BANTAENG, CAHAYASULSEL.COM – Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzy Nurdin, menyambut hangat kedatangan rombongan Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (Perdoski) Cabang Makassar bersama Departemen Dermatologi dan Venereologi Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (Unhas) di kawasan wisata Pantai Seruni, Jumat (13/6/2025).
Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan bakti sosial yang akan berlangsung selama dua hari, yakni 13–14 Juni 2025, di berbagai titik di Kabupaten Bantaeng. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Perdoski, FK Unhas, dan Pemerintah Kabupaten Bantaeng dalam upaya meningkatkan kesadaran serta pelayanan kesehatan kulit dan kelamin kepada masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati yang akrab disapa Uji Nurdin ini mengapresiasi kepedulian dan kontribusi kalangan akademisi dan tenaga medis terhadap peningkatan kualitas kesehatan masyarakat Bantaeng, khususnya di wilayah pesisir.
“Kami sangat berterima kasih atas kedatangan dan kepedulian teman-teman dari Perdoski dan Fakultas Kedokteran Unhas. Kehadiran bapak dan ibu semua tentu memberikan semangat baru bagi kami untuk terus membangun sektor kesehatan di Bantaeng, utamanya dalam edukasi dan layanan medis spesifik seperti dermatologi,” ujar Uji Nurdin.
Ia juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Bantaeng akan terus terbuka terhadap sinergi lintas sektor, termasuk dengan institusi pendidikan dan organisasi profesi, guna memperluas jangkauan layanan kesehatan ke berbagai lapisan masyarakat.
Adapun kegiatan bakti sosial yang dilaksanakan meliputi peeling wajah massal, khitanan massal, penyuluhan kesehatan kulit dan kelamin, serta edukasi, pemeriksaan, dan pengobatan kepada kelompok masyarakat petani rumput laut.
Menurut Ketua Perdoski Cabang Makassar, kegiatan ini merupakan bagian dari pengabdian profesi kepada masyarakat dan bentuk kepedulian terhadap masalah-masalah kesehatan yang kerap kurang terjangkau, khususnya di wilayah pesisir.
“Bantaeng adalah daerah pesisir yang memiliki potensi luar biasa, dan kami ingin berkontribusi dalam upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui pendekatan kesehatan kulit dan kelamin, yang selama ini mungkin masih dianggap sebagai hal sensitif atau kurang diprioritaskan,” jelasnya.
Sementara itu, perwakilan Departemen Dermatologi dan Venereologi FK Unhas juga menekankan pentingnya edukasi masyarakat tentang perawatan kulit dan penyakit kelamin yang sering kali tidak dikenali gejalanya sejak dini.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pengabdian masyarakat, tetapi juga wadah untuk memperkuat kolaborasi antara dunia akademik dan pemerintah daerah dalam membangun pelayanan kesehatan yang lebih inklusif dan menyeluruh.














