Menu

Mode Gelap
Menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Fatma Wahyuddin Sampaikan Pesan Silaturahmi dan Kebersamaan Inspiratif! Ketua RW 05 Mangasa Rela Nol Gaji Demi Warga, Fasilitas Gratis Jadi Bukti Nyata DPC APPI Kecamatan Makassar: Penertiban PK5 oleh Camat Jadi Contoh Pendekatan Beradab Aksi Sosial Ramadhan, Perindo Makassar Gandeng UMKM Bagikan Takjil Gratis untuk Warga Jelang Idulfitri, Camat Tallo Pimpin Patroli Gabungan Sikat Potensi Gangguan Kamtibmas Kecamatan Tallo Siapkan Gerakan Pangan Murah, Langkah Nyata Jaga Harga Sembako Jelang Hari Raya

Berita

Masalah Data Siswa, Komisi D DPRD Makassar Panggil Dinas Pendidikan untuk RDP

badge-check

Komisi D DPRD Kota Makassar menggelar rapat dengar pendapat (RDP). (dok.ist)

MAKASSAR.CAHAYASULSEL.COM – Komisi D DPRD Kota Makassar menggelar rapat dengar pendapat (RDP) untuk membahas persoalan serius terkait 1.377 siswa yang belum terdaftar dalam Data Pokok Pendidikan (DAPODIK). Siswa-siswa tersebut tersebar di 16 sekolah menengah pertama (SMP) di Kota Makassar. RDP ini dipimpin oleh Ketua Komisi D, Ari Ashari Ilham, yang mengungkapkan kekhawatiran terkait dampak dari ketidakterdaftarnya siswa-siswa tersebut. (Kamis, 23 Januari 2025).

Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Nielma Palamba, dalam kesempatan tersebut memaparkan bahwa pihaknya sedang berupaya keras membangun komunikasi dengan Pusat Data dan Informasi (Pusdatim) Kementerian Pendidikan di Jakarta. Hal ini dilakukan guna memberikan pemahaman dan mencari solusi terkait 1.377 siswa yang tidak tercatat dalam sistem DAPODIK pada tahun 2024.

“Kami terus bernegosiasi dengan Pusdatim untuk memastikan data siswa ini bisa terdaftar. Hal ini penting agar semua siswa mendapatkan akses penuh terhadap berbagai program pendidikan yang ada,” ungkap Nielma Palamba.

Ketua Komisi D, Ari Ashari Ilham, menegaskan bahwa penting bagi Dinas Pendidikan untuk segera menyelesaikan masalah ini agar tidak menghambat proses perencanaan pendidikan di Kota Makassar. Ia juga menambahkan bahwa validitas data sangat menentukan keberhasilan berbagai program pendidikan, seperti alokasi anggaran dan perencanaan kebutuhan sarana dan prasarana.

“DAPODIK adalah basis data yang sangat vital. Oleh karena itu, kami meminta agar Dinas Pendidikan terus berupaya menyelesaikan masalah ini secepat mungkin. Kami ingin memastikan bahwa tidak ada siswa yang tertinggal dalam sistem pendidikan,” ujar Ari Ashari Ilham.

RDP yang dihadiri oleh sejumlah anggota Komisi D lainnya ini juga diwarnai dengan sejumlah masukan konstruktif terkait langkah-langkah yang harus ditempuh untuk memperbaiki sistem pendataan dan memastikan bahwa setiap anak di Kota Makassar terdaftar dengan baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Fatma Wahyuddin Sampaikan Pesan Silaturahmi dan Kebersamaan

20 Maret 2026 - 23:38 WITA

Inspiratif! Ketua RW 05 Mangasa Rela Nol Gaji Demi Warga, Fasilitas Gratis Jadi Bukti Nyata

17 Maret 2026 - 22:52 WITA

DPC APPI Kecamatan Makassar: Penertiban PK5 oleh Camat Jadi Contoh Pendekatan Beradab

17 Maret 2026 - 22:19 WITA

Aksi Sosial Ramadhan, Perindo Makassar Gandeng UMKM Bagikan Takjil Gratis untuk Warga

16 Maret 2026 - 19:11 WITA

Jelang Idulfitri, Camat Tallo Pimpin Patroli Gabungan Sikat Potensi Gangguan Kamtibmas

15 Maret 2026 - 02:11 WITA

Trending di BERANDA