andi Mangga Barani menegaskan bahwa pembangunan sistem transportasi tidak bisa dilepaskan dari aspek pendukung lain, termasuk kebijakan pendapatan daerah, khususnya yang berkaitan dengan Pajak Penerangan Jalan dan fasilitas publik.
“Transportasi yang baik harus selaras dengan kebijakan pendapatan daerah. Penerangan jalan dan fasilitas publik merupakan bagian penting dalam menunjang keselamatan, kenyamanan, dan kelancaran mobilitas masyarakat. Karena itu, Bapenda berkomitmen mendukung penuh perencanaan transportasi yang berkelanjutan,” ujarnya.
Kehadiran Bapenda Makassar dalam forum ini sekaligus menegaskan pentingnya sinergi antara pembangunan infrastruktur dan optimalisasi pendapatan daerah, sebagai fondasi dalam mewujudkan ekosistem kota yang produktif, nyaman, dan aman bagi seluruh lapisan masyarakat.
Melalui pendekatan kolaboratif ini, Pemkot Makassar diharapkan mampu melahirkan kebijakan transportasi perkotaan yang tidak hanya modern dan terintegrasi, tetapi juga berpihak pada keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.**(Bars)














