Menu

Mode Gelap
Menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Fatma Wahyuddin Sampaikan Pesan Silaturahmi dan Kebersamaan Inspiratif! Ketua RW 05 Mangasa Rela Nol Gaji Demi Warga, Fasilitas Gratis Jadi Bukti Nyata DPC APPI Kecamatan Makassar: Penertiban PK5 oleh Camat Jadi Contoh Pendekatan Beradab Aksi Sosial Ramadhan, Perindo Makassar Gandeng UMKM Bagikan Takjil Gratis untuk Warga Jelang Idulfitri, Camat Tallo Pimpin Patroli Gabungan Sikat Potensi Gangguan Kamtibmas Kecamatan Tallo Siapkan Gerakan Pangan Murah, Langkah Nyata Jaga Harga Sembako Jelang Hari Raya

BERANDA

Festival Singara’ Bulang 2025: Cahaya Budaya yang Menyatukan Keberagaman Kota Makassar

badge-check


					Festival Singara’ Bulang 2025: Cahaya Budaya yang Menyatukan Keberagaman Kota Makassar Perbesar

MAKASSAR CAHAYASULSEL.COM — Jalan Ahmad Yani, tepat di depan Balai Kota Makassar, Jumat malam (8/11/2025), berubah menjadi lautan warna dan harmoni melalui gelaran Festival Singara’ Bulang – Harmoni Budaya Kota Makassar. Gelaran budaya yang menjadi rangkaian semarak HUT Kota Makassar ke-418 ini berhasil menghadirkan suasana penuh kehangatan, menggambarkan wajah Makassar yang majemuk namun tetap menyatu dalam keberagaman.

Di bawah temaram lampu kota dan sorot bulan, ribuan warga tumpah ruah menikmati parade budaya yang memadukan berbagai etnis dan komunitas. Dinas Kebudayaan Kota Makassar bersama masyarakat menampilkan ragam baju adat, tarian tradisional, serta atraksi khas dari berbagai daerah yang ada di Makassar. Parade budaya ini juga melibatkan sahabat disabilitas, komunitas Tionghoa, Sunda, Madura, Bali, hingga Komunitas Sepeda Tua Makassar, serta 23 sanggar seni dengan total 250 penari yang menampilkan empat etnis utama Sulawesi Selatan: Makassar, Bugis, Mandar, dan Toraja.

Festival dibuka dengan prosesi simbolik detungan ledung, pemukulan alat musik tradisional oleh Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, didampingi Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham, Sekda Kota Makassar Andi Zulkifli Nandar, dan Kepala Dinas Kebudayaan Andi Patiware. Turut hadir pula jajaran Forkopimda, Ketua TP PKK Kota Makassar, tokoh budaya dan kesenian, camat-lurah, serta tamu kehormatan dari Korea. Semua tamu tampak anggun dalam balutan busana adat Bugis-Makassar, menambah semarak nuansa budaya di jantung Kota Daeng.

Dalam sambutannya, Wali Kota Munafri Arifuddin menyampaikan bahwa Singara’ Bulang yang berarti “cahaya bulan” merupakan simbol penting tentang makna budaya dalam kehidupan masyarakat Makassar.

“Cahaya bulan mengingatkan kita bahwa budaya Makassar adalah penerang bagi perjalanan peradaban kita. Sebagaimana bulan memberi cahaya di malam hari, budaya kita memberi pencerahan bagi jati diri dan karakter generasi masa kini dan yang akan datang,” ujarnya.

Munafri menegaskan, meski Makassar kini tumbuh sebagai kota metropolitan yang modern, akar budaya tetap harus menjadi pondasi utama dalam menghadapi arus globalisasi.

“Kita tidak boleh melupakan warisan leluhur. Melalui Harmoni Budaya Makassar ini, saya mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga dan melestarikan kearifan lokal sebagai identitas yang membedakan kita dengan daerah lain,” tambahnya.

Ia juga mendorong agar nilai-nilai luhur budaya diwariskan kepada generasi muda dan dikembangkan sebagai kekuatan ekonomi kreatif yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Keberagaman adalah modal besar bagi kita untuk bersatu membangun Makassar agar semakin tinggi dan maju,” tegasnya di hadapan ribuan warga.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham mengapresiasi pelaksanaan Festival Singara’ Bulang yang dinilainya bukan sekadar hiburan, tetapi juga bentuk nyata pelestarian budaya dan identitas daerah.

“Melalui Kirab Budaya ini kita melihat bagaimana masyarakat Makassar bersatu dalam keberagaman. Budaya adalah kekuatan yang mempersatukan, dan semangat inilah yang harus terus kita rawat dalam membangun Makassar yang lebih maju dan berkarakter,” tutur Aliyah.

Festival Singara’ Bulang 2025 menjadi bukti nyata bahwa harmoni budaya adalah napas kehidupan Kota Makassar. Cahaya bulan yang bersinar malam itu seolah menjadi saksi semangat persatuan dan kebanggaan warga Makassar atas 418 tahun perjalanan kotanya yang penuh warna.

Baca Lainnya

Menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Fatma Wahyuddin Sampaikan Pesan Silaturahmi dan Kebersamaan

20 Maret 2026 - 23:38 WITA

Inspiratif! Ketua RW 05 Mangasa Rela Nol Gaji Demi Warga, Fasilitas Gratis Jadi Bukti Nyata

17 Maret 2026 - 22:52 WITA

DPC APPI Kecamatan Makassar: Penertiban PK5 oleh Camat Jadi Contoh Pendekatan Beradab

17 Maret 2026 - 22:19 WITA

Aksi Sosial Ramadhan, Perindo Makassar Gandeng UMKM Bagikan Takjil Gratis untuk Warga

16 Maret 2026 - 19:11 WITA

Jelang Idulfitri, Camat Tallo Pimpin Patroli Gabungan Sikat Potensi Gangguan Kamtibmas

15 Maret 2026 - 02:11 WITA

Trending di BERANDA