Menu ✖

Mode Gelap
Perkuat Riset Genetika, SPs Unhas Gandeng Pakar University of Antwerp Latih Peneliti Muda Dikawal 24 Ketua DPC, Appi Pertegas Langkah Menuju Kursi Ketua Demokrat Sulsel Dari TEBA hingga Budidaya Maggot, DWP Kota Makassar Gencarkan Gerakan Hijau di Kecamatan Tamalate Fatma Wahyuddin Dampingi Munafri Arifuddin Bergabung dengan Demokrat, Bawa Semangat Baru untuk Pengabdian Setahun Menjabat, Appi Siapkan Evaluasi dan Rotasi Lurah, Kinerja Jadi Penentu Semarak Final Street Football APPI Mariso, Sulyadi Abbas Dorong Pemuda Makassar Terus Bergerak

BERANDA

Pemkot Makassar Dorong 400 Sekolah Wujudkan Gerakan Eco Enzym dan Makan Buah Serentak

badge-check


					Pemkot Makassar Dorong 400 Sekolah Wujudkan Gerakan Eco Enzym dan Makan Buah Serentak Perbesar

MAKASSAR, CAHAYASULSEL.COM — Pemerintah Kota Makassar, melalui kolaborasi Dinas Pendidikan, Dinas Lingkungan Hidup, dan Dinas Komunikasi dan Informatika, mendorong gerakan peduli lingkungan di sekolah melalui kegiatan “Pembuatan 10.000 Liter Eco Enzym dan Gerakan Makan Buah Serentak” yang dilaksanakan oleh lebih dari 400 SD Negeri dan Swasta se-Kota Makassar, Selasa (2/12/2025).

Kegiatan ini digelar serentak di sekolah masing-masing dengan panduan virtual melalui Zoom Meeting, sebagai bagian dari peringatan Hari Guru Nasional 25 November 2025. Langkah ini menunjukkan komitmen Pemkot Makassar dalam menanamkan gaya hidup sehat dan kepedulian lingkungan sejak dini.

Ketua TP PKK sekaligus Ketua Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar, Melinda Aksa, menjelaskan bahwa gerakan ini merupakan wujud nyata partisipasi sekolah dan Pemkot Makassar dalam membangun karakter anak-anak.

“Melalui gerakan makan buah, kita menanamkan gaya hidup sehat kepada anak-anak kita. Sementara pembuatan 10.000 liter ecoenzym adalah aksi nyata menjaga lingkungan dan mengajarkan anak-anak mengelola sampah organik sejak dini,” ujar Melinda.

Kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi peserta didik untuk memahami pemanfaatan kulit buah menjadi ecoenzym yang dapat digunakan untuk pembersihan lingkungan, sanitasi, pertanian, hingga pengolahan limbah.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman, menambahkan bahwa gerakan kolaboratif ini menjadi contoh nyata pembelajaran kontekstual. “Siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktik mengurangi sampah dari sumbernya melalui aksi sederhana namun bermakna,” jelasnya.

Seluruh ecoenzym yang dihasilkan akan dikumpulkan dan dimanfaatkan dalam program lingkungan kota, termasuk pembersihan saluran, perawatan taman kota, dan kegiatan edukasi lanjutan di sekolah-sekolah.

Melalui gerakan ini, Pemkot Makassar sekaligus menegaskan dukungannya terhadap visi Makassar Bebas Sampah 2029 dan target menjadi Kota Lumbungnya Organik Dunia.

“Kolaborasi ini menunjukkan bahwa perubahan dapat dimulai dari sekolah, didorong guru, dan difasilitasi Pemerintah Kota Makassar. Ecoenzym ini bukan sekadar aksi lingkungan, tetapi investasi pendidikan karakter dan budaya bersih bagi generasi muda,” pungkas Melinda Aksa.

Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memberikan penghormatan kepada guru-guru di Kota Makassar atas dedikasi mereka membentuk generasi yang sehat, cerdas, dan peduli lingkungan.

Baca Lainnya

Perkuat Riset Genetika, SPs Unhas Gandeng Pakar University of Antwerp Latih Peneliti Muda

20 Oktober 2026 - 09:30 WITA

Dikawal 24 Ketua DPC, Appi Pertegas Langkah Menuju Kursi Ketua Demokrat Sulsel

18 Oktober 2026 - 19:44 WITA

Dari TEBA hingga Budidaya Maggot, DWP Kota Makassar Gencarkan Gerakan Hijau di Kecamatan Tamalate

14 Oktober 2026 - 16:33 WITA

Fatma Wahyuddin Dampingi Munafri Arifuddin Bergabung dengan Demokrat, Bawa Semangat Baru untuk Pengabdian

8 Oktober 2026 - 17:10 WITA

Setahun Menjabat, Appi Siapkan Evaluasi dan Rotasi Lurah, Kinerja Jadi Penentu

5 Oktober 2026 - 21:21 WITA

Trending di BERANDA