BULUKUMBA, CAHAYASULSEL.COM — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Gelombang 114 Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar sosialisasi digitalisasi UMKM di Desa Lembanna, Kecamatan Bontobahari, Kabupaten Bulukumba, pada Senin (15/7). Fokus utama kegiatan ini adalah pemanfaatan Google Maps sebagai sarana promosi usaha bagi pelaku UMKM lokal.
Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah pelaku UMKM, terutama yang bergerak di bidang kuliner rumahan seperti penjual kue tradisional, minuman dingin, dan olahan pisang. Mereka antusias mengikuti pemaparan tentang pentingnya kehadiran digital dalam memasarkan produk, khususnya melalui penandaan lokasi usaha di Google Maps.

Andi Riska Makmur, mahasiswa Jurusan Ilmu Ekonomi sekaligus pelaksana program, menjelaskan bahwa mayoritas pelaku UMKM di Lembanna belum memanfaatkan Google Maps secara optimal. “Padahal, dengan mencantumkan lokasi usaha mereka, konsumen—terutama wisatawan—dapat dengan mudah menemukannya tanpa harus bertanya ke warga sekitar,” ujarnya.
Sosialisasi ini tak hanya memberikan pemahaman teoritis, tetapi juga langsung membimbing peserta untuk mendaftarkan usahanya di Google Maps. Mulai dari cara membuka aplikasi, mengisi detail informasi usaha, hingga mengunggah foto produk dan lokasi.
Ibu Nurdawati, pemilik usaha Nurda Traditional Cake, mengaku terbantu dengan kegiatan ini. “Selama ini saya hanya mengandalkan promosi dari mulut ke mulut. Kalau sekarang usaha saya bisa muncul di Google Maps, orang luar desa pun bisa dengan mudah menemukan tempat jualan saya,” tuturnya.
Sosialisasi ini menjadi langkah awal dalam mendorong pelaku UMKM Desa Lembanna untuk lebih melek teknologi dan mandiri dalam promosi usaha. Lebih dari itu, digitalisasi ini juga diharapkan mendukung sektor pariwisata pesisir yang tengah dikembangkan di Kecamatan Bontobahari.














