Menu

Mode Gelap
Fatma Wahyuddin, Ketua Fraksi Demokrat Sulsel, Lantang Desak Kadisdik Sulsel Cari Solusi Akses SMA di Wilayah Tanpa Sekolah Negeri Sekda Makassar Tekankan Penguatan Karakter Lewat Pendidikan Antikorupsi Pemkot Makassar Dapat Restu Kemendagri, Seleksi Direksi PDAM Dilanjutkan Tanpa Ulang Tahapan Makassar Menuju Pusat Peradaban Budaya: Dinas Kebudayaan Matangkan Konsep Taman Budaya Lewat FGD Strategis Seleksi Ketat di GOR Sudiang, Sulsel Kirim Sinyal Kuat ke Timnas U17 Wujudkan Kota Inklusif, Sekda Makassar Dorong Penanganan ODGJ Terpadu

BERANDA

Monolog Budaya 2025: Generasi Muda Jadi Motor Penggerak Pelestarian Budaya di Era Digital

badge-check


					Monolog Budaya 2025: Generasi Muda Jadi Motor Penggerak Pelestarian Budaya di Era Digital Perbesar

MAKASSAR, CAHAYASULSEL.COM – Kepala Dinas Kebudayaan Kota Makassar menghadiri Monolog Budaya 2025, yang digelar selama dua hari, 25-26 November 2025, di Kampus Politeknik Pariwisata Makassar. Kegiatan ini menjadi ruang pertemuan ide, nilai, dan semangat untuk menjawab tantangan pelestarian budaya lokal di era digital.

Melalui dialog lintas generasi, Monolog Budaya 2025 menggali strategi pelestarian budaya dengan pendekatan modern, tanpa meninggalkan akar nilai luhur. Acara ini menghadirkan generasi muda sebagai motor penggerak, yang membawa gagasan segar dalam mengemas budaya secara kreatif di ruang digital, mulai dari media sosial, aplikasi edukasi, hingga platform konten kreatif lainnya.

Kegiatan ini juga menjadi wadah kolaborasi antar pemangku kepentingan, termasuk akademisi, praktisi budaya, komunitas seni, dan pemerintah, untuk merumuskan langkah strategis dalam mentransformasikan budaya lokal agar tetap relevan, inklusif, dan berkelanjutan.

Hasil rumusan dan rekomendasi dari Monolog Budaya 2025 akan menjadi rujukan penting bagi kebijakan dan program Disbud Kota Makassar, memastikan bahwa pelestarian budaya tidak hanya bersifat simbolik, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan zaman dan kebutuhan generasi masa depan.

Dengan semangat ini, Makassar menegaskan diri sebagai kota budaya yang progresif, yang mampu memadukan tradisi, kreativitas, dan teknologi demi menjaga warisan budaya tetap hidup dan dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat.

Baca Lainnya

Fatma Wahyuddin, Ketua Fraksi Demokrat Sulsel, Lantang Desak Kadisdik Sulsel Cari Solusi Akses SMA di Wilayah Tanpa Sekolah Negeri

12 Mei 2026 - 16:21 WITA

Sekda Makassar Tekankan Penguatan Karakter Lewat Pendidikan Antikorupsi

11 Mei 2026 - 21:17 WITA

Pemkot Makassar Dapat Restu Kemendagri, Seleksi Direksi PDAM Dilanjutkan Tanpa Ulang Tahapan

11 Mei 2026 - 19:30 WITA

Makassar Menuju Pusat Peradaban Budaya: Dinas Kebudayaan Matangkan Konsep Taman Budaya Lewat FGD Strategis

7 Mei 2026 - 20:24 WITA

Seleksi Ketat di GOR Sudiang, Sulsel Kirim Sinyal Kuat ke Timnas U17

6 Mei 2026 - 09:32 WITA

Trending di BERANDA