Menu

Mode Gelap
Menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Fatma Wahyuddin Sampaikan Pesan Silaturahmi dan Kebersamaan Inspiratif! Ketua RW 05 Mangasa Rela Nol Gaji Demi Warga, Fasilitas Gratis Jadi Bukti Nyata DPC APPI Kecamatan Makassar: Penertiban PK5 oleh Camat Jadi Contoh Pendekatan Beradab Aksi Sosial Ramadhan, Perindo Makassar Gandeng UMKM Bagikan Takjil Gratis untuk Warga Jelang Idulfitri, Camat Tallo Pimpin Patroli Gabungan Sikat Potensi Gangguan Kamtibmas Kecamatan Tallo Siapkan Gerakan Pangan Murah, Langkah Nyata Jaga Harga Sembako Jelang Hari Raya

BERANDA

Makassar Tampil di Panggung Dunia: Munafri Arifuddin Paparkan Visi Kota Berkelanjutan di IACSC 2025

badge-check


					Makassar Tampil di Panggung Dunia: Munafri Arifuddin Paparkan Visi Kota Berkelanjutan di IACSC 2025 Perbesar

MAKASSAR, CAHAYASULSEL.COM – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, kembali menegaskan komitmennya dalam membawa Kota Makassar ke pentas global dengan mempromosikan berbagai program unggulan dan potensi strategis daerah dalam forum bergengsi International Academic Consortium for Sustainable Cities (IACSC) Conference 2025, yang berlangsung di Hotel Unhas Makassar, Senin (4/8/2025).

Dalam forum internasional yang dihadiri oleh akademisi dan pemimpin kota dari berbagai negara, Munafri mempresentasikan langkah-langkah strategis yang dilakukan Pemerintah Kota Makassar untuk mewujudkan kota yang inklusif, berkelanjutan, dan kompetitif secara global.

“Ini adalah profil Kota Makassar,” ucap Munafri saat membuka paparannya, sambil menampilkan slide yang menggambarkan kemajuan dan potensi Makassar kepada para peserta dari mancanegara.

Ia menjelaskan bahwa ekonomi Kota Makassar tumbuh sebesar 5,56 persen—angka yang melebihi rata-rata nasional. Dengan populasi sekitar 1,4 juta jiwa dan luas wilayah 175,77 km², Makassar memiliki posisi strategis sebagai pintu gerbang kawasan Indonesia Timur.

Munafri juga memperkenalkan visi “MULIA” yang menjadi landasan arah pembangunan Kota Makassar: Unggul, Inklusif, Aman, dan Berkelanjutan.

Unggul, sebagai cerminan tekad menjadikan Makassar kota maju dan berdaya saing.

Inklusif, memastikan seluruh warga terlibat dan mendapat manfaat pembangunan.

Aman, dengan menciptakan lingkungan kota yang tertib dan nyaman.

Berkelanjutan, yaitu membangun kota dengan memperhatikan ekologi dan efisiensi sumber daya.

“Visi ini bukan sekadar slogan, tetapi arah kebijakan konkret yang membawa Makassar sebagai kota pemimpin, yang tumbuh dan berkembang bersama kota-kota lain di Indonesia,” tegasnya.

Dalam pemaparannya, Munafri juga menjelaskan tujuh misi strategis pembangunan Kota Makassar, yaitu:
1. Meningkatkan daya saing ekonomi.
2. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
3. Membangun infrastruktur berkualitas.
4. Mengembangkan budaya dan pariwisata inovatif.
5. Mewujudkan pemerintahan yang efektif dan responsif.
6. Memperkuat inklusi sosial.
7. Melestarikan lingkungan hidup.

“Semuanya kami jabarkan dalam program nyata yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat,” katanya.

Salah satu sorotan utama adalah peluncuran aplikasi digital terintegrasi Makassar Super Apps bernama Lontara+, yang menggabungkan 358 aplikasi layanan publik dalam satu platform.

“Dengan Lontara+, semua layanan kota bisa diakses dalam satu genggaman—dari administrasi hingga pengaduan masyarakat. Ini bukti digitalisasi inklusif yang kami dorong,” jelas Munafri.

Tak hanya itu, Pemkot juga memamerkan keberhasilan Makassar Creative Hub (MCH) sebagai pusat pelatihan dan inovasi generasi muda. Ruang ini setiap hari dipenuhi anak-anak muda yang ingin mengembangkan keterampilan spesifik pasca pendidikan formal.

“Di sini, kami bantu anak-anak muda agar tidak hanya punya keterampilan umum, tapi juga daya saing spesifik,” ujarnya.

Program strategis lain yang mendapat sorotan adalah penyediaan sambungan air bersih gratis bagi masyarakat prasejahtera, khususnya di kawasan padat penduduk dan sekolah-sekolah.

“Ini komitmen kami pada kesehatan masyarakat dan keberlanjutan. Kami prioritaskan mereka yang paling membutuhkan,” ujar Munafri.

Menutup presentasinya, Wali Kota menekankan pentingnya integrasi antara teknologi dan nilai-nilai lokal. Ia menyebut filosofi Siri’na Pacce sebagai fondasi moral dalam setiap kebijakan pemerintah kota.

“Kami percaya, digitalisasi yang kuat harus berpijak pada budaya dan kearifan lokal. Itulah kekuatan unik Makassar,” tandasnya.

Munafri juga menegaskan peran strategis Makassar sebagai pusat perdagangan utama di kawasan timur Indonesia dengan warisan budaya yang kaya dan potensi besar untuk dikembangkan sebagai kota berkelas dunia

Baca Lainnya

Menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Fatma Wahyuddin Sampaikan Pesan Silaturahmi dan Kebersamaan

20 Maret 2026 - 23:38 WITA

Inspiratif! Ketua RW 05 Mangasa Rela Nol Gaji Demi Warga, Fasilitas Gratis Jadi Bukti Nyata

17 Maret 2026 - 22:52 WITA

DPC APPI Kecamatan Makassar: Penertiban PK5 oleh Camat Jadi Contoh Pendekatan Beradab

17 Maret 2026 - 22:19 WITA

Aksi Sosial Ramadhan, Perindo Makassar Gandeng UMKM Bagikan Takjil Gratis untuk Warga

16 Maret 2026 - 19:11 WITA

Jelang Idulfitri, Camat Tallo Pimpin Patroli Gabungan Sikat Potensi Gangguan Kamtibmas

15 Maret 2026 - 02:11 WITA

Trending di BERANDA