Menu

Mode Gelap
Menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Fatma Wahyuddin Sampaikan Pesan Silaturahmi dan Kebersamaan Inspiratif! Ketua RW 05 Mangasa Rela Nol Gaji Demi Warga, Fasilitas Gratis Jadi Bukti Nyata DPC APPI Kecamatan Makassar: Penertiban PK5 oleh Camat Jadi Contoh Pendekatan Beradab Aksi Sosial Ramadhan, Perindo Makassar Gandeng UMKM Bagikan Takjil Gratis untuk Warga Jelang Idulfitri, Camat Tallo Pimpin Patroli Gabungan Sikat Potensi Gangguan Kamtibmas Kecamatan Tallo Siapkan Gerakan Pangan Murah, Langkah Nyata Jaga Harga Sembako Jelang Hari Raya

BERANDA

Monolog Budaya 2025: Generasi Muda Jadi Motor Penggerak Pelestarian Budaya di Era Digital

badge-check


					Monolog Budaya 2025: Generasi Muda Jadi Motor Penggerak Pelestarian Budaya di Era Digital Perbesar

MAKASSAR, CAHAYASULSEL.COM – Kepala Dinas Kebudayaan Kota Makassar menghadiri Monolog Budaya 2025, yang digelar selama dua hari, 25-26 November 2025, di Kampus Politeknik Pariwisata Makassar. Kegiatan ini menjadi ruang pertemuan ide, nilai, dan semangat untuk menjawab tantangan pelestarian budaya lokal di era digital.

Melalui dialog lintas generasi, Monolog Budaya 2025 menggali strategi pelestarian budaya dengan pendekatan modern, tanpa meninggalkan akar nilai luhur. Acara ini menghadirkan generasi muda sebagai motor penggerak, yang membawa gagasan segar dalam mengemas budaya secara kreatif di ruang digital, mulai dari media sosial, aplikasi edukasi, hingga platform konten kreatif lainnya.

Kegiatan ini juga menjadi wadah kolaborasi antar pemangku kepentingan, termasuk akademisi, praktisi budaya, komunitas seni, dan pemerintah, untuk merumuskan langkah strategis dalam mentransformasikan budaya lokal agar tetap relevan, inklusif, dan berkelanjutan.

Hasil rumusan dan rekomendasi dari Monolog Budaya 2025 akan menjadi rujukan penting bagi kebijakan dan program Disbud Kota Makassar, memastikan bahwa pelestarian budaya tidak hanya bersifat simbolik, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan zaman dan kebutuhan generasi masa depan.

Dengan semangat ini, Makassar menegaskan diri sebagai kota budaya yang progresif, yang mampu memadukan tradisi, kreativitas, dan teknologi demi menjaga warisan budaya tetap hidup dan dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat.

Baca Lainnya

Menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Fatma Wahyuddin Sampaikan Pesan Silaturahmi dan Kebersamaan

20 Maret 2026 - 23:38 WITA

Inspiratif! Ketua RW 05 Mangasa Rela Nol Gaji Demi Warga, Fasilitas Gratis Jadi Bukti Nyata

17 Maret 2026 - 22:52 WITA

DPC APPI Kecamatan Makassar: Penertiban PK5 oleh Camat Jadi Contoh Pendekatan Beradab

17 Maret 2026 - 22:19 WITA

Aksi Sosial Ramadhan, Perindo Makassar Gandeng UMKM Bagikan Takjil Gratis untuk Warga

16 Maret 2026 - 19:11 WITA

Jelang Idulfitri, Camat Tallo Pimpin Patroli Gabungan Sikat Potensi Gangguan Kamtibmas

15 Maret 2026 - 02:11 WITA

Trending di BERANDA