MAKASSAR, CAHAYASULSE.COM – Antusiasme masyarakat mengikuti Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 jalur domisili di Kota Makassar mencapai puncaknya. Ribuan calon peserta didik memadati pendaftaran di sejumlah SMP negeri favorit, meski daya tampung sekolah hanya berkisar 100 hingga 150 siswa.
Berdasarkan data pada laman resmi SPMB Dinas Pendidikan Kota Makassar, UPT SPF SMP Negeri 3 Makassar menjadi sekolah dengan jumlah pendaftar terbanyak. Dari kuota hanya 144 siswa, sekolah tersebut menerima 1.596 pendaftar dengan berkas lengkap.
Persaingan juga terjadi di UPT SPF SMP Negeri 24 Makassar. Sekolah yang menyediakan 153 kursi itu dibanjiri 1.447 pendaftar. Sementara UPT SPF SMP Negeri 1 Makassar dengan daya tampung 146 siswa menerima 1.407 pendaftar.
Melihat tingginya animo masyarakat, Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman, didampingi Kepala Bidang SMP Andi Akhmad Muhajir, turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke tiga sekolah tersebut.
Sidak dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan penerimaan berjalan sesuai aturan, transparan, dan bebas dari praktik yang merugikan masyarakat.
Achi meninjau langsung ruang pelayanan, proses verifikasi berkas, hingga sistem pemeringkatan peserta didik yang ditampilkan secara real time. Ia juga berdialog dengan kepala sekolah, operator SPMB, dan panitia pelaksana guna memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal.
Yang pertama adalah tadi kita bisa melihat di smartboard secara real time bahwa pemeringkatan dilakukan berdasarkan jarak. Semua prosesnya transparan dan bisa dilihat langsung oleh masyarakat,” ujar Achi Soleman.
Menurutnya, membludaknya jumlah pendaftar di sekolah-sekolah tertentu merupakan dampak dari tingginya kepadatan penduduk pada wilayah tersebut. Kondisi itu membuat sejumlah sekolah favorit menjadi tujuan utama calon peserta didik.
Meski demikian, Achi memastikan Pemerintah Kota Makassar telah menyiapkan solusi agar seluruh anak tetap memperoleh hak pendidikan melalui kemitraan dengan sekolah swasta.
“Daerah yang padat penduduk memang peminatnya sangat tinggi. Karena itu, tahun ini kami menggandeng sekolah swasta untuk mengakomodasi anak-anak yang belum tertampung di sekolah negeri, dan layanan tersebut tidak dipungut biaya,” jelasnya.
Sebanyak 67 sekolah swasta telah bermitra dengan Pemerintah Kota Makassar dalam pelaksanaan SPMB 2026. Menurut Achi, jumlah tersebut menjadi kekuatan besar untuk memperluas akses pendidikan sekaligus menjangkau wilayah-wilayah yang selama ini tergolong blind spot terhadap sekolah negeri.
“Kami sangat mengapresiasi 67 sekolah swasta yang ikut bergabung. Mereka membantu mengakomodasi anak-anak yang rumahnya jauh dari sekolah negeri. Pilihan sekolah swasta juga tersedia pada pilihan keempat dan kelima sehingga masyarakat memiliki lebih banyak alternatif,” katanya.
Ia menegaskan, kolaborasi antara pemerintah dan sekolah swasta merupakan langkah strategis untuk mewujudkan pemerataan layanan pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kota Makassar.
“Tujuan kami bukan hanya memastikan semua anak mendapatkan sekolah, tetapi juga membangun mutu pendidikan yang semakin baik. Pemerintah dan sekolah swasta bergerak bersama untuk mencerdaskan anak-anak Kota Makassar,” tegasnya.
Di akhir kunjungannya, Achi mengingatkan masyarakat bahwa hasil seleksi jalur domisili dapat diakses mulai pukul 00.00 WITA. Ia juga mengimbau peserta yang dinyatakan lulus agar segera menyiapkan seluruh dokumen untuk proses daftar ulang.
“Siapkan seluruh berkas administrasi seperti akta kelahiran, kartu keluarga, surat keterangan lulus, pasfoto, dan dokumen pendukung lainnya agar proses daftar ulang berjalan lancar tanpa kendala,” tutup Achi Soleman.














