Menu

Mode Gelap
Menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Fatma Wahyuddin Sampaikan Pesan Silaturahmi dan Kebersamaan Inspiratif! Ketua RW 05 Mangasa Rela Nol Gaji Demi Warga, Fasilitas Gratis Jadi Bukti Nyata DPC APPI Kecamatan Makassar: Penertiban PK5 oleh Camat Jadi Contoh Pendekatan Beradab Aksi Sosial Ramadhan, Perindo Makassar Gandeng UMKM Bagikan Takjil Gratis untuk Warga Jelang Idulfitri, Camat Tallo Pimpin Patroli Gabungan Sikat Potensi Gangguan Kamtibmas Kecamatan Tallo Siapkan Gerakan Pangan Murah, Langkah Nyata Jaga Harga Sembako Jelang Hari Raya

BERANDA

Makassar Menuju Full Digital: Wali Kota Serahkan Smartphone untuk Jukir QRIS

badge-check


					Makassar Menuju Full Digital: Wali Kota Serahkan Smartphone untuk Jukir QRIS Perbesar

MAKASSAR, CAHAYASULSEL.COM — Upaya Pemkot Makassar mempercepat digitalisasi layanan publik kembali ditunjukkan lewat langkah konkret. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, bersama Wakil Wali Kota, Aliyah Mustika Ilham, menyerahkan enam unit smartphone kepada juru parkir (jukir) pengguna QRIS Perumda Parkir Makassar Raya.

Penyerahan itu berlangsung di kawasan Pasar Baru, Jalan W.R. Supratman, dan disaksikan langsung Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Ricky Satria, serta Direktur Utama Perumda Parkir Makassar Raya, Adi Rasid Ali.

Munafri menegaskan bahwa pembagian smartphone ini merupakan bagian dari implementasi pilot project digitalisasi sistem parkir kota. Proyek ini memiliki tiga fase besar yang ditargetkan rampung pada 2026–2027, sehingga seluruh titik parkir di Makassar dapat beroperasi secara digital penuh.

“Ini pilot project. PD Parkir sudah punya fase 1, fase 2, dan fase 3. Targetnya, 2026–2027 semua titik parkir di Makassar sudah full digital,” jelasnya.

Menurut Appi, digitalisasi menjadi kunci peningkatan transparansi, efektivitas, dan kenyamanan layanan parkir. Meski peralihan dari sistem manual tidak mudah, transformasi ini wajib dimulai dan dijalankan secara konsisten.

“Selama ini kita berada di zona nyaman: sistem manual, pembayaran langsung, kembalian lama. Digitalisasi memotong banyak proses, membuat semuanya lebih efisien,” tegasnya.

Digitalisasi, lanjutnya, juga membantu mencatat pemasukan secara otomatis dan mengurangi potensi kesalahpahaman antara jukir, masyarakat, dan perusahaan. Data harian yang sebelumnya dicatat secara manual kini bisa direkap sistem, sehingga memudahkan pemetaan titik parkir dengan performa terbaik maupun titik yang perlu evaluasi.

Di hadapan jajaran PD Parkir dan para jukir, Munafri turut menekankan pentingnya peningkatan pelayanan publik. Jukir bukan hanya petugas penarik retribusi, tetapi juga representasi langsung kenyamanan warga saat memarkir kendaraan.

“Jangan cuma menarik retribusi, senyum pun susah. Kita ingin jukir lebih sopan, komunikatif, melayani dengan baik. Jangan ada lagi kejadian—datang tak ada jukir, pulang baru muncul seperti hantu. Itu harus dibenahi,” tegasnya.

Selain pelayanan, ia juga meminta PD Parkir memastikan jukir tidak mengarahkan kendaraan ke area yang jelas-jelas dilarang parkir, agar tidak bertentangan dengan aturan penegakan perda.

Sebagai langkah jangka panjang, Pemkot Makassar juga tengah mematangkan rencana pembangunan building parking untuk mengurangi penumpukan kendaraan di badan jalan dan meningkatkan ketertiban kota.

Baca Lainnya

Menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Fatma Wahyuddin Sampaikan Pesan Silaturahmi dan Kebersamaan

20 Maret 2026 - 23:38 WITA

Inspiratif! Ketua RW 05 Mangasa Rela Nol Gaji Demi Warga, Fasilitas Gratis Jadi Bukti Nyata

17 Maret 2026 - 22:52 WITA

DPC APPI Kecamatan Makassar: Penertiban PK5 oleh Camat Jadi Contoh Pendekatan Beradab

17 Maret 2026 - 22:19 WITA

Aksi Sosial Ramadhan, Perindo Makassar Gandeng UMKM Bagikan Takjil Gratis untuk Warga

16 Maret 2026 - 19:11 WITA

Jelang Idulfitri, Camat Tallo Pimpin Patroli Gabungan Sikat Potensi Gangguan Kamtibmas

15 Maret 2026 - 02:11 WITA

Trending di BERANDA