MAKASSAR, CAHAYASULSEL.COM – Sekretaris Camat Rappocini, Andi Zulfadli, S.E., menghadiri Bimbingan Teknis (Bimtek) Manajemen Risiko Lingkup Pemerintah Kota Makassar Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Inspektorat Daerah Kota Makassar. Kegiatan ini berlangsung di Four Points Hotel Makassar, Kamis (11/12/2025).
Bimtek tersebut diikuti oleh seluruh perangkat daerah lingkup Pemerintah Kota Makassar dan bertujuan untuk memperkuat tata kelola pemerintahan melalui penerapan manajemen risiko yang lebih sistematis, terukur, serta responsif terhadap berbagai potensi tantangan dalam penyelenggaraan pemerintahan.
Dalam kegiatan ini, para peserta mendapatkan pemaparan komprehensif terkait strategi identifikasi risiko, mitigasi, serta pengendalian internal yang selaras dengan standar Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP). Melalui bimtek ini, diharapkan kapasitas perangkat daerah semakin meningkat dalam meminimalisir risiko yang berpotensi menghambat pencapaian target pembangunan.
Sekretaris Camat Rappocini, Andi Zulfadli, menegaskan bahwa manajemen risiko merupakan elemen penting dalam mewujudkan pemerintahan yang profesional, transparan, dan akuntabel.
“Melalui bimtek ini, kami semakin memahami pentingnya pengelolaan risiko secara efektif dalam setiap proses kerja. Pemerintah kecamatan wajib memastikan setiap program berjalan sesuai target, meminimalisir hambatan, serta tetap berada dalam koridor tata kelola pemerintahan yang baik,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa Pemerintah Kecamatan Rappocini siap mengimplementasikan hasil pembelajaran tersebut dalam penyusunan dan pelaksanaan program kerja, khususnya pada aspek pelayanan publik, administrasi pemerintahan, dan pengawasan internal.
“Kami berkomitmen untuk memperkuat budaya kerja yang transparan dan berintegritas. Dengan penerapan manajemen risiko yang baik, kualitas pelayanan kepada masyarakat akan semakin optimal,” tambahnya.
Kegiatan Bimtek Manajemen Risiko ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan daerah, menuju birokrasi yang adaptif, modern, dan mampu menghadapi dinamika pembangunan Kota Makassar secara berkelanjutan.














