Menu ✖

Mode Gelap
Perkuat Riset Genetika, SPs Unhas Gandeng Pakar University of Antwerp Latih Peneliti Muda Dikawal 24 Ketua DPC, Appi Pertegas Langkah Menuju Kursi Ketua Demokrat Sulsel Dari TEBA hingga Budidaya Maggot, DWP Kota Makassar Gencarkan Gerakan Hijau di Kecamatan Tamalate Fatma Wahyuddin Dampingi Munafri Arifuddin Bergabung dengan Demokrat, Bawa Semangat Baru untuk Pengabdian Setahun Menjabat, Appi Siapkan Evaluasi dan Rotasi Lurah, Kinerja Jadi Penentu Semarak Final Street Football APPI Mariso, Sulyadi Abbas Dorong Pemuda Makassar Terus Bergerak

BERANDA

Upacara Penuh Khidmat, Camat Rappocini Hadiri Peringatan Tragedi 40.000 Jiwa di Makassar

badge-check


					Upacara Penuh Khidmat, Camat Rappocini Hadiri Peringatan Tragedi 40.000 Jiwa di Makassar Perbesar

MAKASSAR, CAHAYASULSEL.COM – Camat Rappocini, Muhammad Aminuddin, S.Sos., M.A.P., menghadiri Upacara Peringatan Hari Korban 40.000 Jiwa ke-79 yang digelar di Monumen Korban 40.000 Jiwa, Jalan Langgau, Kelurahan La’latang, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, Kamis. (11/12/2025)

Peringatan bersejarah ini menjadi momentum penting untuk mengenang salah satu tragedi kemanusiaan terbesar dalam sejarah Sulawesi Selatan, sekaligus meneguhkan komitmen bersama dalam menjaga nilai kemanusiaan, persatuan, dan keadilan.

Upacara dipimpin langsung oleh Asisten I Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Ishak Iskandar, yang hadir mewakili Gubernur Sulawesi Selatan. Kehadiran unsur pimpinan daerah, termasuk camat dari berbagai wilayah di Kota Makassar, menunjukkan keseriusan pemerintah dalam merawat memori kolektif masyarakat terhadap sejarah kelam yang pernah terjadi.

Dalam amanatnya, Ishak Iskandar menegaskan bahwa peringatan Hari Korban 40.000 Jiwa bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan momentum refleksi nasional agar nilai-nilai kemanusiaan, persatuan, dan keadilan tetap terjaga dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Ini adalah hari untuk menundukkan kepala, mengenang kembali penderitaan masyarakat Sulawesi Selatan pada masa itu. Kita harus memastikan tragedi serupa tidak pernah terulang kembali,” tegasnya.

Peringatan ini mengenang tragedi pada kurun waktu 1946–1947, ketika aksi militer yang dipimpin Raymond Westerling dari pasukan kolonial Belanda menyebabkan puluhan ribu warga sipil di Sulawesi Selatan menjadi korban. Peristiwa kelam tersebut meninggalkan luka mendalam dan menjadi pengingat pentingnya menjaga nilai kemanusiaan serta kebebasan.

Upacara berlangsung khidmat dan penuh penghormatan. Kegiatan ini dihadiri oleh unsur Forkopimda, TNI–Polri, tokoh masyarakat, keluarga korban, veteran, pelajar, serta masyarakat umum yang mengikuti seluruh rangkaian acara dengan tertib.

Kehadiran generasi muda dalam peringatan tersebut dinilai sangat penting sebagai upaya menanamkan kesadaran sejarah sejak dini, agar nilai-nilai perjuangan dan pengorbanan para pendahulu bangsa tetap hidup dan diwariskan dari generasi ke generasi.

Sementara itu, Camat Rappocini Muhammad Aminuddin menyampaikan bahwa momentum peringatan Hari Korban 40.000 Jiwa menjadi pengingat kuat bagi seluruh masyarakat, khususnya generasi penerus, tentang pentingnya menjaga persatuan, menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, serta menghargai sejarah sebagai fondasi dalam membangun masa depan yang lebih beradab dan bermartabat.

Baca Lainnya

Perkuat Riset Genetika, SPs Unhas Gandeng Pakar University of Antwerp Latih Peneliti Muda

20 Oktober 2026 - 09:30 WITA

Dikawal 24 Ketua DPC, Appi Pertegas Langkah Menuju Kursi Ketua Demokrat Sulsel

18 Oktober 2026 - 19:44 WITA

Dari TEBA hingga Budidaya Maggot, DWP Kota Makassar Gencarkan Gerakan Hijau di Kecamatan Tamalate

14 Oktober 2026 - 16:33 WITA

Fatma Wahyuddin Dampingi Munafri Arifuddin Bergabung dengan Demokrat, Bawa Semangat Baru untuk Pengabdian

8 Oktober 2026 - 17:10 WITA

Setahun Menjabat, Appi Siapkan Evaluasi dan Rotasi Lurah, Kinerja Jadi Penentu

5 Oktober 2026 - 21:21 WITA

Trending di BERANDA