
Wakil Ketua Komisi 2, Efhi Wahyudi Masri, SE. (Dok.Ist)
BULUKUMBA.CAHAYASULSEL.COM – Komisi 2 DPRD Kabupaten Bulukumba menggelar Rapat Monitoring dan Evaluasi (Monev) Triwulan IV Tahun Anggaran 2024 bersama mitra kerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Senin (20 Januari 2025). Rapat ini dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi 2, Efhi Wahyudi Masri, SE, di Ruang Kerja Komisi 2 DPRD Bulukumba.
Rapat ini dihadiri oleh anggota Komisi 2 lainnya serta perwakilan dari OPD terkait, yaitu Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Tenaga Kerja, dan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Bulukumba. Fokus rapat adalah mengevaluasi kinerja dan pencapaian setiap OPD dalam melaksanakan program dan menggunakan anggaran tahun 2024.
Efhi Wahyudi Masri menekankan pentingnya pengawasan yang ketat terhadap realisasi anggaran dan target kinerja yang telah ditetapkan. “Kami ingin memastikan semua program berjalan sesuai rencana dan anggaran digunakan dengan efektif untuk kepentingan publik,” ungkapnya.
Dalam rapat tersebut, OPD yang hadir melaporkan pencapaian dan kendala yang dihadapi, serta langkah-langkah perbaikan yang akan diambil. Komisi 2 juga mendorong setiap OPD untuk meningkatkan koordinasi dan transparansi dalam setiap tahapan program agar hasilnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Beberapa OPD juga mengungkapkan bahwa kendala dalam pelaksanaan program terutama terkait dengan keterlambatan dalam penyerapan anggaran dan administrasi yang perlu segera ditangani. Komisi 2 menegaskan agar hal ini tidak menghambat pencapaian target dan memberikan rekomendasi untuk mempercepat proses administrasi dan evaluasi program.
Dalam rapat tersebut, Efhi Wahyudi Masri juga menekankan pentingnya tindak lanjut terhadap rekomendasi yang dihasilkan dari rapat evaluasi ini. “Kami akan terus memantau perkembangan dan meminta OPD untuk memberikan laporan berkala terkait tindak lanjut dari hasil rapat ini,” tambahnya. Rapat ini diharapkan menjadi momentum untuk memastikan kinerja OPD yang lebih optimal di sisa tahun anggaran 2024.














