Menu ✖

Mode Gelap
Perkuat Riset Genetika, SPs Unhas Gandeng Pakar University of Antwerp Latih Peneliti Muda Dikawal 24 Ketua DPC, Appi Pertegas Langkah Menuju Kursi Ketua Demokrat Sulsel Dari TEBA hingga Budidaya Maggot, DWP Kota Makassar Gencarkan Gerakan Hijau di Kecamatan Tamalate Fatma Wahyuddin Dampingi Munafri Arifuddin Bergabung dengan Demokrat, Bawa Semangat Baru untuk Pengabdian Setahun Menjabat, Appi Siapkan Evaluasi dan Rotasi Lurah, Kinerja Jadi Penentu Semarak Final Street Football APPI Mariso, Sulyadi Abbas Dorong Pemuda Makassar Terus Bergerak

BERANDA

Membanggakan! Agam, Putra Makassar yang Jadi Pahlawan Gunung Rinjani dan Hati Rakyat Brasil

badge-check


					Agam Rinjani, pemandu lokal yang ikut mengevakuasi jenazah pendaki Brasil, Juliana Marins di Gunung Rinjani. (Sumber: Instagram @agam_rinjani via Cahayasulsel.com) Perbesar

Agam Rinjani, pemandu lokal yang ikut mengevakuasi jenazah pendaki Brasil, Juliana Marins di Gunung Rinjani. (Sumber: Instagram @agam_rinjani via Cahayasulsel.com)

MAKASSAR, CAHAYASULSEL.COM – Nama Abdul Haris Agam, atau yang lebih dikenal sebagai Agam Rinjani, kini menggema bukan hanya di tanah air, tapi juga di benak ribuan warga Brasil. Di balik keteguhan sosoknya, ternyata Agam adalah putra asli Makassar, Sulawesi Selatan, kelahiran 22 Desember 1988, yang menghabiskan masa kecil di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang, Makassar.

Agam bukan hanya petualang, tapi juga intelektual. Ia adalah mantan mahasiswa Antropologi di Universitas Hasanuddin (Unhas), sekaligus bagian dari Korps Pecinta Alam (Korpala) Unhas—komunitas yang telah membentuk karakter tangguh dan cinta alam dalam dirinya sejak bangku kuliah.

Pada akhir 2015, setelah menyelesaikan studi, Agam memutuskan merantau ke Lombok. Ia kemudian menetap di kaki Gunung Rinjani, Sembalun, dan mendedikasikan dirinya sebagai pemandu gunung, porter, serta relawan tim evakuasi.

Aksi Penyelamatan yang Menyentuh Dunia
Namanya mencuat setelah aksi heroik mengevakuasi jenazah Juliana Marins, pendaki asal Brasil yang terjatuh ke jurang sedalam 600 meter di kawasan Rinjani. Dalam sebuah video yang beredar luas, terlihat Agam menuruni tebing curam dan membantu mengangkat tubuh Juliana dari dasar jurang dengan penuh kehati-hatian.

Menurut Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, proses evakuasi berhasil dilakukan oleh tim SAR gabungan bersama relawan pada Rabu, 25 Juni 2025 pukul 13.50 WITA, di titik Lost Known Position (LKP).

Respons dari rakyat Brasil benar-benar luar biasa. Ribuan komentar membanjiri akun Instagram Agam, @agam_rinjani. Mereka tak sekadar menyampaikan duka, tapi juga menyematkan pujian dan rasa hormat yang mendalam.

Akun @salete_chale menuliskan “Masih ada orang baik di dunia yang Tuhan kirimkan untuk menolong orang dengan cinta dan kasih sayang.”

Sementara akun @sentimento_do_coracao menyerukan: “Kami di Brasil sepakat bahwa @agam_rinjani dan timnya layak menerima medali kehormatan dari pemerintah Brasil atas keberanian dan ketulusan mereka.”

Agam bukan hanya pemandu gunung. Ia adalah simbol kemanusiaan yang nyata, hasil dari perpaduan pendidikan, pengalaman, dan jiwa sosial yang kuat. Dari lorong TPA Antang, ruang kuliah Antropologi, hingga dinding tebing Rinjani, ia telah menempuh perjalanan luar biasa demi menyelamatkan sesama.

Kisah Agam adalah bukti bahwa dari tempat yang paling sederhana, bisa tumbuh sosok luar biasa yang menginspirasi dunia. Dan kini, hatinya dikenang hangat oleh rakyat Brasil, dan semangatnya jadi teladan bagi kita semua.**(Bars)

Baca Lainnya

Perkuat Riset Genetika, SPs Unhas Gandeng Pakar University of Antwerp Latih Peneliti Muda

20 Oktober 2026 - 09:30 WITA

Dikawal 24 Ketua DPC, Appi Pertegas Langkah Menuju Kursi Ketua Demokrat Sulsel

18 Oktober 2026 - 19:44 WITA

Dari TEBA hingga Budidaya Maggot, DWP Kota Makassar Gencarkan Gerakan Hijau di Kecamatan Tamalate

14 Oktober 2026 - 16:33 WITA

Fatma Wahyuddin Dampingi Munafri Arifuddin Bergabung dengan Demokrat, Bawa Semangat Baru untuk Pengabdian

8 Oktober 2026 - 17:10 WITA

Setahun Menjabat, Appi Siapkan Evaluasi dan Rotasi Lurah, Kinerja Jadi Penentu

5 Oktober 2026 - 21:21 WITA

Trending di BERANDA