MAKASSAR, CAHAYASULSEL.COM – Bursa calon Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) mulai menghangat. Dari sejumlah nama yang mencuat, sosok Harbiyanto, alumni Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin (Unhas), tampil sebagai salah satu kandidat yang siap bertarung dalam kontestasi kepemimpinan HMI tingkat nasional. Harbiyanto menjadi perhatian karena tercatat sebagai satu-satunya alumni Unhas yang maju sebagai calon Ketua Umum PB HMI pada periode ini. Kehadirannya tidak sekadar membawa pengalaman organisasi, tetapi juga membawa nama besar Universitas Hasanuddin ke panggung kepemimpinan nasional HMI. Hal itu disampaikan saat Harbiyanto bersilaturahmi dan bertemu dengan pimpinan Universitas Hasanuddin di Kampus Universitas Hasanuddin, Makassar, Rabu (12/08/2026).
Sebagai bagian dari langkah pencalonannya, Harbiyanto menemui Rektor Unhas untuk menyampaikan niat maju sebagai calon Ketua Umum PB HMI sekaligus meminta restu dari almamater.
Dalam pertemuan tersebut, Rektor Unhas memberikan restu dan dukungan moral kepada Harbiyanto. Dukungan tersebut dinilai menjadi modal penting bagi Harbiyanto untuk melangkah lebih percaya diri dalam kontestasi nasional yang sarat dinamika kaderisasi dan kepemimpinan.
“Restu almamater menjadi energi moral bagi saya untuk terus berikhtiar membawa nilai-nilai HMI dan nama baik Unhas dalam ruang pengabdian yang lebih luas,” ujar Harbiyanto usai pertemuan.
Latar belakang Harbiyanto sebagai alumni Fakultas Kehutanan Unhas menjadi bagian penting dalam perjalanan kepemimpinannya. Kampus tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang pembentukan karakter, gagasan, dan tradisi pengabdian yang terus ia bawa dalam aktivitas organisasi.
Selain dikenal aktif di lingkungan HMI, Harbiyanto memiliki pengalaman panjang dalam proses kaderisasi dan dinamika organisasi. Pengalaman tersebut menjadi bekal untuk memahami tantangan HMI di tengah perubahan sosial, politik, dan kepemudaan yang terus berkembang.
Saat ini, Harbiyanto mulai memasuki tahap konsolidasi dukungan dengan menjalin komunikasi intensif bersama kader HMI dari berbagai daerah. Sebagai satu-satunya kandidat berlatar alumni Unhas, ia menghadapi peluang sekaligus tantangan untuk membangun basis dukungan nasional.
Pencalonan Harbiyanto juga dipandang sebagai momentum untuk menghadirkan gagasan baru tentang arah gerakan HMI ke depan. PB HMI dinilai memiliki posisi strategis dalam merespons isu keumatan, kebangsaan, kepemudaan, pendidikan, hingga persoalan sosial kemasyarakatan.
Bagi Universitas Hasanuddin, majunya Harbiyanto menunjukkan kiprah alumninya dalam ruang kepemimpinan organisasi nasional. Sementara bagi Harbiyanto, restu Rektor Unhas menjadi penegas bahwa langkahnya mendapat dukungan moral dari almamater yang telah membentuk perjalanan intelektual dan organisasinya.
Dengan membawa pengalaman organisasi, identitas kuat sebagai alumni Fakultas Kehutanan Unhas, serta restu dari pimpinan kampus, Harbiyanto kini bersiap melanjutkan konsolidasi menuju perebutan kursi Ketua Umum PB HMI dan menawarkan arah kepemimpinan baru bagi HMI di tingkat nasional.














