Menu

Mode Gelap
Kecamatan Tallo Luruskan Anggaran Kebersihan 2026, Tegaskan Bukan Rp12,6 Miliar Kuliah Umum UCM: Appi Bongkar Rahasia Bangun Karier, Leadership, Networking dan Berani Ambil Peluang Wali Kota Appi Tangani Kekeringan Sistem Berkelanjutan, 65 SPAM Diperkuat untuk Jangka Panjang DPD Perindo Makassar Hadiri Workshop Bedah Dapil dan TOT KTA, Perkuat Konsolidasi Menuju Verpol Harmony 93 Bawa Energi Nostalgia ke Attayang Sunset, Senja Losari Makin Istimewa Respons Aduan Warga, Wali Kota Appi Cek Distribusi Air Bersih hingga Siapkan Fasilitas SPAM Bantuan

BERANDA

Kuliner Makassar Laris Manis di ASEAN Day Food Festival 2026, Melinda Aksa: Ini Membanggakan

badge-check


					Kuliner Makassar Laris Manis di ASEAN Day Food Festival 2026, Melinda Aksa: Ini Membanggakan Perbesar

JAKARTA, CAHAYASULSEL.COM  –  Cita rasa khas Makassar turut mewarnai kemeriahan ASEAN Day Food Festival 2026 yang digelar di Hibiscus Room, Heritage Building ASEAN Secretariat, Jakarta, Sabtu (8/8/2026).

Dekranasda Kota Makassar mendapat undangan dari ASEAN Women Circle (AWC) untuk mengisi salah satu booth dalam ASEAN Day Food Festival 2026 sekaligus menjadi salah satu perwakilan Indonesia yang membawa kekayaan kuliner dari wilayah Indonesia Timur.

Melalui partisipasi tersebut, Dekranasda Kota Makassar memperkenalkan kekayaan kuliner Sulawesi Selatan di tengah perayaan ASEAN Day ke-59 yang mempertemukan 11 negara anggota ASEAN dan 11 negara mitra dialog.

Ketua Dekranasda Kota Makassar, Melinda Aksa Munafri, menyampaikan mehadiran Dekranasda Kota Makassar menjadi bagian dari upaya memperkenalkan identitas budaya dan kekayaan kuliner Indonesia Timur dalam ruang perjumpaan masyarakat internasional.

“Partisipasi Dekranasda Kota Makassar dalam ASEAN Day Food Festival 2026 sekaligus menjadi momentum untuk membawa cerita tentang Makassar melalui sajian di atas meja,” ujarnya.

Melinda mengatakan mengusung cita rasa khas Kota Makassar, Dekranasda menghadirkan sejumlah hidangan tradisional, di antaranya Coto Makassar, pisang ijo, serta beragam kue tradisional dengan sekitar enam jenis kue yang disajikan kepada para pengunjung.

“Ini pengalaman pertama saya menghadiri ASEAN Day dan tentunya sangat exciting. Kita bisa melihat dan mencicipi berbagai macam makanan dari banyak negara, sekaligus memperkenalkan makanan khas Makassar kepada mereka,” ujar Melinda.

Antusiasme pengunjung pun terlihat begitu tinggi. Sajian kuliner yang dibawa Dekranasda Kota Makassar mendapat respons positif, bahkan sejumlah kue tradisional hampir habis sebelum rangkaian acara berakhir. Cita rasa khas Makassar pun berhasil menarik perhatian pengunjung yang datang dari berbagai latar belakang dan negara.

Bagi Melinda, antusiasme tersebut menjadi pengalaman yang membanggakan sekaligus menunjukkan bahwa kuliner khas Makassar memiliki daya tarik untuk diperkenalkan lebih luas, termasuk dalam forum internasional.

“Kita senang sekali karena makanan khas Makassar ternyata laris manis. Kue-kue yang kita bawa hampir habis bahkan sebelum acara selesai. Ini tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi kita karena bisa membawa nama Makassar dan memperkenalkan kuliner kita di sini,” tuturnya.

Melinda berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan pada tahun-tahun mendatang dengan skala yang lebih besar. Tingginya antusiasme masyarakat terhadap festival kuliner tersebut, menurutnya, menjadi sinyal positif bahwa acara ini memiliki potensi untuk menjadi ruang promosi budaya dan kuliner yang semakin luas.

“Semoga ke depannya ASEAN Day bisa semakin besar. Hari ini saja tempatnya sangat ramai dan padat, bahkan pendaftaran pengunjung sampai harus ditutup karena antusiasmenya tinggi. Mudah-mudahan tahun depan bisa menggunakan tempat yang lebih luas dan terbuka untuk umum, sehingga semakin banyak orang yang bisa menikmati dan mengenal kuliner dari berbagai negara, termasuk kuliner khas Makassar,” harapnya.

Dari Coto Makassar yang kaya rempah, pisang ijo yang ikonik, hingga aneka kue tradisional, setiap hidangan menjadi cara sederhana namun kuat untuk memperkenalkan kekayaan budaya Makassar kepada dunia.

Kehadiran kuliner Makassar di forum ASEAN ini diharapkan tidak berhenti sebagai pengalaman mencicipi makanan, tetapi juga membuka ruang promosi yang lebih luas bagi produk kuliner dan pelaku usaha kreatif daerah. (*)

Baca Lainnya

Kecamatan Tallo Luruskan Anggaran Kebersihan 2026, Tegaskan Bukan Rp12,6 Miliar

17 September 2026 - 14:05 WITA

Kuliah Umum UCM: Appi Bongkar Rahasia Bangun Karier, Leadership, Networking dan Berani Ambil Peluang

16 September 2026 - 21:20 WITA

Wali Kota Appi Tangani Kekeringan Sistem Berkelanjutan, 65 SPAM Diperkuat untuk Jangka Panjang

16 September 2026 - 18:31 WITA

DPD Perindo Makassar Hadiri Workshop Bedah Dapil dan TOT KTA, Perkuat Konsolidasi Menuju Verpol

15 September 2026 - 20:34 WITA

Harmony 93 Bawa Energi Nostalgia ke Attayang Sunset, Senja Losari Makin Istimewa

12 September 2026 - 19:25 WITA

Trending di BERANDA