Menu ✖

Mode Gelap
Perkuat Riset Genetika, SPs Unhas Gandeng Pakar University of Antwerp Latih Peneliti Muda Dikawal 24 Ketua DPC, Appi Pertegas Langkah Menuju Kursi Ketua Demokrat Sulsel Dari TEBA hingga Budidaya Maggot, DWP Kota Makassar Gencarkan Gerakan Hijau di Kecamatan Tamalate Fatma Wahyuddin Dampingi Munafri Arifuddin Bergabung dengan Demokrat, Bawa Semangat Baru untuk Pengabdian Setahun Menjabat, Appi Siapkan Evaluasi dan Rotasi Lurah, Kinerja Jadi Penentu Semarak Final Street Football APPI Mariso, Sulyadi Abbas Dorong Pemuda Makassar Terus Bergerak

BERANDA

Wali Kota Makassar Dorong Kolaborasi Pentahelix Atasi Krisis Darah: “Ini Bukan Sekadar Seremoni, Tapi Soal Kemanusiaan”

badge-check


					Wali Kota Makassar Dorong Kolaborasi Pentahelix Atasi Krisis Darah: “Ini Bukan Sekadar Seremoni, Tapi Soal Kemanusiaan” Perbesar

MAKASSAR, CAHAYASULSEL.COM — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mengatasi kebutuhan kantong darah di Kota Makassar dan Sulawesi Selatan secara umum.

Pernyataan tersebut disampaikan Munafri saat menghadiri kegiatan donor darah yang digelar Kodim 1408/Makassar dalam rangka HUT Kemerdekaan RI ke-80, Kamis (7/8/2025), di Jalan Lanto Daeng Pasewang.

Menurut Munafri, pendekatan pentahelix—yang melibatkan pemerintah, masyarakat, akademisi, dunia usaha, dan TNI/Polri—merupakan strategi efektif untuk menjawab tantangan kemanusiaan, termasuk krisis darah.

“Kita tidak bisa lagi berpikir sektoral dalam persoalan darah. Ini bukan hanya kegiatan seremonial, tapi soal kemanusiaan dan kepedulian terhadap sesama,” tegasnya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada Kodim 1408/Makassar atas inisiatif kegiatan tersebut. Munafri menilai sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat sangat dibutuhkan demi menjaga stabilitas sosial dan menjawab persoalan kemanusiaan di kota berpenduduk lebih dari 1,4 juta jiwa ini.

“Saya berterima kasih kepada Dandim. Masyarakat kita punya kepedulian, tapi mereka butuh ruang dan wadah. Kegiatan seperti ini jawabannya,” lanjutnya.

Munafri mengungkapkan data dari PMI Sulsel yang menunjukkan kebutuhan darah di Makassar mencapai 6.000 kantong per bulan, sementara di seluruh Sulsel mencapai 16.000 kantong.

“Ini bukan hanya tugas PMI. Ini tugas kita semua. Insya Allah, Pemkot Makassar akan berkontribusi lebih dari 50 persen dari kebutuhan itu,” ujarnya optimistis.

Ia juga menekankan pentingnya edukasi dan sosialisasi berkelanjutan kepada masyarakat tentang manfaat donor darah, baik dari sisi kesehatan maupun spiritual.

“Donor darah itu menyehatkan dan menjadi amal ibadah. Tapi ini harus terus diedukasi dan dimasifkan,” katanya.

Sebagai langkah konkret, Pemkot Makassar siap menata ulang sistem pendonoran darah secara lebih terjadwal dan terstruktur. Ke depannya, Munafri ingin ada jadwal donor darah rutin setiap bulan yang sudah ditentukan.

“PMI tinggal datang, dan darah langsung bisa dikumpulkan. Ini akan memudahkan semua pihak, baik PMI maupun masyarakat,” tandasnya.

Mengakhiri sambutannya, Munafri berharap kegiatan semacam ini tidak berhenti sebagai momen seremonial, tetapi bisa menjadi program tahunan yang berkelanjutan dan berdampak nyata bagi masyarakat.

“Atas nama Pemkot Makassar, saya mengucapkan selamat atas pelaksanaan kegiatan ini. Semoga menjadi agenda tahunan yang membawa manfaat besar,” tutupnya.

Baca Lainnya

Perkuat Riset Genetika, SPs Unhas Gandeng Pakar University of Antwerp Latih Peneliti Muda

20 Oktober 2026 - 09:30 WITA

Dikawal 24 Ketua DPC, Appi Pertegas Langkah Menuju Kursi Ketua Demokrat Sulsel

18 Oktober 2026 - 19:44 WITA

Dari TEBA hingga Budidaya Maggot, DWP Kota Makassar Gencarkan Gerakan Hijau di Kecamatan Tamalate

14 Oktober 2026 - 16:33 WITA

Fatma Wahyuddin Dampingi Munafri Arifuddin Bergabung dengan Demokrat, Bawa Semangat Baru untuk Pengabdian

8 Oktober 2026 - 17:10 WITA

Setahun Menjabat, Appi Siapkan Evaluasi dan Rotasi Lurah, Kinerja Jadi Penentu

5 Oktober 2026 - 21:21 WITA

Trending di BERANDA